<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://agriprima.polije.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-04T08:56:22Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" set="journal" verb="ListRecords">https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/8</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan Mikroorganisme Lokal  (MOL) Daun Gamal Terhadap Produksi dan Mutu Benih  Mentimun (Cucumis sativus L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan Mikroorganisme Lokal  (MOL) Daun Gamal Terhadap Produksi dan Mutu Benih  Mentimun (Cucumis sativus L.)</dc:title>
	<dc:creator>Wicaksana, Puguh Catur</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyono, Nantil Bambang Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mentimun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MOL Daun Gamal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemupukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk Kandang Ayam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produksi Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mentimun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">MOL Daun Gamal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemupukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk Kandang Ayam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Produksi Benih</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang ayam dan Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal terhadap Produksi dan mutu benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara Faktorial. Terdapat 2 faktor dalam penelitian yaitu, Faktor (A) Pupuk Kandang Ayam dengan dosis 20 ton/ha (A1), dosis 40 ton/ha (A2) dan dosis 60 ton/ha. Faktor (G) Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal  meliputi konsentrasi 60 ml/L (A1), konsentrasi 90 ml/L (A2) dan konsentrasi 120 ml/L (A3). Data hasil pengamatan pada setiap parameter pengamatan dianalisis dengan menggunakan rumus uji F (ANOVA) dan dilanjutkan dengan perhitungan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang sangat nyata pada parameter pengamatan Tinggi Tanaman 4 MST sebesar 153,83 cm, Jumlah Daun 2 MST sebanyak 5,33 helai, Jumlah Daun 4 MST sebanyak 28,44 helai, Jumlah Buah per Tanaman sebanyak 5,78 buah, Jumlah Biji Bernas per Buah sebanyak 207 biji, Jumlah Biji Bernas per Tanaman sebanyak 737,11 biji dan Berat 1000 biji sebesar 25,37 g. Sedangkan perlakuan MOL daun gamal memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan Jumlah Buah per Tanaman sebanyak 5,78 buah. Untuk perlakuan interaksi antara aplikasi pupuk kandang ayam dan MOL Daun gamal memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan Jumlah Daun 4 MST sebanyak 28,44 helai, Jumlah Biji Bernas per Tanaman sebanyak 737,11 biji dan Kecepatan Tumbuh Benih sebesar 27,11 %/etmal.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang ayam dan Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal terhadap Produksi dan mutu benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara Faktorial. Terdapat 2 faktor dalam penelitian yaitu, Faktor (A) Pupuk Kandang Ayam dengan dosis 20 ton/ha (A1), dosis 40 ton/ha (A2) dan dosis 60 ton/ha. Faktor (G) Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal  meliputi konsentrasi 60 ml/L (A1), konsentrasi 90 ml/L (A2) dan konsentrasi 120 ml/L (A3). Data hasil pengamatan pada setiap parameter pengamatan dianalisis dengan menggunakan rumus uji F (ANOVA) dan dilanjutkan dengan perhitungan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang sangat nyata pada parameter pengamatan Tinggi Tanaman 4 MST sebesar 153,83 cm, Jumlah Daun 2 MST sebanyak 5,33 helai, Jumlah Daun 4 MST sebanyak 28,44 helai, Jumlah Buah per Tanaman sebanyak 5,78 buah, Jumlah Biji Bernas per Buah sebanyak 207 biji, Jumlah Biji Bernas per Tanaman sebanyak 737,11 biji dan Berat 1000 biji sebesar 25,37 g. Sedangkan perlakuan MOL daun gamal memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan Jumlah Buah per Tanaman sebanyak 5,78 buah. Untuk perlakuan interaksi antara aplikasi pupuk kandang ayam dan MOL Daun gamal memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan Jumlah Daun 4 MST sebanyak 28,44 helai, Jumlah Biji Bernas per Tanaman sebanyak 737,11 biji dan Kecepatan Tumbuh Benih sebesar 27,11 %/etmal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 72-85</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 72-85</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.8.g11</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Puguh Catur Wicaksana, Nantil Bambang Eko Sulistyono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/10</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Seleksi Tanaman F3 Pada Beberapa Genotipe  Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Seleksi Tanaman F3 Pada Beberapa Genotipe  Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)</dc:title>
	<dc:creator>Arifiana, Nisa Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Sjamsijah, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Genotip</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perbaikan Silsilah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seleksi Silsilah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Genotip</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perbaikan Silsilah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Seleksi Silsilah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian untuk mengetahui genotipe tanaman yang terseleksi dan nilai kemajuan heterosis genetik dari hasil persilangan tetua pada genotipe generasi F3. Penelitian ini dilakukan di lapangan Balitkabi Malang. Penelitian ini menggunakan lengkap random Rancangan dengan 16 genotipe, terdiri dari 4 orang tua (1) Dering, (2) Rajabasa, (3) Polije 2, (4) Polije 4 dan 12 genotipe berbakti 1.2; 1.3; 1.4; 2.1; 2.3; 2.4; 3.1; 3.2; 3.4; 4.1; 4.2 dan 4.3. Parameter terdiri dari umur bunga, usia panen, bobot 100 butir kedelai, berat biji masing-masing tanaman, dan produksi per Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil genetik tanaman yang lebih tinggi termasuk kategori tinggi dari hasil seleksi respon dari parameter tinggi tanaman, cabang tanaman, dan jumlah bibit. Dari hasil seleksi ini metode silsilah menunjukkan genotipe 2.4 dan 4.2 memiliki karakter panen cepat dan produksi yang tinggi. Hasil genotipe yang telah pilihan menunjukkan lebih baik dari tetua yang digunakan hasil heterosis.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian untuk mengetahui genotipe tanaman yang terseleksi dan nilai kemajuan heterosis genetik dari hasil persilangan tetua pada genotipe generasi F3. Penelitian ini dilakukan di lapangan Balitkabi Malang. Penelitian ini menggunakan lengkap random Rancangan dengan 16 genotipe, terdiri dari 4 orang tua (1) Dering, (2) Rajabasa, (3) Polije 2, (4) Polije 4 dan 12 genotipe berbakti 1.2; 1.3; 1.4; 2.1; 2.3; 2.4; 3.1; 3.2; 3.4; 4.1; 4.2 dan 4.3. Parameter terdiri dari umur bunga, usia panen, bobot 100 butir kedelai, berat biji masing-masing tanaman, dan produksi per Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil genetik tanaman yang lebih tinggi termasuk kategori tinggi dari hasil seleksi respon dari parameter tinggi tanaman, cabang tanaman, dan jumlah bibit. Dari hasil seleksi ini metode silsilah menunjukkan genotipe 2.4 dan 4.2 memiliki karakter panen cepat dan produksi yang tinggi. Hasil genotipe yang telah pilihan menunjukkan lebih baik dari tetua yang digunakan hasil heterosis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 50-58</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 50-58</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.10.g3</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Nisa Budi Arifiana, Nurul Sjamsijah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/11</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Pupuk Biourine Terhadap Hasil dan Mutu  Benih Dua Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Pupuk Biourine Terhadap Hasil dan Mutu  Benih Dua Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)</dc:title>
	<dc:creator>Sofiana, Rina</dc:creator>
	<dc:creator>Syaban, Rahmat Ali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biourine</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hasil Panen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Biourine</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hasil Panen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kacang Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas Benih</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biourine adalah salah satu alternatif pupuk organik yang dapat meningkatkan ketersediaan dan efisiensi serapan unsur hara bagi tanaman serta dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik dan meningkatkan hasil panen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk biourine pada dua varietas kacang tanah pada hasil panen dan mutu benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dua faktor. Konsentrasi pupuk biourine sebagai faktor pertama terdiri dari 10 ml/ L (B1), 20 ml / L (B2) dan 30 ml / L (B3). Varietas kacang tanah sebagai faktor kedua terdiri dari Kelinci (V1) dan Kancil (V2). Kesimpulan penelitian ialah konsentrasi pupuk biourine memiliki pengaruh yang signifikan pada fase berbunga dengan konsentrasi terbaik adalah 30 ml / L (B1).  Penggunaan varietas unggul memiliki efek yang sangat signifikan pada semua parameter dan memiliki efek signifikan pada simultanitas pertumbuhan bibit kecuali pada tinggi tanaman di 60 HST dan varietas terbaik adalah Kancil (V2). Kombinasi pupuk biourine dan varietas unggul memiliki efek yang signifikan pada semua parameter pascapanen. Kombinasi terbaik adalah biourine pupuk 10 ml / L dan Kancil (B1V2) menghasilkan hasil panen 2,72 ton / hektar.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Biourine adalah salah satu alternatif pupuk organik yang dapat meningkatkan ketersediaan dan efisiensi serapan unsur hara bagi tanaman serta dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik dan meningkatkan hasil panen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk biourine pada dua varietas kacang tanah pada hasil panen dan mutu benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dua faktor. Konsentrasi pupuk biourine sebagai faktor pertama terdiri dari 10 ml/ L (B1), 20 ml / L (B2) dan 30 ml / L (B3). Varietas kacang tanah sebagai faktor kedua terdiri dari Kelinci (V1) dan Kancil (V2). Kesimpulan penelitian ialah konsentrasi pupuk biourine memiliki pengaruh yang signifikan pada fase berbunga dengan konsentrasi terbaik adalah 30 ml / L (B1).  Penggunaan varietas unggul memiliki efek yang sangat signifikan pada semua parameter dan memiliki efek signifikan pada simultanitas pertumbuhan bibit kecuali pada tinggi tanaman di 60 HST dan varietas terbaik adalah Kancil (V2). Kombinasi pupuk biourine dan varietas unggul memiliki efek yang signifikan pada semua parameter pascapanen. Kombinasi terbaik adalah biourine pupuk 10 ml / L dan Kancil (B1V2) menghasilkan hasil panen 2,72 ton / hektar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-h</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.11</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 63-71</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 63-71</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-h/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.11.g10</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Rina Sofiana, Rahmat Ali Syaban</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/13</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Mikroorganisme Lokal Bonggol Pisang dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Produksi  Kedelai (Glycine max L. Merrill)  Varietas Baluran</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Mikroorganisme Lokal Bonggol Pisang dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Produksi  Kedelai (Glycine max L. Merrill)  Varietas Baluran</dc:title>
	<dc:creator>Aini, Dian Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiyanto, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Herlinawati, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MOL Bonggol Pisang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk Kandang Kambing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">MOL Bonggol Pisang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk Kandang Kambing.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi kedelai (Glycine max L.) varietas Baluran dengan aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang dan pupuk kandang kambing. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 pengulangan. Faktor konsentrasi MOL (M) dengan 3 taraf meliputi: 0 ml/L air, 50 ml/L air, 100 ml/L air.  Faktor dosis Pupuk kandang kambing (K) meluputi: 0 g/plot, 4 g/plot, 6 g/plot. Analisa data menggunakan ANOVA dan diuji lanjut menggunakan DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi MOL bonggol pisang (M) memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah polong bernas persampel. Sedangkan perlakuan pupuk kandang kambing (K) yang memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan berat polong kering sawah. Interaksi antara MOL bonggol pisang (M) dan pupuk kandang kambing (P) memberikan pengaruh nyata pada parameter berat polong kering sawah persampel.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi kedelai (Glycine max L.) varietas Baluran dengan aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang dan pupuk kandang kambing. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 pengulangan. Faktor konsentrasi MOL (M) dengan 3 taraf meliputi: 0 ml/L air, 50 ml/L air, 100 ml/L air.  Faktor dosis Pupuk kandang kambing (K) meluputi: 0 g/plot, 4 g/plot, 6 g/plot. Analisa data menggunakan ANOVA dan diuji lanjut menggunakan DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi MOL bonggol pisang (M) memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah polong bernas persampel. Sedangkan perlakuan pupuk kandang kambing (K) yang memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan berat polong kering sawah. Interaksi antara MOL bonggol pisang (M) dan pupuk kandang kambing (P) memberikan pengaruh nyata pada parameter berat polong kering sawah persampel.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-d</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.13</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 33-43</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 33-43</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-d/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.13.g4</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Dian Nur Aini, Bambang Sugiyanto, FNU Herlinawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/15</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Inokulasi Rhizobium dan Pupuk SP-36  Terhadap Produksi dan Mutu Benih Kedelai  (Glycine max (L.) Merrill) Var. Dering</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Inokulasi Rhizobium dan Pupuk SP-36  Terhadap Produksi dan Mutu Benih Kedelai  (Glycine max (L.) Merrill) Var. Dering</dc:title>
	<dc:creator>Hendrianto, Moh. Faruq</dc:creator>
	<dc:creator>Suharjono, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hasil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inokulasi Rhizobium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mutu Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk SP-36</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hasil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Inokulasi Rhizobium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mutu Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk SP-36</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi kedelai mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh penurunan luas lahan dan stok benih. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan memaksimalkan hasil biji setiap hektar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulasi rhizobium dan beberapa dosis pupuk SP-36  terhadap  produksi dan kualitas benih kedelai Varietas  Dering. Penelitian ini dilakukan di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember dan Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan terdiri atas 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah dosis inokulasi Rhizobium (R) yang terdiri atas  0 g/1kg benih, 5g/1kg benih, 7g/1kg benih dan 9g/1kg benih. Faktor kedua adalah pupuk SP-36 dosis (P) yang terdiri atas 69,5 kg/ha, 138kg/ha, dan 207,5kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Rhizobium (R) menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah bintil akar. Perlakuan R1 (biji 5g/1kg) memberikan hasil tertinggi untuk jumlah bintil akar. Aplikasi dosis pupuk SP-36 (P) juga menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan untuk usia berbunga, jumlah polong, hasil setiap tanaman, produksi setiap hektar dan berat 100 biji. Perlakuan P3 (dosis 207,5kg/ha) memberikan hasil tertinggi pada usia berbunga, perlakuan P2 (dosis 138kg/ha) memberikan hasil tertinggi untuk jumlah polong, hasil setiap tanaman dan produksi setiap hektar, dan perlakuan P1 (dosis 69,5kg/ ha) memberikan hasil tertinggi pada berat 100 biji.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Produksi kedelai mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh penurunan luas lahan dan stok benih. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan memaksimalkan hasil biji setiap hektar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulasi rhizobium dan beberapa dosis pupuk SP-36  terhadap  produksi dan kualitas benih kedelai Varietas  Dering. Penelitian ini dilakukan di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember dan Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan terdiri atas 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah dosis inokulasi Rhizobium (R) yang terdiri atas  0 g/1kg benih, 5g/1kg benih, 7g/1kg benih dan 9g/1kg benih. Faktor kedua adalah pupuk SP-36 dosis (P) yang terdiri atas 69,5 kg/ha, 138kg/ha, dan 207,5kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Rhizobium (R) menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah bintil akar. Perlakuan R1 (biji 5g/1kg) memberikan hasil tertinggi untuk jumlah bintil akar. Aplikasi dosis pupuk SP-36 (P) juga menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan untuk usia berbunga, jumlah polong, hasil setiap tanaman, produksi setiap hektar dan berat 100 biji. Perlakuan P3 (dosis 207,5kg/ha) memberikan hasil tertinggi pada usia berbunga, perlakuan P2 (dosis 138kg/ha) memberikan hasil tertinggi untuk jumlah polong, hasil setiap tanaman dan produksi setiap hektar, dan perlakuan P1 (dosis 69,5kg/ ha) memberikan hasil tertinggi pada berat 100 biji.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-j</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 86-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 86-94</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-j/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.15.g12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Moh. Faruq Hendrianto, FNU Suharjono, Sri Rahayu</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/17</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rasio Tanaman Induk Jantan dan Betina Serta Penambahan Pupuk Boron pada Tanaman Jantan Terhadap Produksi dan Mutu Benih Jagung Manis (Zea mays “Saccharata” STURT.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rasio Tanaman Induk Jantan dan Betina Serta Penambahan Pupuk Boron pada Tanaman Jantan Terhadap Produksi dan Mutu Benih Jagung Manis (Zea mays “Saccharata” STURT.)</dc:title>
