Sifat Kimia, Aktivitas dan Keanekaragaman Organisme Tanah sebagai Indikator Kesuburan Tanah pada Kemiringan Berbeda di Vegetasi Kakao (Theobroma cacao L.)
Downloads
Abstract
Kakao merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh petani pada tanah marginal dengan kondisi kesuburan tanah yang tidak optimal. Salah satu faktor pembatas adalah tanaman yang dibudidayakan di daerah berlereng. Kemiringan lereng sebagai unsur topografi diperkirakan berpengaruh terhadap keberadaan biologis tanah. Tujuan penelitian adalah mendapatkan sifat kimia, aktivitas mikrobia dan keanekaragaman makrofauna tanah terbaik pada kemiringan berbeda di tegakan tanaman kakao (Theobroma cacao L). Penelitian dilaksanakan di laboratorium tanah Politeknik Negeri Lampung dengan pengambilan sampel lapang di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, dengan ketinggian 373 – 410 mdpl, pada bulan Juni 2024 sampai Oktober 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan kemiringan lahan dan diulang 4 kali. Perlakuan kemiringan lahan tersebut adalah K1 (agak landai (3–8%)), K2 (landai (8–15%)), K3 (agak curam (15–30%)) dan K4 (sangat curam (30–45%)). Hasil penelitian menunjukkan kemiringan lahan dengan bentuk lereng agak landai memberikan hasil terbaik terhadap aktivitas mikrobia tanah, populasi makrofauna tanah. Indeks keanekaragaman makrofauna di atas permukaan tanah terbaik pada kelerengan agak landai, sedangkan di dalam tanah terbaik pada kelerengan landai. Indeks dominasi makrofauna dalam tanah tertinggi pada kelerengan agak curam sedangkan di permukaan tanah tertinggi pada kelerengan curam. Hasil korelasi menunjukkan terdapat hubungan antara kandungan C-organik, N-total, suhu dan kelembapan dengan keberadaan aktivitas mikrobia tanah, populasi makrofauna tanah dan indeks keanekaragaman makrofauna tanah.
Keywords:
Aktivitas mikroba keanekaragaman makrofauna kakaoReferences
Agustina, D. (2016). Keanekaragaman dan Kepadatan Cacing Tanah di Arboretum Sumberbrantas dan Lahan Pertanian Sawi Kecamatan Bumiaji Kota Batu [Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim].
Anas, I. (1989). Biologi Tanah dalam Praktek. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan.
Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah & Air. IPB Press.
Ashari, F., Yamani, A., & Peran, S. B. (2024). Keanekaragaman Jenis Makrofauna Tanah Di Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) Banjarbaru Kalimantan Selatan. Jurnal Sylva Scienteae, 7(6), 896.
Grzyb, A., Wolna-Maruwka, A., & Niewiadomska, A. (2021). The Significance of Microbial Transformation of Nitrogen Compounds in the Light of Integrated Crop Management. Agronomy, 11(7), 1415.
Handayanto, E., & Hairiah, K. (2007). Biologi Tanah: Landasan Pengelolaan Tanah. Pustaka Adipura.
Handayanto, E., Muddarisna, N., & Fiqri, A. (2017). Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Brawijaya Press.
Jambak, M. K. F. A., Baskoro, D. P. T., & Wahjunie, E. D. (2017). Karakteristik Sifat Fisika Tanahpada Sistem Pengolahan Tanah Konservasi (Studi Kasus: Kebun Percobaan Cikabayan). Buletin Tanah Dan Lahan, 1(1), 44–50.
Kamsurya, M. Y., & Botanri, S. (2022). Peran Bahan Organik dalam Mempertahankan dan Perbaikan Kesuburan Tanah Pertanian: Review. Jurnal Agrohut, 13(1).
Lamdo, H., Annisa, N., & Damsir. (2023). Perbandingan Dosis Kompos Paitan Terhadap Pertumbuhan Spora Jamur Trichoderma asperellum. Jurnal Biodutech, 2(1).
Merbawani, L. A. Y., Rivai, M., & Pirngadi, H. (2021). Sistem Monitoring Profil Kedalaman Tingkat Kelembapan Tanah Berbasis IoT dan LoRa. Jurnal Teknik ITS, 10(2).
Nahak, M. R., & , Stefanus Stanis, C. G. S. (2022). Keanekaragaman Arthropoda Tanah Pada Ekosistem Pertanian Dan Ekosistem Cemara Laut ( Casuarina Equisetifolia Var. Incana ) Di Desa Umatoos Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. 1, 1–10.
Naimnule, L., & Fatima, E. (2023). Identifikasi Makrofauna sebagai Bioindikator Kesuburan Tanah Hutan Lindung Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Journal of Social Science Research, 3(2), 10595–10603.
Nurrohman, E., Rahardjanto, A., & Wahyuni, S. (2016). Keanekaragaman Makrofauna Tanah di Kawasan Perkebunan Coklat (Theobroma Cacao L. ) sebagai Bioindikator Kesuburan Tanah dan Sumber Belajar Biologi. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 1(2), 197–208.
Perwira, R., & Khalil, M. (2022). Status Kesuburan Kimia Tanah pada Berbagai Intensitas Penanaman Tanaman Nilam ( Pogostemon cablin Benth ) di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya (Status of Soil Chemical Fertility at Various Intensities of Patchouli Planting (Pogostemon cablin Bent) in Sampoiniet Sub-district, Aceh Jaya District. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(1), 704–711.
Putra, E. Z. H. S. (2018). Keanekaragaman Makrofauna pada Berbagai Tutupan Lahan di UB Forest [Universitas Brawijaya].
Rahmawaty. (2004). Studi Keanekaragaman Mesofauna Tanah di Kawasan Hutan Wisata Alam Sibolangit [Universitas Sumatera Utara].
Saputri, N. A. (2017). Inventarisasi Semut di Kawasan Resort Habaring Hurung Taman Nasional Sebangau Palangkaraya [Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya].
Simpson, E. H. (1949). Measurement of Diversity. Nature, 163(4148), 688–688.
Via, P. S. (2021). Laju Erosi Tanah pada Tiga Umur Pohon Aren (Arenga pinnata Merr) di Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar [Universitas Andalas].
Wasis, B., & Sajadad, D. H. (2024). Kelimpahan Makrofauna Tanah pada Beberapa Tutupan Lahan di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Silvikultur Tropika, 15(2), 162–168.
Wibowo, C., & Alby, M. F. (2020). Keanekaragaman dan Kelimpahan Makrofauna Tanah pada Tiga Tipe Tegakan Berbeda di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Jurnal Silvikultur Tropika, 11(1), 25–31.
Wibowo, C., & Slamet, S. A. (2017). Keanekaragaman Makrofauna Tanah pada Berbagai Tipe Tegakan di Areal Bekas Tambang Silika di Holcim Educational Forest, Sukabumi, Jawa Barat. Journal of Tropical Silviculture, 8(1), 26–34.
Widyati, E. (2022). Peranan Mikroba Tanah pada Ekosistem Hutan Tropika. Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan.
License
Copyright (c) 2026 Any Kusumastuti, Dian Latifa, Irene Zaqiyyah, Fajri Habib Firdausy (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.


