Evaluasi Ketahanan Beberapa Varietas Padi terhadap Penyakit Busuk Pelepah Akibat Infeksi Fusarium longipes
DOI:
10.25047/agriprima.v10i1.805Downloads
Abstract
Penyakit busuk pelepah merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang dilaporkan semakin meluas dan berdampak signifikan terhadap penurunan hasil. Selain Sarocladium oryzae, beberapa spesies Fusarium, termasuk Fusarium longipes, diketahui berasosiasi dengan penyakit ini dan berpotensi memperparah kerusakan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketahanan beberapa varietas padi terhadap penyakit busuk pelepah akibat infeksi F. longipes berdasarkan keparahan penyakit dan parameter epidemiologi. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca menggunakan sepuluh varietas padi, yaitu Ciherang, Sunggal, Inpari 32, Inpari 42, Inpari 43, Memberamo, Situ Bagendit, IR64, Padjadjaran, dan SRP08, yang disusun dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Inokulasi dilakukan pada umur 60 hari setelah tanam menggunakan bulir beras yang telah dikoloni F. longipes. Pengamatan keparahan penyakit dilakukan pada 3, 6, 9, 12, dan 15 hari setelah inokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keparahan penyakit meningkat seiring waktu pengamatan dan berbeda antarvarietas. Pada akhir pengamatan, seluruh varietas menunjukkan keparahan penyakit yang tinggi dan diklasifikasikan sebagai sangat rentan berdasarkan kriteria IRRI. Nilai laju infeksi dan Area Under Disease Progress Curve (AUDPC) menunjukkan adanya perbedaan dinamika perkembangan penyakit antarvarietas, meskipun tidak ditemukan varietas dengan tingkat ketahanan efektif terhadap infeksi F. longipes. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi ketahanan varietas sebagai dasar pengelolaan penyakit busuk pelepah dan pengembangan varietas padi yang lebih adaptif.
Keywords:
AUDPC Fusarium longipes Ketahanan varietas Padi Penyakit busuk pelepahReferences
Afolabi, O. A., Adegbite, A. A., Stomph, T.-J., Fagoyinbo, F. K., & Agunbiade, S. O. (2023). Fusarium and Sarocladium species associated with rice sheath rot in Sub-Saharan Africa. Diversity, 15(10), 1090. https://doi.org/10.3390/d15101090
Akzar, R., Amiruddin, A., Amandaria, R., Rahmadanih, R., & Darma, R. (2020). Local foods development to achieve food security in Papua Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 575(1), 012014. https://doi.org/10.1088/1755-1315/575/1/012014
Behura, A. K., Behera, B. K., Pradhan, S. K., Nayak, D. K., & Mohanty, S. P. (2025). Screening of rice genotypes for sheath rot resistance and gene expression analysis of defense responses in resistant and susceptible genotypes. Physiology and Molecular Plant Pathology, 104, 102839. https://doi.org/10.1016/j.pmpp.2025.102839
Bigirimana, V. de P., Hua, G. K. H., Nyamangyoku, O. I., & Höfte, M. (2015). Rice sheath rot: An emerging ubiquitous destructive disease complex. Frontiers in Plant Science, 6, 1066. https://doi.org/10.3389/fpls.2015.01066
Campbell, C. L., & Madden, L. V. (1990). Introduction to plant disease epidemiology. John Wiley & Sons.
Choi, H. W., Hong, S. K., Lee, Y. K., Kim, W. G., & Chun, S. (2018). Taxonomy of Fusarium fujikuroi species complex associated with bakanae on rice in Korea. Australasian Plant Pathology, 47(1), 23–34. https://doi.org/10.1007/s13313-017-0536-6
IRRI, I. R. R. I. (2013). Standard evaluation system for rice (SES) (5th ed.). IRRI.
Maryono, T., Ramadhan, M. H., Ivayani, Purnomo, & Ginting, C. (2024). Uji ketahanan empat varietas padi terhadap Sarocladium oryzae penyebab penyakit busuk pelepah. Jurnal Agrotek Tropika, 12(1), 107–114. https://doi.org/10.23960/jat.v12i1.7651
Maryono, T., Wiyono, S., & Santoso, S. (2020). Komponen epidemi penyakit busuk akar dan pangkal batang tebu di Sumatera Selatan. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 16(2), 49–60. https://doi.org/10.14692/jfi.16.2.49-60
Mehta, A., Singh, S. K., Basu, U., Ahanger, S. A., & Sharma, S. (2025). Determination of yield losses against sheath rot caused by Sarocladium oryzae in rice varieties with differential resistance. Scientific Reports, 15, 36309. https://doi.org/10.1038/s41598-025-05104-y
Murtiati, S., & Setiapermas, M. N. (2018). Preferensi petani terhadap keragaan beberapa varietas unggul baru padi di Kabupaten Boyolali. Prosiding Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya Pertanian Dan Inovasi Spesifik Lokasi Memasuki Era Industri 4.0.
Nuraini, S. (2025). Identifikasi morfologi jamur yang berasosiasi dengan penyakit busuk pelepah padi. Jurnal Pertanian Agros, 27(2), 215–226. http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/54700
Putri, R. K., & Kasiamdari, R. S. (2023). Ketahanan tiga varietas jagung terhadap infeksi jamur penyebab penyakit bulai Peronosclerospora maydis. Berkala Ilmiah Biologi, 14(1), 21–31. https://doi.org/10.22146/bib.v14i1.5658
Romdon, A. S., Sumekar, W., & Kusmiyati, F. (2022). Preferensi dan adopsi petani terhadap varietas unggul baru padi di Provinsi Jawa Tengah. Pangan, 31(1), 13–32. https://doi.org/10.33964/pangan.v31i1.597
Susanti, V., Sumarno, & Suwignyo, R. A. (2018). Perkembangan penyakit dan pertumbuhan lima varietas padi dengan sistem tanam blok. Jurnal Agroteknologi Tropika, 7(1), 8–19. https://jatt.ejournal.unri.ac.id
Van der Plank, J. E. (1963). Plant diseases: Epidemics and control. Academic Press.
Zhan, L., Chen, L., Hou, Y., Zeng, Y., & Ji, Z. (2024). Bakanae disease resistance in rice: Current status and future considerations. Agronomy, 14(7), 1507. https://doi.org/10.3390/agronomy14071507
License
Copyright (c) 2026 Verrel Santosa, Ruth Meike Jayanti, Maria Marina Herawati, Andree Wijaya Setiawan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.