	<dc:creator>Yuyun, Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Syaban, Rahmat Ali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk Boron</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produksi dan Kualitas Benih Jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasio Tanaman Induk Jantan dan Betina</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk Boron</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Produksi dan Kualitas Benih Jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rasio Tanaman Induk Jantan dan Betina</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu alasan rendahnya produksi jagung manis di Indonesia adalah kurangnya ketersediaan bibit yang berkualitas dan kurang akuratnya teknis budidaya. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah dengan menetapkan rasio tanaman induk jantan dan betina dan penambahan boron pupuk pada tanaman jantan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kotes, Gandosari, Blitar dengan ketinggian di atas 60 m dpl. Dilaksanakan dengan menggunakan rancangan kelompok petak terpisah (RBD) dengan 3 faktor dan 2 ulangan. Faktor pertama adalah rasio tanaman yang terdiri dari 1: 4, 1: 5 dan 1: 6. Faktor kedua adalah penambahan pupuk boron yang terdiri dari 0 kg / ha (kontrol) dan 15 kg / ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rasio tanaman induk jantan dan betina berpengaruh secara nyata pada parameter jumlah biji setiap tongkol, berat 100 biji, perkecambahan dan kecepatan perkecambahan. Rasio tanaman induk dari 1: 5 (R2) menunjukkan hasil terbaik dengan menghasilkan 219,50 biji setiap tongkol dan viabilitas benih 83,67%, dan 32,75% untuk kecepatan perkecambahan biji. Adapun perlakuan pemupukan boron sangat berbeda nyata pada berat serbuk sari dan viabilitas serbuk sari. Pupuk Boron dengan dosis 15 kg / ha (B2) menunjukkan hasil terbaik pada produksi serbuk sari dan viabilitas serbuk sari masing-masing 1,91 gram / tanaman dan 7,19%. Ada interaksi yang berbeda nyata antara rasio tanaman induk dan pupuk boron pada jumlah biji di setiap tongkol. Kombinasi rasio tanaman induk 1:5 dan pemupukan boron menunjukkan hasil terbaik pada jumlah rata-rata benih dengan 232,30 biji pada setiap tongkol.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu alasan rendahnya produksi jagung manis di Indonesia adalah kurangnya ketersediaan bibit yang berkualitas dan kurang akuratnya teknis budidaya. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah dengan menetapkan rasio tanaman induk jantan dan betina dan penambahan boron pupuk pada tanaman jantan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kotes, Gandosari, Blitar dengan ketinggian di atas 60 m dpl. Dilaksanakan dengan menggunakan rancangan kelompok petak terpisah (RBD) dengan 3 faktor dan 2 ulangan. Faktor pertama adalah rasio tanaman yang terdiri dari 1: 4, 1: 5 dan 1: 6. Faktor kedua adalah penambahan pupuk boron yang terdiri dari 0 kg / ha (kontrol) dan 15 kg / ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rasio tanaman induk jantan dan betina berpengaruh secara nyata pada parameter jumlah biji setiap tongkol, berat 100 biji, perkecambahan dan kecepatan perkecambahan. Rasio tanaman induk dari 1: 5 (R2) menunjukkan hasil terbaik dengan menghasilkan 219,50 biji setiap tongkol dan viabilitas benih 83,67%, dan 32,75% untuk kecepatan perkecambahan biji. Adapun perlakuan pemupukan boron sangat berbeda nyata pada berat serbuk sari dan viabilitas serbuk sari. Pupuk Boron dengan dosis 15 kg / ha (B2) menunjukkan hasil terbaik pada produksi serbuk sari dan viabilitas serbuk sari masing-masing 1,91 gram / tanaman dan 7,19%. Ada interaksi yang berbeda nyata antara rasio tanaman induk dan pupuk boron pada jumlah biji di setiap tongkol. Kombinasi rasio tanaman induk 1:5 dan pemupukan boron menunjukkan hasil terbaik pada jumlah rata-rata benih dengan 232,30 biji pada setiap tongkol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-a</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 1-11</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-a/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.17.g5</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Indah Yuyun, Rahmat Ali Syaban</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/20</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Pertumbuhan Plantlet Cattleya Melalui Kombinasi Kekuatan Media Murashige-Skoog dan Bahan Organik</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Optimasi Pertumbuhan Plantlet Cattleya Melalui Kombinasi Kekuatan Media Murashige-Skoog dan Bahan Organik</dc:title>
	<dc:creator>Latifah, Rianti</dc:creator>
	<dc:creator>Suhermiatin, Titien</dc:creator>
	<dc:creator>Ermawati, Netty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Filtrat Wortel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anggrek Cattleya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air kelapa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kekuatan media</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">In Vitro</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Filtrat Wortel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Anggrek Cattleya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Air kelapa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kekuatan media</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">In Vitro</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu teknik untuk mengoptimalkan pertumbuhan Anggrek Cattleya yaitu menggunakan kultur in vitro dengan cara menyusun isi media. Nutrisi di dalam media sangat penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media alternatif yang rendah biaya, bahan-bahan mudah ditemukan dan mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Penyusunan media dilakukan dengan kekuatan media Murashige-Skoog (MS) dan bahan organik yang berbeda seperti ekstrak wortel dan air kelapa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi media MS yang berbeda, dan faktor kedua adalah komposisi kombinasi filtrat wortel dan air kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ¼ MS dan media penuh MS tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata terhadap semua parameter. Kombinasi terbaik dan berbeda nyata ditunjukkan ½ MS + 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa yang menghasilkan interaksi yang sangat berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah akar berbeda secara nyata pada 16 minggu setelah tanam. Selain itu, bahan organik dengan 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa menghasilkan tinggi tanaman yang berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu teknik untuk mengoptimalkan pertumbuhan Anggrek Cattleya yaitu menggunakan kultur in vitro dengan cara menyusun isi media. Nutrisi di dalam media sangat penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media alternatif yang rendah biaya, bahan-bahan mudah ditemukan dan mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Penyusunan media dilakukan dengan kekuatan media Murashige-Skoog (MS) dan bahan organik yang berbeda seperti ekstrak wortel dan air kelapa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi media MS yang berbeda, dan faktor kedua adalah komposisi kombinasi filtrat wortel dan air kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ¼ MS dan media penuh MS tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata terhadap semua parameter. Kombinasi terbaik dan berbeda nyata ditunjukkan ½ MS + 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa yang menghasilkan interaksi yang sangat berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah akar berbeda secara nyata pada 16 minggu setelah tanam. Selain itu, bahan organik dengan 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa menghasilkan tinggi tanaman yang berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 59-62</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 59-62</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.20.g1</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Rianti Latifah, Titien Suhermiatin, Netty Ermawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/21</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Paclobutrazol dan Pupuk Makro Anorganik Terhadap Hasil dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Paclobutrazol dan Pupuk Makro Anorganik Terhadap Hasil dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.)</dc:title>
	<dc:creator>Ningsih, Riani</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hasil Panen Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Paclobutrazol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hasil Panen Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">NPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Paclobutrazol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ketersediaan pangan terutama padi terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas benih padi melalui aplikasi paclobutrazol dan pemupukan NPK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis Paclobutrazol sebagai faktor pertama terdiri dari 4 taraf dan NPK sebagai faktor kedua terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paclobutrazol tidak berpengaruh pada peningkatan hasil panen dan kualitas benih padi. Dosis NPK terbaik untuk meningkatkan hasil panen yaitu 450kg / ha Urea, 112,5kg / ha SP-36, 75kg / ha KCl (D3) dengan nilai 17,675 ton / ha dan dosis NPK terbaik untuk meningkatkan kualitas benih adalah 150 kg / ha Urea, 37,5 kg / ha SP-36, 25 kg / ha KCl (D1) dengan nilai sebesar 80,56% untuk daya perkecambahan dan 19,24% untuk jumlah kecepatan perkecambahan biji. Tidak ada interaksi antara aplikasi Paclobutrazol dan pemupukan NPK terhadap hasil panen dan benih kualitas beras.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Ketersediaan pangan terutama padi terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas benih padi melalui aplikasi paclobutrazol dan pemupukan NPK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis Paclobutrazol sebagai faktor pertama terdiri dari 4 taraf dan NPK sebagai faktor kedua terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paclobutrazol tidak berpengaruh pada peningkatan hasil panen dan kualitas benih padi. Dosis NPK terbaik untuk meningkatkan hasil panen yaitu 450kg / ha Urea, 112,5kg / ha SP-36, 75kg / ha KCl (D3) dengan nilai 17,675 ton / ha dan dosis NPK terbaik untuk meningkatkan kualitas benih adalah 150 kg / ha Urea, 37,5 kg / ha SP-36, 25 kg / ha KCl (D1) dengan nilai sebesar 80,56% untuk daya perkecambahan dan 19,24% untuk jumlah kecepatan perkecambahan biji. Tidak ada interaksi antara aplikasi Paclobutrazol dan pemupukan NPK terhadap hasil panen dan benih kualitas beras.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-c</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 21-32</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 21-32</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-c/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.21.g6</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Riani Ningsih, Dwi Rahmawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/22</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Hasil Panen Melalui Aplikasi Berbagai Pupuk  Kandang dan Perebahan Tanaman  Kacang Tanah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Hasil Panen Melalui Aplikasi Berbagai Pupuk  Kandang dan Perebahan Tanaman  Kacang Tanah</dc:title>
	<dc:creator>Julaeha, Ai</dc:creator>
	<dc:creator>Kusparwanti, Tri Rini</dc:creator>
	<dc:creator>Herlinawati, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jenis Pupuk Kandang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perebahan Tanaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kacang Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jenis Pupuk Kandang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perebahan Tanaman</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Petani di Desa Jelbuk, Kabupaten Jember,  Propinsi Jawa Timur yang menanam kacang tanah pada umumnya menggunakan berbagai pupuk kandang dan merebahkan tanaman setelah tanaman berbunga. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Politeknik Negeri Jember pada 30 Oktober 2015 sampai tanggal 5 Febuari 2016. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan perebahan tanaman terhadap hasil panen kacang tanah. Penelitian menggunakan RAK Faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang terdiri atas empat taraf yaitu tanpa pupuk kandang, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah faktor perebahan terdiri atas dua taraf yaitu tanpa perebahan dan menggunakan perebahan tanaman. Kombinasi perlakuan diulang empat kali. Analisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara jenis pupuk kandang dengan perebahan tanaman kacang tanah terhadap bobot kering polong per plot, sedangkan  jumlah polong per sampel,  bobot basah polong per sampel,  bobot basah polong per plot, bobot kering polong per sampel dan bobot kering 100 biji menunjukkan berbeda tidak nyata.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Petani di Desa Jelbuk, Kabupaten Jember,  Propinsi Jawa Timur yang menanam kacang tanah pada umumnya menggunakan berbagai pupuk kandang dan merebahkan tanaman setelah tanaman berbunga. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Politeknik Negeri Jember pada 30 Oktober 2015 sampai tanggal 5 Febuari 2016. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan perebahan tanaman terhadap hasil panen kacang tanah. Penelitian menggunakan RAK Faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang terdiri atas empat taraf yaitu tanpa pupuk kandang, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah faktor perebahan terdiri atas dua taraf yaitu tanpa perebahan dan menggunakan perebahan tanaman. Kombinasi perlakuan diulang empat kali. Analisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara jenis pupuk kandang dengan perebahan tanaman kacang tanah terhadap bobot kering polong per plot, sedangkan  jumlah polong per sampel,  bobot basah polong per sampel,  bobot basah polong per plot, bobot kering polong per sampel dan bobot kering 100 biji menunjukkan berbeda tidak nyata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 44-49</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 44-49</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.22.g9</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Ai Julaeha, Tri Rini Kusparwanti, FNU Herlinawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/23</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T15:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Ketahanan Tujuh Genotipe Kedelai (Glicine max (L.) Merril)  Terhadap Serangan Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi)  Metode IWGSR</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uji Ketahanan Tujuh Genotipe Kedelai (Glicine max (L.) Merril)  Terhadap Serangan Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi)  Metode IWGSR</dc:title>
	<dc:creator>Listanto, Buyung Putra Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Sjamsijah, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode IWSG</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karat Daun Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Uji Ketahanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Uji Ketahanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Metode IWSG</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karat Daun Kedelai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kedelai adalah serangan penyakit karat daun yang disebabkan oleh jamur Phakopsora pachyrhizi. Untuk mendapatkan varietas unggul baru yang tahan terhadap serangan penyakit karat daun dapat dilakukan melalui kegiatan pemuliaan tanaman dan penujian tingkat ketahanannya menggunakan uji ketahanan metode IWGSR (International Working of Soybean Rush). Penelitian ini dilakukan di Desa Banjarsengon, Patrang, Jember. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 13 genotipe yang terdiri dari 4 tetua, meliputi: (1) Rajabasa, (2) Dering, (3) Polije-2 dan (4) Polije-3, 7 hasil persilangan RD, P2R, P2D, P2P3, P3R, P3D, P3P2 serta 2 varietas pembanding (1) Malabar, (2) Ringgit. Parameter pengamatan terdiri dari penghitungan   nilai   IWGSR, umur   berbunga, jumlah   polong, berat biji pertanaman, dan berat 100 biji. Kemudian data dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe P2D, P2P3, P3D, P3R dan P3P2 memiliki daya tahan terhadap serangan karat daun dengan notasi R (Resistance) dan memiliki masa berbunga cepat yaitu: 31,6 hari, 31, 8 hari, 32,2 hari, 31, 9 hari dan 32,4 hari. Hasil pertanaman ketiga genotipe tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe hasil persilangan yang lain dan empat tetua yaitu Rajabasa, Dering, Polije-2 dan Polije 3 dengan nilai P2D (16,6 gr), P2P3 (16,5 gr) serta P3D (16,9 gr). Berdasarkan penghitungan hasil per hektar genotipe P2D, P2P3, P3D, P3R dan P3P2 memiliki nilai tinggi yakni 2,76, 2,78, 2,67, 2,62 dan 2,70 ton.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kedelai adalah serangan penyakit karat daun yang disebabkan oleh jamur Phakopsora pachyrhizi. Untuk mendapatkan varietas unggul baru yang tahan terhadap serangan penyakit karat daun dapat dilakukan melalui kegiatan pemuliaan tanaman dan penujian tingkat ketahanannya menggunakan uji ketahanan metode IWGSR (International Working of Soybean Rush). Penelitian ini dilakukan di Desa Banjarsengon, Patrang, Jember. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 13 genotipe yang terdiri dari 4 tetua, meliputi: (1) Rajabasa, (2) Dering, (3) Polije-2 dan (4) Polije-3, 7 hasil persilangan RD, P2R, P2D, P2P3, P3R, P3D, P3P2 serta 2 varietas pembanding (1) Malabar, (2) Ringgit. Parameter pengamatan terdiri dari penghitungan   nilai   IWGSR, umur   berbunga, jumlah   polong, berat biji pertanaman, dan berat 100 biji. Kemudian data dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe P2D, P2P3, P3D, P3R dan P3P2 memiliki daya tahan terhadap serangan karat daun dengan notasi R (Resistance) dan memiliki masa berbunga cepat yaitu: 31,6 hari, 31, 8 hari, 32,2 hari, 31, 9 hari dan 32,4 hari. Hasil pertanaman ketiga genotipe tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe hasil persilangan yang lain dan empat tetua yaitu Rajabasa, Dering, Polije-2 dan Polije 3 dengan nilai P2D (16,6 gr), P2P3 (16,5 gr) serta P3D (16,9 gr). Berdasarkan penghitungan hasil per hektar genotipe P2D, P2P3, P3D, P3R dan P3P2 memiliki nilai tinggi yakni 2,76, 2,78, 2,67, 2,62 dan 2,70 ton.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i1.23</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 1 (2017): MARCH; 12-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 1 (2017): MARET; 12-20</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i1-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i1.23.g2</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Buyung Putra Adi Listanto, Sri Rahayu, Nurul Sjamsijah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/30</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Daya Hasil Galur MG1012 dengan Tiga Varietas Pembanding Tanaman Cabai Keriting (Capsicum Annum L.).</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uji Daya Hasil Galur MG1012 dengan Tiga Varietas Pembanding Tanaman Cabai Keriting (Capsicum Annum L.).</dc:title>
	<dc:creator>Astutik, Wiji</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Sjamsijah, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cabai Keriting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Galur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Uji Daya Hasil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cabai Keriting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Galur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Uji Daya Hasil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Varietas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil tanaman cabai keriting galur MG1012 dengan tiga varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 hingga november 2016 bertempat di Jl. Hayam wuruk, Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Terdiri dari 1 galur dan 3 varietas yaitu : A= Cabai Keriting Galur MG1012, B = Cabai Keriting Varietas KIYO, C = Cabai Keriting Varietas JINGGO, D = Cabai Keriting Varietas LADO dan diulang 4 kali. Dari hasil penelitianyang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwatanaman cabai keriting galur MG1012 lebih unggul dibandingkan tiga varietas pembanding pada beberapa parameter pengamatan yaitu memiliki tinggi tanaman 83,12 cm, umur berbunga 47 hst, panjang buah 18,30 cm, diameter buah 0,815 cm, berat per buah 6,56 gram dan jumlah biji per buah 83 buah. Tanaman galur MG1012 memiliki  hasil per tanaman yang  lebih tinggi dan berbeda nyata yaitu sebesar 686,29 gram dengan varietas JINGGO yang memiliki hasil per tanaman sebesar 506,01 gram dan LADO sebesar 562,06 gram.  </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil tanaman cabai keriting galur MG1012 dengan tiga varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 hingga november 2016 bertempat di Jl. Hayam wuruk, Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Terdiri dari 1 galur dan 3 varietas yaitu : A= Cabai Keriting Galur MG1012, B = Cabai Keriting Varietas KIYO, C = Cabai Keriting Varietas JINGGO, D = Cabai Keriting Varietas LADO dan diulang 4 kali. Dari hasil penelitianyang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwatanaman cabai keriting galur MG1012 lebih unggul dibandingkan tiga varietas pembanding pada beberapa parameter pengamatan yaitu memiliki tinggi tanaman 83,12 cm, umur berbunga 47 hst, panjang buah 18,30 cm, diameter buah 0,815 cm, berat per buah 6,56 gram dan jumlah biji per buah 83 buah. Tanaman galur MG1012 memiliki  hasil per tanaman yang  lebih tinggi dan berbeda nyata yaitu sebesar 686,29 gram dengan varietas JINGGO yang memiliki hasil per tanaman sebesar 506,01 gram dan LADO sebesar 562,06 gram.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-h</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 163-173</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 163-173</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-h/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.30.g23</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Wiji Astutik, Dwi Rahmawati, Nurul Sjamsijah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/32</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Re-Cycle Polinasi Melalui Teknik Pemangkasan dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Produksi dan Mutu Benih Terung (Solanum melongena L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efektivitas Re-Cycle Polinasi Melalui Teknik Pemangkasan dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Produksi dan Mutu Benih Terung (Solanum melongena L.)</dc:title>
	<dc:creator>Sahro, Fatimatus</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Suharjono, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dosis pupuk NPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Teknik pemangkasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Re-cycle polinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dosis pupuk NPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Teknik pemangkasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Re-cycle polinasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan mutu benih terung menggunakan teknologi Re-cycle polinasi melalui teknik pemangkasan dan dosis pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Desember 2016 di Desa Jatiagung, Kabupaten Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah teknik pemangkasan dengan menyisakan 2 ruas di atas cabang Y (T1) dan pemangkasan dengan menyisakan 3 ruas di atas cabang Y (T2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK: 120 g/tanaman (P1) 170 g/tanaman (P2), dan 220 g/tanaman (P3). Parameter pengamatan yang diamati adalah jumlah tunas, umur berbunga saat 80%, umur panen saat 80%, jumlah buah, jumlah biji bernas per buah, jumlah biji hampa per buah, jumlah biji per buah, produksi benih per hektar, uji daya kecambah benih, keserempakan tumbuh benih dan kecepatan tumbuh benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik pemangkasan hanya memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas.  Pemangkasan dengan menyisakan 3 ruas diatas cabang Y (T2) menghasilkan 11,83 tunas. Perlakuan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh nyata (*) terhadap parameter jumlah buah, bobot 1000 butir dan produksi benih per hektar, serta memberikan pengaruh yang sangat nyata (**) pada parameter pengamatan jumlah tunas, umur berbunga 80%, umur panen 80%, jumlah biji hampa perbuah dan daya kecambah benih. Dosis pupuk NPK 170 g/tanaman (P2) menghasilkan produksi tetinggi yaitu 2,7148 kw/ha.Secara bersama-sama dua perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan mutu benih terung menggunakan teknologi Re-cycle polinasi melalui teknik pemangkasan dan dosis pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Desember 2016 di Desa Jatiagung, Kabupaten Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah teknik pemangkasan dengan menyisakan 2 ruas di atas cabang Y (T1) dan pemangkasan dengan menyisakan 3 ruas di atas cabang Y (T2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK: 120 g/tanaman (P1) 170 g/tanaman (P2), dan 220 g/tanaman (P3). Parameter pengamatan yang diamati adalah jumlah tunas, umur berbunga saat 80%, umur panen saat 80%, jumlah buah, jumlah biji bernas per buah, jumlah biji hampa per buah, jumlah biji per buah, produksi benih per hektar, uji daya kecambah benih, keserempakan tumbuh benih dan kecepatan tumbuh benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik pemangkasan hanya memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas.  Pemangkasan dengan menyisakan 3 ruas diatas cabang Y (T2) menghasilkan 11,83 tunas. Perlakuan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh nyata (*) terhadap parameter jumlah buah, bobot 1000 butir dan produksi benih per hektar, serta memberikan pengaruh yang sangat nyata (**) pada parameter pengamatan jumlah tunas, umur berbunga 80%, umur panen 80%, jumlah biji hampa perbuah dan daya kecambah benih. Dosis pupuk NPK 170 g/tanaman (P2) menghasilkan produksi tetinggi yaitu 2,7148 kw/ha.Secara bersama-sama dua perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 105-117</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 105-117</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.32.g18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Fatimatus Sahro, Dwi Rahmawati, Suharjono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/33</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Adaptasi Pertumbuhan Dua Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap Pemberian Naungan: Kajian Pengembangan Budidaya di Dataran Menengah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Adaptasi Pertumbuhan Dua Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap Pemberian Naungan: Kajian Pengembangan Budidaya di Dataran Menengah</dc:title>
	<dc:creator>Sa&#039;diyyah, Iqomatus</dc:creator>
	<dc:creator>Damanhuri, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Erdiansyah, Iqbal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adaptasi pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dataran medium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Solanum tuberosum L</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Adaptasi pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dataran medium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Solanum tuberosum L</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ekstensifikasi budidaya kentang perlu dilakukan untuk mengurangi volume impor. Salah satu caranya adalah pelaksanaan budidaya kentang di dataran menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi budidaya kentang di dataran menengah melalui pengujian dua varietas dan implementasi naungan. Penelitian berlangsung selama bulan Agustus sampai dengan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial dua faktor. Faktor pertama yakni varietas terdiri dari dua jenis yaitu Granola Kembang dan Atlantik. Faktor kedua yakni naungan terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa naungan, naungan satu lapis, dan naungan dua lapis. Data dianalisa menggunakan Analysis of Variance lalu diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi naungan memberikan pengaruh nyata (*) pada pertambahan tinggi tanaman umur 10-20 HST, jumlah daun umur 30 dan 40 HST, diameter umbi hasil, serta memberikan pengaruh sangat nyata (**) pada pertambahan tinggi tanaman umur 20-30 HST. Perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata (*) pada jumlah daun umur 20 HST, jumlah tunas, panjang umbi, serta memberikan pengaruh sangat nyata (**) terhadap tinggi tanaman umur 10 HST, pertambahan tinggi tanaman umur 10-20, 20-30, dan 30-40 HST, jumlah daun umur 30 dan 40 HST, bobot dan diameter umbi. Interaksi antara naungan dan varietas memberikan pengaruh nyata (*) pada pertambahan tinggi tanaman umur 20-30 HST.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Ekstensifikasi budidaya kentang perlu dilakukan untuk mengurangi volume impor. Salah satu caranya adalah pelaksanaan budidaya kentang di dataran menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi budidaya kentang di dataran menengah melalui pengujian dua varietas dan implementasi naungan. Penelitian berlangsung selama bulan Agustus sampai dengan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial dua faktor. Faktor pertama yakni varietas terdiri dari dua jenis yaitu Granola Kembang dan Atlantik. Faktor kedua yakni naungan terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa naungan, naungan satu lapis, dan naungan dua lapis. Data dianalisa menggunakan Analysis of Variance lalu diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi naungan memberikan pengaruh nyata (*) pada pertambahan tinggi tanaman umur 10-20 HST, jumlah daun umur 30 dan 40 HST, diameter umbi hasil, serta memberikan pengaruh sangat nyata (**) pada pertambahan tinggi tanaman umur 20-30 HST. Perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata (*) pada jumlah daun umur 20 HST, jumlah tunas, panjang umbi, serta memberikan pengaruh sangat nyata (**) terhadap tinggi tanaman umur 10 HST, pertambahan tinggi tanaman umur 10-20, 20-30, dan 30-40 HST, jumlah daun umur 30 dan 40 HST, bobot dan diameter umbi. Interaksi antara naungan dan varietas memberikan pengaruh nyata (*) pada pertambahan tinggi tanaman umur 20-30 HST.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-j</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.33</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 185-194</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 185-194</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-j/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.33.g25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Iqomatus Sa&#039;diyyah, Damanhuri, Iqbal Erdiansyah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/35</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Koleksi dan Identifikasi Bakteri Penambat N pada Pusat Lokasi Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merr.) di Kabupaten Jember</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Koleksi dan Identifikasi Bakteri Penambat N pada Pusat Lokasi Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merr.) di Kabupaten Jember</dc:title>
	<dc:creator>Fajrin, Vivin Nuraini</dc:creator>
	<dc:creator>Erdiansyah, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator>Damanhuri, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedalaman Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai Edamame</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lokasi di Kabupaten Jamber</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rhizobium sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedalaman Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai Edamame</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lokasi di Kabupaten Jamber</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rhizobium sp.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bakteri penambat N pada pusat lokasi tanaman kedelai edamame (Glycine max (L.) Merr.) di Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dari bulan September 2016 hingga November 2016. Kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Biosains Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu faktor Lokasi (L) yang terdiri dari lokasi pengambilan tanah di Kecamatan Jenggawah (L1) dan di Kecamatan Ajung (L2), faktor Kedalaman (K) terdapat 3 taraf yaitu kedalaman pengambilan tanah 5 cm dari permukaan tanah (K1), 10 cm dari permukaan tanah (K2), dan 15 cm dari permukaan tanah (K3). Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif, data kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung jumlah koloni bakteri menggunakan metode TPC (Total Plate Count), data kualitatif didapatkan dari pengamatan gram staining, pengamatan kecepatan pertumbuhan bakteri dan pengamatan kemurnian bakteri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bakteri yang diisolasi dapat dikoleksi dan diidentifikasi sebagai jenis bakteri penambat N tipe bakteri Rhizobium spp. yang ditunjukkan dengan warna putih bening dan merah muda setelah dibiakkan dalam media seleksi YEMA + Congo Red. Bakteri Rhizobium sp. yang memiliki tingkat adaptasi tertinggi berasal dari Kecamatan Ajung pada kedalaman 15 cm dari permukaan tanah, yaitu sebesar 6,88x1030 CFU/g tanah.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bakteri penambat N pada pusat lokasi tanaman kedelai edamame (Glycine max (L.) Merr.) di Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dari bulan September 2016 hingga November 2016. Kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Biosains Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu faktor Lokasi (L) yang terdiri dari lokasi pengambilan tanah di Kecamatan Jenggawah (L1) dan di Kecamatan Ajung (L2), faktor Kedalaman (K) terdapat 3 taraf yaitu kedalaman pengambilan tanah 5 cm dari permukaan tanah (K1), 10 cm dari permukaan tanah (K2), dan 15 cm dari permukaan tanah (K3). Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif, data kuantitatif dilakukan dengan cara menghitung jumlah koloni bakteri menggunakan metode TPC (Total Plate Count), data kualitatif didapatkan dari pengamatan gram staining, pengamatan kecepatan pertumbuhan bakteri dan pengamatan kemurnian bakteri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bakteri yang diisolasi dapat dikoleksi dan diidentifikasi sebagai jenis bakteri penambat N tipe bakteri Rhizobium spp. yang ditunjukkan dengan warna putih bening dan merah muda setelah dibiakkan dalam media seleksi YEMA + Congo Red. Bakteri Rhizobium sp. yang memiliki tingkat adaptasi tertinggi berasal dari Kecamatan Ajung pada kedalaman 15 cm dari permukaan tanah, yaitu sebesar 6,88x1030 CFU/g tanah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 143-153</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 143-153</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.35.g19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Vivin Nuraini Fajrin, Iqbal Erdiansyah, Damanhuri</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/38</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efektivitas Ukuran Umbi dan Penambahan Biourine Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bibit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uji Efektivitas Ukuran Umbi dan Penambahan Biourine Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bibit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Unggul</dc:creator>
	<dc:creator>Syaban, Rahmat Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Ermawati, Netty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bawang Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsentrasi Biourine</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ukuran Umbi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bawang Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konsentrasi Biourine</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ukuran Umbi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu metode untuk meningkatkan produksi bawang adalah menggunakan ukuran umbi dan penambahan biourine. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengaruh ukuran umbi dan konsentrasi biourine terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah. Pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2016 penelitian ini sedang dilakukukan,  bertempat di lahan pertanian Politeknik Negeri Jember. Rancangan acak kelompok (RAK)  adalah methode yang digunakan untuk menghitung  hasil dari Penelitian yang sudah dilaksanakan tersebut, yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama merupakan ukuran umbi dan faktor kedua konsentrasi biourine. Faktor ukuran umbi terdiri dari tiga tingkat, yaitu U1 = umbi kecil (Ø = &amp;lt;1,5 cm atau &amp;lt;5 g / umbi), U2 = umbi sedang (Ø = 1,5-1,8 cm atau 5-10 g / umbi), U3 = Umbi besar (Ø =&amp;gt; 1,8 cm atau&amp;gt; 10 g / umbi. Faktor konsentrasi biourine terdiri tiga tingkat, yaitu B1 = konsentrasi 50 ml / liter, B2 = konsentrasi 75 ml / liter, B3 = konsentrasi 100 ml / liter. Data yang tersaji pada setiap parameter pengamatan penelitianakan dianalisis dengan menggunakan rumus uji F (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan ukuran umbi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan Jumlah daun pada 14 dan 28 HST. Perlakuan ukuran umbi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter Bobot umbi basah, umbi kering dan jumlah umbi per rumpun juga, sedangkan perlakuan konsentrasi biourine berpengaruh signifikan terhadap parameter diameter umbi. Interaksi ukuran umbi dan konsentrasi biourine tidak memberikan pengaruh yang signifikan Semua parameter pengamatan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu metode untuk meningkatkan produksi bawang adalah menggunakan ukuran umbi dan penambahan biourine. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengaruh ukuran umbi dan konsentrasi biourine terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah. Pada bulan Agustus sampai bulan Oktober 2016 penelitian ini sedang dilakukukan,  bertempat di lahan pertanian Politeknik Negeri Jember. Rancangan acak kelompok (RAK)  adalah methode yang digunakan untuk menghitung  hasil dari Penelitian yang sudah dilaksanakan tersebut, yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama merupakan ukuran umbi dan faktor kedua konsentrasi biourine. Faktor ukuran umbi terdiri dari tiga tingkat, yaitu U1 = umbi kecil (Ø = &amp;lt;1,5 cm atau &amp;lt;5 g / umbi), U2 = umbi sedang (Ø = 1,5-1,8 cm atau 5-10 g / umbi), U3 = Umbi besar (Ø =&amp;gt; 1,8 cm atau&amp;gt; 10 g / umbi. Faktor konsentrasi biourine terdiri tiga tingkat, yaitu B1 = konsentrasi 50 ml / liter, B2 = konsentrasi 75 ml / liter, B3 = konsentrasi 100 ml / liter. Data yang tersaji pada setiap parameter pengamatan penelitianakan dianalisis dengan menggunakan rumus uji F (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan ukuran umbi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan Jumlah daun pada 14 dan 28 HST. Perlakuan ukuran umbi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter Bobot umbi basah, umbi kering dan jumlah umbi per rumpun juga, sedangkan perlakuan konsentrasi biourine berpengaruh signifikan terhadap parameter diameter umbi. Interaksi ukuran umbi dan konsentrasi biourine tidak memberikan pengaruh yang signifikan Semua parameter pengamatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-c</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 118-125</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 118-125</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-c/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.38.g17</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Unggul Nugroho, Rahmat Ali Syaban, Netty Ermawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/40</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Konsentrasi dan Interval Pemberian Urin Sapi Fermentasi terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Metode Single Bud Planting (SBP)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Konsentrasi dan Interval Pemberian Urin Sapi Fermentasi terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Metode Single Bud Planting (SBP)</dc:title>
	<dc:creator>Bari, Zainullah Fathul</dc:creator>
	<dc:creator>Bintoro, Mochamat</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyono, Nantil Bambang Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Interval</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsentrasi Single Bud Planting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Urin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Interval</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konsentrasi Single Bud Planting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Urin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu teknik untuk mengoptimalkan pembibitan bibit tebu yaitu menggunakan metode single bud planting, dengan memberikan zat pengatur tumbuh alami urin sapi fermentasi. Zat pengatur tumbuh sangat penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan bibit tebu, akan tetapi konsentrasi dan interval harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan interval pemberian urin sapi fermentasi yang tepat. Penelitian dilakukan dibulan agustus-november 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorialterdiri 2 faktor dan diulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15%) dan faktor kedua adalah (satu minggu, dua minggu, dan tiga minggu). Hasilnya menunjukkan bahwa urin sapi konsentrasi 15% memberikan pengaruh nyata pada pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang bibit tebu pada umur 56 dan 70 hari setelah tanam. Pemberian urin sapi dengan interval satu minggu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan tinggi bibit tebu pada umur 70 HST. interaksi terbaik penggunaan urin sapi yaitu konsentrasi 15% +  interval satu minggu pengaruh  nyata pada panjang akar dan volume akar bibit tebu.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu teknik untuk mengoptimalkan pembibitan bibit tebu yaitu menggunakan metode single bud planting, dengan memberikan zat pengatur tumbuh alami urin sapi fermentasi. Zat pengatur tumbuh sangat penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan bibit tebu, akan tetapi konsentrasi dan interval harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan interval pemberian urin sapi fermentasi yang tepat. Penelitian dilakukan dibulan agustus-november 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorialterdiri 2 faktor dan diulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15%) dan faktor kedua adalah (satu minggu, dua minggu, dan tiga minggu). Hasilnya menunjukkan bahwa urin sapi konsentrasi 15% memberikan pengaruh nyata pada pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang bibit tebu pada umur 56 dan 70 hari setelah tanam. Pemberian urin sapi dengan interval satu minggu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan tinggi bibit tebu pada umur 70 HST. interaksi terbaik penggunaan urin sapi yaitu konsentrasi 15% +  interval satu minggu pengaruh  nyata pada panjang akar dan volume akar bibit tebu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 134-142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 134-142</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.40.g22</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Zainullah Fathul Bari, Mochamat Bintoro, Nantil Bambang Eko Sulistyono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/43</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efektivitas Saat Pemberian dan Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Produksi dan Mutu Benih Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uji Efektivitas Saat Pemberian dan Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Produksi dan Mutu Benih Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)</dc:title>
	<dc:creator>Marom, Nailul</dc:creator>
	<dc:creator>Rizal, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Bintoro, Mochamat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PGPR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Saat pemberian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsentrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kacang tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">PGPR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Saat pemberian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konsentrasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi dan mutu benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dapat ditingkatkan dengan menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui produksi dan mutu benih kacang tanah dengan perbedaan saat pemberian dan perbedaan konsentrasi PGPR. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2016 dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah saat pemberian PGPR terdiri dari saat perendaman (W1), saat tanam (W2) dan saat fase vegetatif (W3). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 0 ml/l (K0), 7,5 ml/l (K1), 10 ml/l (K2), dan 12,5 ml/l (K3). Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman, umur berbunga rata-rata, jumlah polong per rumpun tanaman, berat basah polong per rumpun tanaman, berat kering polong per rumpun tanaman, bobot 100 butir benih, produksi polong kering per hektar, daya berkecambah benih, Kecepatan tumbuh Benih, Dan keserempakan tumbuh benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah konsentrasi PGPR 12,5 ml/l yang memberikan pengaruh nyata sampai sangat nyata pada parameter pertambahan tinggi tanaman pada fase vegetatif (15 HST sampai 30 HST), pertambahan tinggi tanaman pada stadium pembentukan polong ( 30 HST sampai 45 HST), umur berbunga rata-rata, berat basah polong per rumpun, berat kering polong per rumpun, bobot 100 butir benih, dan produksi polong kering per hektar.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Produksi dan mutu benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dapat ditingkatkan dengan menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui produksi dan mutu benih kacang tanah dengan perbedaan saat pemberian dan perbedaan konsentrasi PGPR. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2016 dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah saat pemberian PGPR terdiri dari saat perendaman (W1), saat tanam (W2) dan saat fase vegetatif (W3). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 0 ml/l (K0), 7,5 ml/l (K1), 10 ml/l (K2), dan 12,5 ml/l (K3). Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman, umur berbunga rata-rata, jumlah polong per rumpun tanaman, berat basah polong per rumpun tanaman, berat kering polong per rumpun tanaman, bobot 100 butir benih, produksi polong kering per hektar, daya berkecambah benih, Kecepatan tumbuh Benih, Dan keserempakan tumbuh benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah konsentrasi PGPR 12,5 ml/l yang memberikan pengaruh nyata sampai sangat nyata pada parameter pertambahan tinggi tanaman pada fase vegetatif (15 HST sampai 30 HST), pertambahan tinggi tanaman pada stadium pembentukan polong ( 30 HST sampai 45 HST), umur berbunga rata-rata, berat basah polong per rumpun, berat kering polong per rumpun, bobot 100 butir benih, dan produksi polong kering per hektar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 174-184</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 174-184</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.43.g24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Nailul Marom, Rizal, Mochamat Bintoro</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/44</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Korelasi Tingkat Naungan dan Cekaman Air Terhadap Variabel Laju Pertumbuhan Relatif  Tumbuhan Ageratum conyzoides Linn.</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Korelasi Tingkat Naungan dan Cekaman Air Terhadap Variabel Laju Pertumbuhan Relatif  Tumbuhan Ageratum conyzoides Linn.</dc:title>
	<dc:creator>Busaifi, Riski</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ageratum conyzoides Linn.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">naungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cekaman air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Laju pertumbuhan relatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ageratum conyzoides Linn.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">naungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">cekaman air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Laju pertumbuhan relatif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi tingkat naungan dan cekaman air pada laju pertumbuhan relatif tumbuhan Ageratum conyzoides Linn. Penelitian dilaksanakan di Lahan PPPPTK Pertanian Cianjur yang berlangsung pada bulan Desember 2012 sampai Februari 2013. percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat naungan sebagai petak utama yang terdiri dari naungan 0%, 25%, 45%, dan 55%, sebagai anak petak cekaman kekeringan (% Kapasitas Lapang) terdiri dari 100%, 80%, 60%, dan 40% Kapasitas Lapang (KL). terdapat 16 Kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan . setiap satuan perlakuan terdapat 4 tumbuhan yang seluruhny diamati. hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat naungan dan cekaman kekeringan berkorelasi positif terhadap Laju Pertumbuhan Relatif, bobot segar, bobot kering dan luas daun tumbuhan Ageratum conyzoides Linn.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi tingkat naungan dan cekaman air pada laju pertumbuhan relatif tumbuhan Ageratum conyzoides Linn. Penelitian dilaksanakan di Lahan PPPPTK Pertanian Cianjur yang berlangsung pada bulan Desember 2012 sampai Februari 2013. percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat naungan sebagai petak utama yang terdiri dari naungan 0%, 25%, 45%, dan 55%, sebagai anak petak cekaman kekeringan (% Kapasitas Lapang) terdiri dari 100%, 80%, 60%, dan 40% Kapasitas Lapang (KL). terdapat 16 Kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan . setiap satuan perlakuan terdapat 4 tumbuhan yang seluruhny diamati. hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat naungan dan cekaman kekeringan berkorelasi positif terhadap Laju Pertumbuhan Relatif, bobot segar, bobot kering dan luas daun tumbuhan Ageratum conyzoides Linn.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.44</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 154-162</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 154-162</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.44.g20</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Riski Busaifi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/45</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mikropropagasi Tangkai Daun Iles-Iles  (Amorphophallus muelleri Blume) Secara In Vitro dengan Penambahan ZPT BAP dan NAA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Mikropropagasi Tangkai Daun Iles-Iles  (Amorphophallus muelleri Blume) Secara In Vitro dengan Penambahan ZPT BAP dan NAA</dc:title>
	<dc:creator>Prayana, Fitri Aries</dc:creator>
	<dc:creator>Djenal, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Wardana, Rudi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Amorphophallus muelleri Blume</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikropropagasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NAA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Zat pengatur tumbuh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Amorphophallus muelleri Blume</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mikropropagasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">NAA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Zat pengatur tumbuh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan jenis tanaman umbi-umbian dari suku Araceaea yang bermanfaat untuk menjadi bahan diversifikasi pangan. Perbanyakan iles-iles membutuhkan waktu lama sehingga dibutuhkan alternatif perbanyakan dengan kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ZPT BAP dan NAA yang tepat untuk perbanyakan tangkai daun iles-iles. Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan sejak bulan Agustus 2016 sampai bulan Februari 2017. Penelitian ini dilaksanakan di Lab. Kuljar Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor, 9 kombinasi perlakuan, dan 6 ulangan. Faktor pertama yakni ZPT BAP terdiri dari 3 taraf yaitu 1; 2; dan 3 mg/l. Faktor kedua yakni ZPT NAA terdiri dari 3 taraf yaitu 0,1; 0,2; dan 0,3 mg/l. Data dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance lalu diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1 mg/l dan 2 mg/l BAP berpengaruh terhadap parameter kedinian terbentuknya kalus, kuantitas kalus dan kedinian terbentuknya akar. Perlakuan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter tinggi tunas umur 63 HST. Interaksi 1 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter jumlah tunas umur 63 HST dan tinggi tunas umur 63 HST. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan ZPT BAP dan NAA yang berbeda mampu memberikan pengaruh terhadap mikropropagasi tangkai daun iles-iles terutama pada pembentukan tunas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan jenis tanaman umbi-umbian dari suku Araceaea yang bermanfaat untuk menjadi bahan diversifikasi pangan. Perbanyakan iles-iles membutuhkan waktu lama sehingga dibutuhkan alternatif perbanyakan dengan kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ZPT BAP dan NAA yang tepat untuk perbanyakan tangkai daun iles-iles. Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan sejak bulan Agustus 2016 sampai bulan Februari 2017. Penelitian ini dilaksanakan di Lab. Kuljar Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor, 9 kombinasi perlakuan, dan 6 ulangan. Faktor pertama yakni ZPT BAP terdiri dari 3 taraf yaitu 1; 2; dan 3 mg/l. Faktor kedua yakni ZPT NAA terdiri dari 3 taraf yaitu 0,1; 0,2; dan 0,3 mg/l. Data dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance lalu diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1 mg/l dan 2 mg/l BAP berpengaruh terhadap parameter kedinian terbentuknya kalus, kuantitas kalus dan kedinian terbentuknya akar. Perlakuan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter tinggi tunas umur 63 HST. Interaksi 1 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA berpengaruh terhadap parameter jumlah tunas umur 63 HST dan tinggi tunas umur 63 HST. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan ZPT BAP dan NAA yang berbeda mampu memberikan pengaruh terhadap mikropropagasi tangkai daun iles-iles terutama pada pembentukan tunas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-a</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.45</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 95-104</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 95-104</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-a/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.45.g14</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Fitri Aries Prayana, Djenal, Rudi Wardana</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/46</identifier>
				<datestamp>2022-05-18T16:45:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Ketahanan Galur Cabai Keriting MG1012 (Capsicum annum L.) Terhadap Hama  Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulz).</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uji Ketahanan Galur Cabai Keriting MG1012 (Capsicum annum L.) Terhadap Hama  Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulz).</dc:title>
	<dc:creator>Mukhtadhor, Manar</dc:creator>
	<dc:creator>Suharjono, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Galur cabai keriting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Uji ketahanan hama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Galur cabai keriting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Uji ketahanan hama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Varietas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan  yang mengandung nilai gizi  dan finansial tinggi. produksi cabai di Jawa Timur pada tahun 2011-2014 mengalami peningkatan tetapi pada tahun 2015 mengalami penurunan cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan produksi dan ketahanan cabai keriting adalah dengan penciptaan varietas baru yang tahan terhadap hama dan penyakit . Penelitian ini dilaksanakan bulan 13 April sampai 26 September 2016. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Hayam Wuruk 1, Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Ketinggian tempat 100-700 m dpl,. Penelitian ini diaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Non faktorial dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuan tersebut sebagai berikut A = Benih Cabai Keriting Galur MG1012, B = Benih Cabai Keriting Varietas KIYO , C = Benih Cabai Keriting Varietas JINGGO , D = Benih Cabai Keriting Varietas LADO. Data Observasi dianalisi dengan menggunakan uji rumus F (ANOVA) diikuti oleh uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menjelaskan bahwa intensitas serangan hama kutu daun persik (Myzus Persicae L) pada galur MG1012 berpengaruh sangat nyata. Intensitas serangan adalah 4,53 dan termasuk dalam kategori sangat tahan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan  yang mengandung nilai gizi  dan finansial tinggi. produksi cabai di Jawa Timur pada tahun 2011-2014 mengalami peningkatan tetapi pada tahun 2015 mengalami penurunan cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan produksi dan ketahanan cabai keriting adalah dengan penciptaan varietas baru yang tahan terhadap hama dan penyakit . Penelitian ini dilaksanakan bulan 13 April sampai 26 September 2016. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Hayam Wuruk 1, Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Ketinggian tempat 100-700 m dpl,. Penelitian ini diaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Non faktorial dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuan tersebut sebagai berikut A = Benih Cabai Keriting Galur MG1012, B = Benih Cabai Keriting Varietas KIYO , C = Benih Cabai Keriting Varietas JINGGO , D = Benih Cabai Keriting Varietas LADO. Data Observasi dianalisi dengan menggunakan uji rumus F (ANOVA) diikuti oleh uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menjelaskan bahwa intensitas serangan hama kutu daun persik (Myzus Persicae L) pada galur MG1012 berpengaruh sangat nyata. Intensitas serangan adalah 4,53 dan termasuk dalam kategori sangat tahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-d</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v1i2.46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 1 No. 2 (2017): SEPTEMBER; 126-133</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 1 No 2 (2017): SEPTEMBER; 126-133</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v1i2-d/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v1i2.46.g21</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Manar Mukhtadhor, Suharjono, Sri Rahayu</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/55</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:05:12Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Teknik Detasseling dan Rasio Pemupukan Fosfor dan Kalium terhadap Hasil Panen Jagung</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Teknik Detasseling dan Rasio Pemupukan Fosfor dan Kalium terhadap Hasil Panen Jagung</dc:title>
	<dc:creator>Damanhuri, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Dianti, Sania Vista</dc:creator>
	<dc:creator>Soelaksini, Liliek Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Detasseling</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasio Pupuk Fosfor dan Kalium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Detasseling</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rasio Pupuk Fosfor dan Kalium</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil panen jagung melalui aplikasi teknik detasseling dan rasio pemupukan fosfor dan kalium. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai Desember 2016 di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, 4 ulangan dan 6 perlakuan. Faktor pertama adalah aplikasi detasseling yang terdiri dari 2 taraf, A1= detasseling, A2= nondetasseling. Faktor kedua adalah rasio pemupukan Fosfor dan Kalium yang terdiri dari 3 taraf, B1= SP-36 1,6 gr/tan dan KCl 1 gr/tan, B2= SP-36 2 gr/tan dan KCl 1,6 gr/tan, B3= SP-36 2,5 gr/tan dan KCl 2 gr/tan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan selanjutnya diuji lanjut menggunakan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi detasselingmemberikan pengaruh nyata terhadap hasil panen bobot tongkol kering berkelobot persampel 203,05 gr, bobot tongkol tanpa kelobot 174,75 gr, panjang tongkol  16,54 cm, bobot pipilan kering persampel 106,58 gr, dan bobot pipilan perplot 6607,33 gr. Sehingga aplikasi detasseling mampu meningkatkan hasil panen tongkol sebesar 6,01% dan pipilan kering sebesar 15% dibandingkan tanpa detasseling.Sedangkan perlakuan rasio pemupukan fosfor dan kalium serta Interaksi keduanya memberikan pengaruh tidak nyata.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil panen jagung melalui aplikasi teknik detasseling dan rasio pemupukan fosfor dan kalium. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai Desember 2016 di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, 4 ulangan dan 6 perlakuan. Faktor pertama adalah aplikasi detasseling yang terdiri dari 2 taraf, A1= detasseling, A2= nondetasseling. Faktor kedua adalah rasio pemupukan Fosfor dan Kalium yang terdiri dari 3 taraf, B1= SP-36 1,6 gr/tan dan KCl 1 gr/tan, B2= SP-36 2 gr/tan dan KCl 1,6 gr/tan, B3= SP-36 2,5 gr/tan dan KCl 2 gr/tan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan selanjutnya diuji lanjut menggunakan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi detasselingmemberikan pengaruh nyata terhadap hasil panen bobot tongkol kering berkelobot persampel 203,05 gr, bobot tongkol tanpa kelobot 174,75 gr, panjang tongkol  16,54 cm, bobot pipilan kering persampel 106,58 gr, dan bobot pipilan perplot 6607,33 gr. Sehingga aplikasi detasseling mampu meningkatkan hasil panen tongkol sebesar 6,01% dan pipilan kering sebesar 15% dibandingkan tanpa detasseling.Sedangkan perlakuan rasio pemupukan fosfor dan kalium serta Interaksi keduanya memberikan pengaruh tidak nyata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 144-153</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 144-153</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.55.g45</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 FNU Damanhuri, Sania Vista Dianti, Liliek Dwi Soelaksini</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/57</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:16:42Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Seleksi Karakter Umur Pendek dan Potensi Hasil Tinggi  pada Beberapa Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Generasi F6</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Seleksi Karakter Umur Pendek dan Potensi Hasil Tinggi  pada Beberapa Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Generasi F6</dc:title>
	<dc:creator>Farida, Ika Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Sjamsijah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Genotipe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemajuan genetik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persilangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seleksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Genotipe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kemajuan genetik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Persilangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Seleksi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon seleksi hasil persilangan tanaman F6 karakter umur pendek dan potensi hasil tinggi pada beberapa genotipe hasil persilangan dengan menggunakan seleksi pedigree dan mengetahui nilai kemajuan genetik dari genotipe hasil persilangan tanaman F6. Penelitian dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2016 hingga Januari 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 11 genotipe tanaman yang terdiri dari empat tetua Dering, Rajabasa, Polije 2, Polije 3 dan tujuh genotipe hasil persilangan RD, P2D, P2R, P2P3, P3D, P3R, P3P2 serta varietas Malabar sebagai varietas pembanding. Parameter terdiri dari umur berbunga, umur panen, bobot 100 biji, hasil per tanaman, hasil per plot dan potensi hasil per Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 11 genotipe hasil seleksi tanaman kedelai memberikan pengaruh sangat nyata pada karakter umur berbunga dan karakter bobot 100 biji. Nilai kemajuan genetik karakter umur panen (2,229%) termasuk kategori rendah. Nilai kemajuan genetik karakter umur berbunga (7,231%), bobot 100 biji (8,993%), hasil per tanaman (7,772%), hasil per plot (7,772%) dan potensi hasil per Ha (7,772%) termasuk kategori sedang.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon seleksi hasil persilangan tanaman F6 karakter umur pendek dan potensi hasil tinggi pada beberapa genotipe hasil persilangan dengan menggunakan seleksi pedigree dan mengetahui nilai kemajuan genetik dari genotipe hasil persilangan tanaman F6. Penelitian dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2016 hingga Januari 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 11 genotipe tanaman yang terdiri dari empat tetua Dering, Rajabasa, Polije 2, Polije 3 dan tujuh genotipe hasil persilangan RD, P2D, P2R, P2P3, P3D, P3R, P3P2 serta varietas Malabar sebagai varietas pembanding. Parameter terdiri dari umur berbunga, umur panen, bobot 100 biji, hasil per tanaman, hasil per plot dan potensi hasil per Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 11 genotipe hasil seleksi tanaman kedelai memberikan pengaruh sangat nyata pada karakter umur berbunga dan karakter bobot 100 biji. Nilai kemajuan genetik karakter umur panen (2,229%) termasuk kategori rendah. Nilai kemajuan genetik karakter umur berbunga (7,231%), bobot 100 biji (8,993%), hasil per tanaman (7,772%), hasil per plot (7,772%) dan potensi hasil per Ha (7,772%) termasuk kategori sedang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-d</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 27-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 27-36</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-d/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.57.g29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Ika Nur Farida, Nurul Sjamsijah, Dwi Rahmawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/64</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:00:22Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Blotong Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Tiga Varietas Sistem Bud Chips</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Blotong Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Tiga Varietas Sistem Bud Chips</dc:title>
	<dc:creator>Sulistiyono, Nantil Bambang Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Yudayantho, Irfa&#039;</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bud Chips</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Komposisi Media Tanam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas Tebu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bud Chips</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Komposisi Media Tanam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Varietas Tebu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan tiga varietas tebu sistem bud chips. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 Januari - 31 Mei 2017 bertempat di Lahan Politeknik Negeri Jember. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) yaitu M1 = tanah : blotong (50% : 50%), M2 = tanah : blotong (30% : 70%), M3 = tanah : blotong : pasir (10% : 70% : 20%) dan M4 = blotong (100%). Faktor ke-dua adalah varietas tebu (V) yaitu V1 = Varietas PS 881, V2 = Varietas PS 862 dan V3 = Varietas PS 864. Hasil sidik ragam signifikan, diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil analisa bahwa perlakuan komposisi media tanam menunjukkan berbeda nyata pada berat basah akar. Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan, panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar. Perlakuan interaksi berpengaruh nyata terhadap diameter batang, jumlah anakan, berat basah akar dan berat kering akar. Sedangkan jumlah daun dan berat basah brangkasan menunjukkan berpengaruh tidak nyata dari semua perlakuan yang diujikan terhadap pertumbuhan bibit tebu sistem bud chips.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan tiga varietas tebu sistem bud chips. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 02 Januari - 31 Mei 2017 bertempat di Lahan Politeknik Negeri Jember. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) yaitu M1 = tanah : blotong (50% : 50%), M2 = tanah : blotong (30% : 70%), M3 = tanah : blotong : pasir (10% : 70% : 20%) dan M4 = blotong (100%). Faktor ke-dua adalah varietas tebu (V) yaitu V1 = Varietas PS 881, V2 = Varietas PS 862 dan V3 = Varietas PS 864. Hasil sidik ragam signifikan, diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil analisa bahwa perlakuan komposisi media tanam menunjukkan berbeda nyata pada berat basah akar. Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan, panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar. Perlakuan interaksi berpengaruh nyata terhadap diameter batang, jumlah anakan, berat basah akar dan berat kering akar. Sedangkan jumlah daun dan berat basah brangkasan menunjukkan berpengaruh tidak nyata dari semua perlakuan yang diujikan terhadap pertumbuhan bibit tebu sistem bud chips.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-a</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 87-97</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 87-97</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-a/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.64.g38</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Nantil Bambang Eko Sulistiyono, Irfa&#039; Yudayantho, Sri Rahayu</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/65</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:01:08Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Jenis Pupuk Organik Padat dan MOL (Mikro Organisme Lokal) Bonggol Pisang Terhadap Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima-1</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Jenis Pupuk Organik Padat dan MOL (Mikro Organisme Lokal) Bonggol Pisang Terhadap Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima-1</dc:title>
	<dc:creator>Soelaksini, Liliek Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Yesi, Vivin Apria</dc:creator>
	<dc:creator>Herlinawati, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang hijau varietas Vima-1</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MOL bonggol pisang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk organik padat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kacang hijau varietas Vima-1</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">MOL bonggol pisang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk organik padat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian aplikasi jenis pupuk organik padat dan MOL (Mikro Organisme Lokal) bonggol pisang bertujuan mengetahui respon produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima-1. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, mulai dari bulan oktober 2016 sampai febuari 2017 di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial. Faktor pertama pemberian jenis pupuk organik padat (J) : tanpa pupuk kandang (J0), pupuk kandang ayam 2 kg/plot (J1), pupuk kandang kambing 2 kg/plot (J2). Faktor kedua pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang : tanpa pemberian mol (M0), 100 ml/l air (M1), 200 ml/l air (M2), 300 ml/l air (M3), yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik padat terutama pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 15 HST, 30 HST dan berat kering polong per sampel dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji per sampel dan berat 100 biji. Perlakuan konsentrasi MOL bonggol pisang memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter jumlah cabang produktif. Interaksi jenis pupuk organik padat dan MOL bonggol pisang tidak memberikan pengaruh (non significant) terhadap semua parameter</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian aplikasi jenis pupuk organik padat dan MOL (Mikro Organisme Lokal) bonggol pisang bertujuan mengetahui respon produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima-1. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, mulai dari bulan oktober 2016 sampai febuari 2017 di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial. Faktor pertama pemberian jenis pupuk organik padat (J) : tanpa pupuk kandang (J0), pupuk kandang ayam 2 kg/plot (J1), pupuk kandang kambing 2 kg/plot (J2). Faktor kedua pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang : tanpa pemberian mol (M0), 100 ml/l air (M1), 200 ml/l air (M2), 300 ml/l air (M3), yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik padat terutama pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 15 HST, 30 HST dan berat kering polong per sampel dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji per sampel dan berat 100 biji. Perlakuan konsentrasi MOL bonggol pisang memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter jumlah cabang produktif. Interaksi jenis pupuk organik padat dan MOL bonggol pisang tidak memberikan pengaruh (non significant) terhadap semua parameter</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 98-105</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 98-105</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.65.g37</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Liliek Dwi Soelaksini, Vivin Apria Yesi, FNU Herlinawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/70</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:17:29Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penampilan Beberapa Galur Kedelai Pada Cekaman Kekeringan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penampilan Beberapa Galur Kedelai Pada Cekaman Kekeringan</dc:title>
	<dc:creator>Suyamto, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Galur Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indek Toleransi Cekaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kekeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Galur Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Indek Toleransi Cekaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kekeringan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kekeringan merupakan faktor pembatas yang menyebabkan penurunan produktivitas hingga 55%. Salah satu penyebab rendahnya produksi kedelai di Indonesia adalah penanaman kedelai dilakukan di lahan yang ketersediaan airnya terbatas. Seleksi yang digunakan untuk mendapatkan varietas kedelai yang tahan terhadap kekeringan serta memiliki produksi yang tinggi yaitu dengan karakterisasi hasil biji dan indeks toleransi cekaman (ITC). Sebanyak 30 galur kedelai dievaluasi di dua lingkungan tumbuh yaitu diberi perlakuan pengairan optimal dengan 6 kali pengairan setiap 15 hari sekali dan pengairan 3 kali setiap 15 hari sekali (cekaman kekeringan). Penelitian lapang menggunakan rancangan petak terpisah diulang dua kali, dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm dengan dua tanaman per-rumpun. Tiap galur ditanam 4 baris dengan panjang baris 4,5 m. Tanaman di pupuk dengan pupuk dasar sebanyak 50 kg Urea, 100 kg SP.36 dan 75 kg KCl per hektar yang diberikan pada saat tanam. Penelitian dilaksanakan di KP. Genteng dan KP. Muneng pada bulan Juli 2015. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang nyata antar lokasi (Genteng dan Muneng), dimana hasil kedelai di Genteng lebih baik dari pada di Muneng. Demikian juga dengan lingkungan tumbuh menunjukkan perbedaan yang nyata dimana cekaman kekeringan selama fase pengisian polong/biji pada kedelai dapat menurunkan hasil sebesar 26% dibanding dengan hasil yang mendapat pengairan optimal. Tidak ada pengaruh interaksi antara lokasi dan perlakuan pengairan terhadap hasil. Terdapat 6 galur yang memiliki potensi hasil dan nilai indeks toleransi cekaman lebih besar dari pada varietas Wilis yaitu KP/2805-1, DV/2984-2, DV/2984-3, KP/3072-2, MLG-2805 dan varietas Tidar dengan potensi hasil berturut-turut 1.097, 1.074, 1.137, 1.107, 1.176 dan 1.111 t/ha sedangkan varietas Wilis 1.053 t/ha. Tiga diantaranya yaitu KP/2805-1, DV/2984-3 dan KP/3072-2 memiliki ukuran biji lebih besar dan umur berbunga lebih panjang dibanding Wilis, Tidar dan MLG-2805.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kekeringan merupakan faktor pembatas yang menyebabkan penurunan produktivitas hingga 55%. Salah satu penyebab rendahnya produksi kedelai di Indonesia adalah penanaman kedelai dilakukan di lahan yang ketersediaan airnya terbatas. Seleksi yang digunakan untuk mendapatkan varietas kedelai yang tahan terhadap kekeringan serta memiliki produksi yang tinggi yaitu dengan karakterisasi hasil biji dan indeks toleransi cekaman (ITC). Sebanyak 30 galur kedelai dievaluasi di dua lingkungan tumbuh yaitu diberi perlakuan pengairan optimal dengan 6 kali pengairan setiap 15 hari sekali dan pengairan 3 kali setiap 15 hari sekali (cekaman kekeringan). Penelitian lapang menggunakan rancangan petak terpisah diulang dua kali, dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm dengan dua tanaman per-rumpun. Tiap galur ditanam 4 baris dengan panjang baris 4,5 m. Tanaman di pupuk dengan pupuk dasar sebanyak 50 kg Urea, 100 kg SP.36 dan 75 kg KCl per hektar yang diberikan pada saat tanam. Penelitian dilaksanakan di KP. Genteng dan KP. Muneng pada bulan Juli 2015. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang nyata antar lokasi (Genteng dan Muneng), dimana hasil kedelai di Genteng lebih baik dari pada di Muneng. Demikian juga dengan lingkungan tumbuh menunjukkan perbedaan yang nyata dimana cekaman kekeringan selama fase pengisian polong/biji pada kedelai dapat menurunkan hasil sebesar 26% dibanding dengan hasil yang mendapat pengairan optimal. Tidak ada pengaruh interaksi antara lokasi dan perlakuan pengairan terhadap hasil. Terdapat 6 galur yang memiliki potensi hasil dan nilai indeks toleransi cekaman lebih besar dari pada varietas Wilis yaitu KP/2805-1, DV/2984-2, DV/2984-3, KP/3072-2, MLG-2805 dan varietas Tidar dengan potensi hasil berturut-turut 1.097, 1.074, 1.137, 1.107, 1.176 dan 1.111 t/ha sedangkan varietas Wilis 1.053 t/ha. Tiga diantaranya yaitu KP/2805-1, DV/2984-3 dan KP/3072-2 memiliki ukuran biji lebih besar dan umur berbunga lebih panjang dibanding Wilis, Tidar dan MLG-2805.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.70</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 37-43</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 37-43</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.70.g30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 FNU Suyamto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/72</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:21:25Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman  Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Pemberian Naungan dan Pupuk Kieserite di Dataran Medium</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman  Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Pemberian Naungan dan Pupuk Kieserite di Dataran Medium</dc:title>
	<dc:creator>Purnomo, Dedi</dc:creator>
	<dc:creator>Damanhuri, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Winarno, Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dataran medium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Respon pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Solanum tuberosum L.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dataran medium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Respon pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Solanum tuberosum L.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan budidaya kentang perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi nasional, salah satu langkahnya yaitu dengan mengembangkan kentang di dataran medium 300 sampai 700 m dpl. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi budidaya kentang pada dataran medium melalui pengaplikasian pupuk kieserite (Mg) dan naungan. Pelaksanaan penelitian di mulai dari bulan Agustus 2016 sampai dengan bulan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk kieserite terdiri dari lima taraf : 0 kg/ha, 50 kg/ha, 100 kg/ha, 150 kg/ha, dan 200 kg/ha. Faktor kedua yaitu naungan dengan kerapatan 60% dan tanpa naungan. Hasil analisis data menunjukkan penggunaan naungan dengan kerapatan 60% berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 14 HST, 28 HST, dan 42 HST, luas daun 42 HST, serta berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah umbi persampel, berat umbi persampel dan tidak berpengaruh nyata pada jumlah cabang tanaman. Perlakuan pupuk kieserite (Mg) memberikan pengaruh nyata pada jumlah cabang tanaman umur 42 HST, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 14 HST, 28 HST, dan 42 HST, luas daun 42 HST, jumlah umbi persampel, berat umbi persampel. Interaksi antara naungan dan pupuk kieserite (Mg) tidak  memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang, jumlah umbi, dan berat umbi, hal ini diduga karena kurang sesuainya dosis dan intensitas pemberian pupuk kieserite (Mg) yang di aplikasikan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pengembangan budidaya kentang perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi nasional, salah satu langkahnya yaitu dengan mengembangkan kentang di dataran medium 300 sampai 700 m dpl. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi budidaya kentang pada dataran medium melalui pengaplikasian pupuk kieserite (Mg) dan naungan. Pelaksanaan penelitian di mulai dari bulan Agustus 2016 sampai dengan bulan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk kieserite terdiri dari lima taraf : 0 kg/ha, 50 kg/ha, 100 kg/ha, 150 kg/ha, dan 200 kg/ha. Faktor kedua yaitu naungan dengan kerapatan 60% dan tanpa naungan. Hasil analisis data menunjukkan penggunaan naungan dengan kerapatan 60% berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 14 HST, 28 HST, dan 42 HST, luas daun 42 HST, serta berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah umbi persampel, berat umbi persampel dan tidak berpengaruh nyata pada jumlah cabang tanaman. Perlakuan pupuk kieserite (Mg) memberikan pengaruh nyata pada jumlah cabang tanaman umur 42 HST, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 14 HST, 28 HST, dan 42 HST, luas daun 42 HST, jumlah umbi persampel, berat umbi persampel. Interaksi antara naungan dan pupuk kieserite (Mg) tidak  memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang, jumlah umbi, dan berat umbi, hal ini diduga karena kurang sesuainya dosis dan intensitas pemberian pupuk kieserite (Mg) yang di aplikasikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 67-78</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 67-78</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.72.g35</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Dedi Purnomo, FNU Damanhuri, Wahyu Winarno</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/76</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:20:25Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Limbah Kardus dan Pupuk Organik Cair Sebagai Campuran Media Tanam Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pemanfaatan Limbah Kardus dan Pupuk Organik Cair Sebagai Campuran Media Tanam Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)</dc:title>
	<dc:creator>Pamungkas, Saktiyono Sigit Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jamur tiram putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Serbuk gergaji</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk organik cair</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jamur tiram putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Serbuk gergaji</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk organik cair</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jamur Tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur yang dimanfaatkan untuk bahan makanan karena kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan jamur lain. Upaya untuk meningkatkan produksi jamur ini masih terus dilakukan, misalnya dengan penggunaan campuran media tanam dan aplikasi pupuk organik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis campuran media tanam, pemberian pupuk cair serta interaksi keduanya guna pertumbuhan jamur tiram putih. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Rumah Jamur Agrojamur Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok  lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis campuran media tanam dan dosis pupuk organik cair. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah saat muncul tubuh buah, jumlah tubuh buah jamur keseluruhan, kadar air jamur, berat segar dan kering jamur saat panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam menggunakan serbuk gergaji tanpa potongan kardus mampu meningkatkan berat segar jamur, berat kering jamur, dan jumlah tubuh buah jamur. Perlakuan menggunakan campuran media tanam (25% serbuk gergaji + 75% kardus) mampu meningkatkan waktu munculnya tubuh buah jamur dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Aplikasi pupuk organik cair dan interaksi antara kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata bagi pertumbuhan jambur tiram putih.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jamur Tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur yang dimanfaatkan untuk bahan makanan karena kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan jamur lain. Upaya untuk meningkatkan produksi jamur ini masih terus dilakukan, misalnya dengan penggunaan campuran media tanam dan aplikasi pupuk organik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis campuran media tanam, pemberian pupuk cair serta interaksi keduanya guna pertumbuhan jamur tiram putih. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Rumah Jamur Agrojamur Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok  lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis campuran media tanam dan dosis pupuk organik cair. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah saat muncul tubuh buah, jumlah tubuh buah jamur keseluruhan, kadar air jamur, berat segar dan kering jamur saat panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi media tanam menggunakan serbuk gergaji tanpa potongan kardus mampu meningkatkan berat segar jamur, berat kering jamur, dan jumlah tubuh buah jamur. Perlakuan menggunakan campuran media tanam (25% serbuk gergaji + 75% kardus) mampu meningkatkan waktu munculnya tubuh buah jamur dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Aplikasi pupuk organik cair dan interaksi antara kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata bagi pertumbuhan jambur tiram putih.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-h</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 61-66</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 61-66</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-h/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.76.g34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Saktiyono Sigit Tri Pamungkas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/77</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:14:28Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Produksi Benih Kentang Hasil Umbi Mikro dan Stek Mini pada Dataran Menengah di Jember</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Produksi Benih Kentang Hasil Umbi Mikro dan Stek Mini pada Dataran Menengah di Jember</dc:title>
	<dc:creator>Kasutjianingati, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Sintya, Okta</dc:creator>
	<dc:creator>Wihartiningseh, Niniek</dc:creator>
	<dc:creator>Prayitno, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Generasi 2 (G2)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk kandang ayam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kascing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dataran menengah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Generasi 2 (G2)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk kandang ayam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kascing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dataran menengah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proses produksi benih kentang (Solanum tuberosum L.) pada umumnya dihasilkan didataran tinggi (1.500 - 3.000 m dpl), akan tetapi tidak menutup kemungkinan di produksi di dataran yang lebih rendah dengan bantuan teknologi tertentu selama proses budidayanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan metode produksi benih kentang di dataran menengah (650 m dpl) melalui pemanfaatan asal bahan tanam dan melihat interaksinya terhadap komposisi media tanam. Percobaan menggunakan RAK faktorial terdiri dari perlakuan 2 jenis asal bahan tanam (stek mini/S1 dan umbi mikro/S2) dan 3 jenis komposisi media tanam dengan perbandingan sama, komposisi A (arang sekam: cocopeat: tanah); komposisi B (arang sekam: cocopeat: tanah: kascing) dan komposisi C (arang sekam: cocopeat: tanah: pupuk kandang ayam). Percobaan diulang 4 kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup tanaman kentang Granola Kembang cukup baik (79,16% hidup). Asal bahan tanam umbi mikro mempunyai kemampuan bertahan hidup lebih besar (87.50%), dibandingkan asal bahan tanam stek mini (70,8%).  Factor interaksi antara asal bahan tanam dengan macam komposisi media tidak menunjukkan beda nyata. Beda nyata hanya terjadi pada factor tunggal, dimana pada parameter pertumbuhan (jumlah anakan, tinggi) asal bahan tanam umbi mikro lebih baik dibandingkan bahan stek mini.  Pengaruh komposisi media terhadap parameter pertumbuhan tertinggi diperoleh pada komposisi C (arang sekam: cocopeat: tanah: pupuk kandang ayam), disusul komposisi B dan komposisi A terendah. Produksi umbi G2 jumlah umbi dan berat umbi per sampel serta produksi umbi total tertinggi di peroleh pada komposisi media C, disusul komposisi media B dan hasil terendah diperoleh pada komposisi media A. Hasil produksi umbi terbaik diperoleh dari bahan tanam asal umbi mikro dibandingkan dengan stek mini.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Proses produksi benih kentang (Solanum tuberosum L.) pada umumnya dihasilkan didataran tinggi (1.500 - 3.000 m dpl), akan tetapi tidak menutup kemungkinan di produksi di dataran yang lebih rendah dengan bantuan teknologi tertentu selama proses budidayanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan metode produksi benih kentang di dataran menengah (650 m dpl) melalui pemanfaatan asal bahan tanam dan melihat interaksinya terhadap komposisi media tanam. Percobaan menggunakan RAK faktorial terdiri dari perlakuan 2 jenis asal bahan tanam (stek mini/S1 dan umbi mikro/S2) dan 3 jenis komposisi media tanam dengan perbandingan sama, komposisi A (arang sekam: cocopeat: tanah); komposisi B (arang sekam: cocopeat: tanah: kascing) dan komposisi C (arang sekam: cocopeat: tanah: pupuk kandang ayam). Percobaan diulang 4 kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup tanaman kentang Granola Kembang cukup baik (79,16% hidup). Asal bahan tanam umbi mikro mempunyai kemampuan bertahan hidup lebih besar (87.50%), dibandingkan asal bahan tanam stek mini (70,8%).  Factor interaksi antara asal bahan tanam dengan macam komposisi media tidak menunjukkan beda nyata. Beda nyata hanya terjadi pada factor tunggal, dimana pada parameter pertumbuhan (jumlah anakan, tinggi) asal bahan tanam umbi mikro lebih baik dibandingkan bahan stek mini.  Pengaruh komposisi media terhadap parameter pertumbuhan tertinggi diperoleh pada komposisi C (arang sekam: cocopeat: tanah: pupuk kandang ayam), disusul komposisi B dan komposisi A terendah. Produksi umbi G2 jumlah umbi dan berat umbi per sampel serta produksi umbi total tertinggi di peroleh pada komposisi media C, disusul komposisi media B dan hasil terendah diperoleh pada komposisi media A. Hasil produksi umbi terbaik diperoleh dari bahan tanam asal umbi mikro dibandingkan dengan stek mini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 9-17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 9-17</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.77.g27</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 FNU Kasutjianingati, Okta Sintya, Niniek Wihartiningseh, FNU Prayitno</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/78</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:18:20Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Suplai Dosis P dan K Terhadap Laju Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) Varietas Antin 3</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Suplai Dosis P dan K Terhadap Laju Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) Varietas Antin 3</dc:title>
	<dc:creator>Hakim, Arif Rahman</dc:creator>
	<dc:creator>Soelaksini, Liliek Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Asyim RA, Muqwin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk P</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk K</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ubi jalar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk P</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk K</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ubi jalar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman. Tanaman ubi jalar diketahui sangat respon terhadap pemupukan. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan penelitian Politeknik Negeri Jember pada bulan April sampai Agustus 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis pupuk P dan K serta interaksinya terhadap laju pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar varietas Antin 3. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama dosis pupuk TSP (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P1 (78 kg/ha), P2 (117 kg/ha) dan P3 (157 kg/ha). Faktor kedua dosis pupuk KCL (K) terdiri dari 3 taraf yaitu : K1 (150 kg/ha), K2 (300 kg/ha) dan K3 (450 kg/ha). Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menurut uji F dan uji lanjut DMRT. Faktor tunggal dosis P dan K serta interaksinya memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter jumlah cabang. Faktor tunggal dosis P memberikan pengaruh nyata terhadap parameter laju pertumbuhan tanaman, jumlah umbi per tanaman, panjang umbi per tanaman dan bobot umbi total per tanaman. Perlakuan terbaik yaitu P3 dengan dosis TSP 157 kg/ha. Faktor tunggal dosis K memberikan pengaruh nyata terhadap parameter laju pertumbuhan, jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi total per tanaman. Perlakuan terbaik yaitu K3 dengan dosis 450kg/ha. Interaksi dosis P dan K memberikan pengaruh nyata terhadap parameter bobot umbi total per bedeng. Perlakuan P3K3 yaitu dosis TSP 157 kg/ha + KCl 450 kg/ ha memberikan hasil tertinggi yaitu 7,2 kg/ bedeng</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pemupukan merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman. Tanaman ubi jalar diketahui sangat respon terhadap pemupukan. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan penelitian Politeknik Negeri Jember pada bulan April sampai Agustus 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis pupuk P dan K serta interaksinya terhadap laju pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar varietas Antin 3. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama dosis pupuk TSP (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P1 (78 kg/ha), P2 (117 kg/ha) dan P3 (157 kg/ha). Faktor kedua dosis pupuk KCL (K) terdiri dari 3 taraf yaitu : K1 (150 kg/ha), K2 (300 kg/ha) dan K3 (450 kg/ha). Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menurut uji F dan uji lanjut DMRT. Faktor tunggal dosis P dan K serta interaksinya memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter jumlah cabang. Faktor tunggal dosis P memberikan pengaruh nyata terhadap parameter laju pertumbuhan tanaman, jumlah umbi per tanaman, panjang umbi per tanaman dan bobot umbi total per tanaman. Perlakuan terbaik yaitu P3 dengan dosis TSP 157 kg/ha. Faktor tunggal dosis K memberikan pengaruh nyata terhadap parameter laju pertumbuhan, jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi total per tanaman. Perlakuan terbaik yaitu K3 dengan dosis 450kg/ha. Interaksi dosis P dan K memberikan pengaruh nyata terhadap parameter bobot umbi total per bedeng. Perlakuan P3K3 yaitu dosis TSP 157 kg/ha + KCl 450 kg/ ha memberikan hasil tertinggi yaitu 7,2 kg/ bedeng</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 44-54</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 44-54</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.78.g32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Arif Rahman Hakim, Liliek Dwi Soelaksini, Muqwin Asyim RA</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/79</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:01:53Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Produksi Tinggi dan Umur Genjah Generasi F6</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Produksi Tinggi dan Umur Genjah Generasi F6</dc:title>
	<dc:creator>Sjamsijah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Varisa, Novi</dc:creator>
	<dc:creator>Suwardi, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Genotipe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produksi tinggi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Umur genjah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Genotipe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Produksi tinggi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Umur genjah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui genotipe kedelai (Glycine max (L.) Merrill) yang memiliki produksi tinggi dan umur genjah pada generasi F6. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2016 hingga Januari 2017. Penelitian ini menggunakan 13 genotipe sebagai perlakuan yaitu 7 genotipe terseleksi hasil persilangan generasi F5 yang terdiri dari RD, P2R, P2D, P3R, P3D, P2P3, P3P2 dan 4 tetua Polije 2 (P2), Polije 3 (P3), Dering (D), Rajabasa (R), serta varietas pembanding Wilis, Malabar dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Parameter terdiri dari umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong isi, berat 100 butir, hasil per tanaman, hasil per plot dan hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh genotipe terseleksi berpengaruh sangat nyata (**) pada parameter umur berbunga genotipe P2P3 dan P3P2 (37 HST), tinggi tanaman saat panen genotipe P3D (75,75 cm) dan jumlah polong isi genotipe P2D (69,75 buah). Sedangkan parameter umur panen, jumlah cabang produktif, hasil per tanaman, hasil per plot dan hasil per hektar memiliki perbedaan yang tidak nyata (ns).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui genotipe kedelai (Glycine max (L.) Merrill) yang memiliki produksi tinggi dan umur genjah pada generasi F6. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2016 hingga Januari 2017. Penelitian ini menggunakan 13 genotipe sebagai perlakuan yaitu 7 genotipe terseleksi hasil persilangan generasi F5 yang terdiri dari RD, P2R, P2D, P3R, P3D, P2P3, P3P2 dan 4 tetua Polije 2 (P2), Polije 3 (P3), Dering (D), Rajabasa (R), serta varietas pembanding Wilis, Malabar dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Parameter terdiri dari umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong isi, berat 100 butir, hasil per tanaman, hasil per plot dan hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh genotipe terseleksi berpengaruh sangat nyata (**) pada parameter umur berbunga genotipe P2P3 dan P3P2 (37 HST), tinggi tanaman saat panen genotipe P3D (75,75 cm) dan jumlah polong isi genotipe P2D (69,75 buah). Sedangkan parameter umur panen, jumlah cabang produktif, hasil per tanaman, hasil per plot dan hasil per hektar memiliki perbedaan yang tidak nyata (ns).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-c</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.79</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 106-116</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 106-116</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-c/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.79.g46</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Nurul Sjamsijah, Novi Varisa, FNU Suwardi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/80</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:22:19Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Status Resistensi Walang Sangit (Leptocorisa acuta F.) Terhadap Insektisida Sintetik dan Kepekaannya Terhadap Beauveria bassiana Pada Tanaman Padi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Status Resistensi Walang Sangit (Leptocorisa acuta F.) Terhadap Insektisida Sintetik dan Kepekaannya Terhadap Beauveria bassiana Pada Tanaman Padi</dc:title>
	<dc:creator>As’ad, Miftah Farid</dc:creator>
	<dc:creator>Kaidi, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Syarief, Mochamad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Beauveria bassiana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Insektisida sintetik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Leptocorisa acuta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Resistensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Beauveria bassiana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Insektisida sintetik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Leptocorisa acuta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Resistensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Padi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Walang sangit merupakan hama utama tanaman padi. Penanggulangan hama ini sering dilakukan dengan Penggunaan insektisida sintetik secara intensif yang berpotensi memacu resistensi, sehingga deteksi resistensi secara dini perlu dilakukan agar status resistensi hama dapat diketahui lebih awal yang bermanfaat dalam menyusun strategi pengendalian hama resisten. Penelitian ini dilakukan di Desa Antirogo, Jember yang menggunakan insektisida sintetik berbahan aktif Fipronil dan di Desa Lombok Kulon, Bondowoso yang menggunakan musuh alami Beauveria bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari status resistensi walang sangit terhadap Fipronil, kepekaannya terhadap B. bassiana, perkembangan populasi dan intensitas serangan. Data populasi dan intensitas serangan ditampilkan dalam bentuk box-plot. Nisbah resistensi dianalisis dengan Regresi probit. Perbedaan populasi dan intensitas serangan kedua lokasi menggunakan uji Mann-Whitney. Hubungan antara populasi dan intensitas serangan menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian adalah walang sangit Antirogo telah resisten terhadap insektisida berbahan aktif Fipronil. dengan Nisbah Resistensi 9,33. Walang sangit Antirogo peka terhadap  B. bassiana dengan Nisbah Resistensi 0,28. Intensitas serangan walang sangit Antirogo pada 9 MST dan 10 MST adalah   9,38 ± 15,53 % dan 5,83  ± 11,06%.  Intensitas serangan walang sangit Lombok Kulon pada 9 MST dan 10 MST adalah   2,36  ±  5,85% dan 1,50  ± 5,37%. Populasi walang sangit Antirogo pada 9 dan 10 MST adalah  0,57 ± 0,94 dan 0,37 ± 0,66. Populasi walang sangit Lombok Kulon pada 9 dan 10 MST adalah  0,39 ± 0,53 dan 0,20 ± 0,40</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Walang sangit merupakan hama utama tanaman padi. Penanggulangan hama ini sering dilakukan dengan Penggunaan insektisida sintetik secara intensif yang berpotensi memacu resistensi, sehingga deteksi resistensi secara dini perlu dilakukan agar status resistensi hama dapat diketahui lebih awal yang bermanfaat dalam menyusun strategi pengendalian hama resisten. Penelitian ini dilakukan di Desa Antirogo, Jember yang menggunakan insektisida sintetik berbahan aktif Fipronil dan di Desa Lombok Kulon, Bondowoso yang menggunakan musuh alami Beauveria bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari status resistensi walang sangit terhadap Fipronil, kepekaannya terhadap B. bassiana, perkembangan populasi dan intensitas serangan. Data populasi dan intensitas serangan ditampilkan dalam bentuk box-plot. Nisbah resistensi dianalisis dengan Regresi probit. Perbedaan populasi dan intensitas serangan kedua lokasi menggunakan uji Mann-Whitney. Hubungan antara populasi dan intensitas serangan menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian adalah walang sangit Antirogo telah resisten terhadap insektisida berbahan aktif Fipronil. dengan Nisbah Resistensi 9,33. Walang sangit Antirogo peka terhadap  B. bassiana dengan Nisbah Resistensi 0,28. Intensitas serangan walang sangit Antirogo pada 9 MST dan 10 MST adalah   9,38 ± 15,53 % dan 5,83  ± 11,06%.  Intensitas serangan walang sangit Lombok Kulon pada 9 MST dan 10 MST adalah   2,36  ±  5,85% dan 1,50  ± 5,37%. Populasi walang sangit Antirogo pada 9 dan 10 MST adalah  0,57 ± 0,94 dan 0,37 ± 0,66. Populasi walang sangit Lombok Kulon pada 9 dan 10 MST adalah  0,39 ± 0,53 dan 0,20 ± 0,40</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-j</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.80</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 79-86</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 79-86</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-j/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.80.g36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Miftah Farid As’ad, FNU Kaidi, Mochamad Syarief</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/81</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:12:18Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi (NaCl) Terhadap Hasil dan Mutu Cabai Merah (Capsicum annum L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi (NaCl) Terhadap Hasil dan Mutu Cabai Merah (Capsicum annum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Mardhiana, Febby</dc:creator>
	<dc:creator>Soeparjono, Sigit</dc:creator>
	<dc:creator>Handoyo, Tri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cabai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Capsaicin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NaCl</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Waktu Aplikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cabai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Capsaicin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">NaCl</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Waktu Aplikasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman penting di Indonesia. Dalam 100 gram cabai segar mengandung sekitar 0,1-1,5% capsaicin yang merupakan tingkat kualitas cabai. Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar capsaicin adalah kondisi stres salinitas. Kami mengamati efek salinitas dan waktu aplikasi pada hasil dan kandungan capsaisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman cabai dengan penambahan konsentrasi dan waktu aplikasi NaCl terhadap cabai dan kualitas. Penambahan konsentrasi NaCl sampai 9000 ppm dan waktu penerapan fase vegetatif NaCl dapat meningkatkan variabel kualitas kadar capsaicin dibandingkan dengan perlakuan kontrol.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman penting di Indonesia. Dalam 100 gram cabai segar mengandung sekitar 0,1-1,5% capsaicin yang merupakan tingkat kualitas cabai. Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar capsaicin adalah kondisi stres salinitas. Kami mengamati efek salinitas dan waktu aplikasi pada hasil dan kandungan capsaisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman cabai dengan penambahan konsentrasi dan waktu aplikasi NaCl terhadap cabai dan kualitas. Penambahan konsentrasi NaCl sampai 9000 ppm dan waktu penerapan fase vegetatif NaCl dapat meningkatkan variabel kualitas kadar capsaicin dibandingkan dengan perlakuan kontrol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-a</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-a/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.81.g26</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Febby Mardhiana, Sigit Soeparjono, Tri Handoyo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/82</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:19:33Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Toksisitas Ekstrak Tithonia divesifolia Terhadap Larva Plutella xylostella di Laboratorium</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Toksisitas Ekstrak Tithonia divesifolia Terhadap Larva Plutella xylostella di Laboratorium</dc:title>
	<dc:creator>Firmansyah, Efrin</dc:creator>
	<dc:creator>Dadang, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Ruly</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Insektisida nabati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ramah Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toksisitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Insektisida nabati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ramah Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Toksisitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Plutella xylostella merupakan salah satu hamaoligofag yang menyerang tanaman family Brassicaceae. Pemakaian insektisda sintetik merupakan suatu metode pengendalian yang banyak dilakukan oleh petani. Penggunaan insektisida sintetik dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif tersebut adalah memanfaatkan bahan alami sebagai insektisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak T. diversifolia terhadap larva P. xylostella. T. diversifolia yang digunakan yaitu daun dan bunga yang diekstrak dengan metanol dan etil asetat secara terpisah. Metode aplikasi yang digunakan yaitu metode residu pada daun, data mortalitas dianalisis dengan menggunakan analisis probit untuk memperoleh nilai LC50dan LC95. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol bunga T. diversifolia lebih toksik dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai LC50dan LC95berturut-turut 0,067 dan 0,826.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Plutella xylostella merupakan salah satu hamaoligofag yang menyerang tanaman family Brassicaceae. Pemakaian insektisda sintetik merupakan suatu metode pengendalian yang banyak dilakukan oleh petani. Penggunaan insektisida sintetik dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif tersebut adalah memanfaatkan bahan alami sebagai insektisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak T. diversifolia terhadap larva P. xylostella. T. diversifolia yang digunakan yaitu daun dan bunga yang diekstrak dengan metanol dan etil asetat secara terpisah. Metode aplikasi yang digunakan yaitu metode residu pada daun, data mortalitas dianalisis dengan menggunakan analisis probit untuk memperoleh nilai LC50dan LC95. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol bunga T. diversifolia lebih toksik dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai LC50dan LC95berturut-turut 0,067 dan 0,826.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.82</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 55-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 55-60</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.82.g33</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Efrin Firmansyah, FNU Dadang, Ruly Anwar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/84</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:15:41Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Residu N Tahun ke–29 pada Beberapa Sifat Kimia Tanah dengan Tanaman Indikator Leguminosa</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Residu N Tahun ke–29 pada Beberapa Sifat Kimia Tanah dengan Tanaman Indikator Leguminosa</dc:title>
	<dc:creator>Kusumastuti, Any</dc:creator>
	<dc:creator>Fatahillah, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Sukmawan, Yan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Olah tanah intensif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Olah tanah minimum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanpa olah tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Residu pupuk N</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Olah tanah intensif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Olah tanah minimum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tanpa olah tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Residu pupuk N</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Degradasi lahan akibat pengolahan tanah intensif secara terus menerus dapat menurunkan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh sistem olah tanah, pengaruh berbagai dosis pupuk N pada sifat kimia tanah, dan pengaruh antara sistem olah tanah dan residu N pada sifat kimia tanah tahun ke-29 dengan tanaman indikator leguminosa. Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Lampung mulai dari Mei 2016 sampai dengan November 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah berbagai sistem olah tanah yang terdiri atas olah tanah intensif (OTI), olah tanah minimum (OTM), dan tanpa olah tanah (TOT). Faktor kedua adalah residu pupuk N (Urea) yang diberikan pada tanaman sebelumnya, yang terdiri atas 3 taraf, yaitu 0kg N/ha (N0), 100 kg N/ha (N1), dan 200 kg N/ha (N2). Perlakuan diulang empat kali. Peubah yang diamati yaitu pH, C-organik, Nitrogen total, P tersedia (H2O), kalium tersedia, dan bobot tajuk. Data di analisis dengan analisis ragam diikuti dengan uji BNT pada taraf α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah dengan residu pupuk N. Tanpa olah tanah menghasilkan P tersedia tertinggi (10,713). Residu nitrogen dengan taraf dosis 200 kg N/ha menghasilkan pH terendah (5,980).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Degradasi lahan akibat pengolahan tanah intensif secara terus menerus dapat menurunkan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh sistem olah tanah, pengaruh berbagai dosis pupuk N pada sifat kimia tanah, dan pengaruh antara sistem olah tanah dan residu N pada sifat kimia tanah tahun ke-29 dengan tanaman indikator leguminosa. Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Lampung mulai dari Mei 2016 sampai dengan November 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah berbagai sistem olah tanah yang terdiri atas olah tanah intensif (OTI), olah tanah minimum (OTM), dan tanpa olah tanah (TOT). Faktor kedua adalah residu pupuk N (Urea) yang diberikan pada tanaman sebelumnya, yang terdiri atas 3 taraf, yaitu 0kg N/ha (N0), 100 kg N/ha (N1), dan 200 kg N/ha (N2). Perlakuan diulang empat kali. Peubah yang diamati yaitu pH, C-organik, Nitrogen total, P tersedia (H2O), kalium tersedia, dan bobot tajuk. Data di analisis dengan analisis ragam diikuti dengan uji BNT pada taraf α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah dengan residu pupuk N. Tanpa olah tanah menghasilkan P tersedia tertinggi (10,713). Residu nitrogen dengan taraf dosis 200 kg N/ha menghasilkan pH terendah (5,980).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-c</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i1.84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 1 (2018): MARCH; 18-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 1 (2018): MARET; 18-26</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i1-c/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i1.84.g28</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Any Kusumastuti, FNU Fatahillah, Andi Wijaya, Yan Sukmawan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/84</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:28:02Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/91</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:02:46Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Tanaman Bunga Marigold dan Kacang Hias Terhadap Populasi Arthropoda pada Tanaman Padi Sawah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pemanfaatan Tanaman Bunga Marigold dan Kacang Hias Terhadap Populasi Arthropoda pada Tanaman Padi Sawah</dc:title>
	<dc:creator>Erdiansyah, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator>Ningrum, Dwi Rahmawati Kusuma</dc:creator>
	<dc:creator>Damanhuri, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tanaman Refugia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Populasi Arthropoda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Musuh Alami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Marigold (Tagetes erecta L.)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kacang Hias ( Arachis pintoi )</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanaman Refugia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Populasi Arthropoda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Musuh Alami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Marigold (Tagetes erecta L.)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang Hias ( Arachis pintoi )</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian tentang Pemanfaatan tanaman bunga marigold dan kacang hias terhadap populasi arthropoda pada tanaman padi sawah untuk mengetahui populasi arthropoda pada tanaman padi sawah dengan memanfaatkan tanaman refugia sebagai tempat singgah musuh alami dan sebagai sumber pakan musuh alami. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan refugia yaitu bunga marigold (Tagetes erecta L.), dan kacang hias (Arachis pintoi) sebagai mikrohabitat musuh alami, dalam upaya Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) dalam budidaya padi. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, yaitu mulai bulan November 2017 sampai bulan Maret 2018, bertempat di lahan Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga petak lahan penelitian berukuran 50 m2. Tiga petak lahan yaitu petak pertama perlakuan refugia  bunga Marigold, petak kedua perlakuan refugia Kacang Hias, dan petak ketiga tanpa refugia. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman bunga Marigold dan Kacang Hias terhadap populasi arthropoda pada tanamana padi sawah diketahui populasi tertinggi musuh alami terdapat pada petak tanaman padi dengan refugia kacang hias sebanyak 217, dengan refugia Marigold populasi musuh alami sebanyak 156 sedangkan populasi terendah musuh alami terdapat pada petak tanaman padi tanpa refugia sebanyak 140. Penggunaan bunga marigold dan kacang hias berpengaruh terhadap populasi musuh alami.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian tentang Pemanfaatan tanaman bunga marigold dan kacang hias terhadap populasi arthropoda pada tanaman padi sawah untuk mengetahui populasi arthropoda pada tanaman padi sawah dengan memanfaatkan tanaman refugia sebagai tempat singgah musuh alami dan sebagai sumber pakan musuh alami. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan refugia yaitu bunga marigold (Tagetes erecta L.), dan kacang hias (Arachis pintoi) sebagai mikrohabitat musuh alami, dalam upaya Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) dalam budidaya padi. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, yaitu mulai bulan November 2017 sampai bulan Maret 2018, bertempat di lahan Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga petak lahan penelitian berukuran 50 m2. Tiga petak lahan yaitu petak pertama perlakuan refugia  bunga Marigold, petak kedua perlakuan refugia Kacang Hias, dan petak ketiga tanpa refugia. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman bunga Marigold dan Kacang Hias terhadap populasi arthropoda pada tanamana padi sawah diketahui populasi tertinggi musuh alami terdapat pada petak tanaman padi dengan refugia kacang hias sebanyak 217, dengan refugia Marigold populasi musuh alami sebanyak 156 sedangkan populasi terendah musuh alami terdapat pada petak tanaman padi tanpa refugia sebanyak 140. Penggunaan bunga marigold dan kacang hias berpengaruh terhadap populasi musuh alami.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-d</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 117-125</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 117-125</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-d/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.91.g42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Iqbal Erdiansyah, Dwi Rahmawati Kusuma Ningrum, FNU Damanhuri</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/94</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:27:54Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/94</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:48:52Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Cekaman Salinitas (NaCl)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Cekaman Salinitas (NaCl)</dc:title>
	<dc:creator>Muttaqien, Mohammad Irvan</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cekaman Salinitas (NaCl)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Varietas Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cekaman Salinitas (NaCl)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas Padi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) dengan menggunakan karakter varietas yang toleran. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Agustus sampai Desember 2017 di desa Kreongan, kecamatan Patrang, Kabupaten Jember . Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non factorial (RAK) dengan 1 faktor dan 4 ulangan. Perlakuan varietas yang digunakan adalah Inpari 42 (V1), IPB 3S (V2), IR64 (V3), Ciherang (V4), Mekongga (V5), IR66 (V6), Sintanur (V7). Hasil penelitian pada tanah yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) 5303,45 ppm menunjukkan bahwa karakter kualitatif semua varietas sesuai dengan deskripsi varietas sedangkan karakter kuantitatif menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata pada tinggi tanaman vegetatif, dan berpengaruh sangat nyata pada tingkat toleransi tanaman, tinggi tanaman generatif, panjang daun bendera, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah bernas, bobot 1000 butir, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, produksi per hektar, potensi hasil per hektar, daya berkecambah, kecepatan tumbuh serta keserempakan tumbuh benih. Hasil menunjukkan bahwa Varietas Sintanur menunjukkan hasil terbaik pada produksi per hektar, potensi hasil dan kualitas benih. Inpari 42, IPB 3S, IR64, Ciherang, mekongga, Sintanur adalah varietas toleran dan IR66 cukup toleran.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) dengan menggunakan karakter varietas yang toleran. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Agustus sampai Desember 2017 di desa Kreongan, kecamatan Patrang, Kabupaten Jember . Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non factorial (RAK) dengan 1 faktor dan 4 ulangan. Perlakuan varietas yang digunakan adalah Inpari 42 (V1), IPB 3S (V2), IR64 (V3), Ciherang (V4), Mekongga (V5), IR66 (V6), Sintanur (V7). Hasil penelitian pada tanah yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) 5303,45 ppm menunjukkan bahwa karakter kualitatif semua varietas sesuai dengan deskripsi varietas sedangkan karakter kuantitatif menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata pada tinggi tanaman vegetatif, dan berpengaruh sangat nyata pada tingkat toleransi tanaman, tinggi tanaman generatif, panjang daun bendera, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah bernas, bobot 1000 butir, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, produksi per hektar, potensi hasil per hektar, daya berkecambah, kecepatan tumbuh serta keserempakan tumbuh benih. Hasil menunjukkan bahwa Varietas Sintanur menunjukkan hasil terbaik pada produksi per hektar, potensi hasil dan kualitas benih. Inpari 42, IPB 3S, IR64, Ciherang, mekongga, Sintanur adalah varietas toleran dan IR66 cukup toleran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.94</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 42-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 42-53</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.94.g52</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Mohammad Irvan Muttaqien, Dwi Rahmawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/98</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:06:19Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Trichoderma sp. dan Lama Penyimpanan Terhadap Dormansi Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Trichoderma sp. dan Lama Penyimpanan Terhadap Dormansi Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.)</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Reni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dormansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyimpanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tichoderma sp</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dormansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyimpanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">dan Tichoderma sp</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.) memiliki dormansi fisik, serta berkulit keras dan tebal. Salah satu upaya untuk mematahkan dormansi fisik adalah menggunakan mikroorganisme Trichoderma sp dan penyimpanan. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, pada bulan Agustus hingga November 2017, bertempat di Laboratorium PT. Benih Citra Asia, Jl. Akmaludin No. 26 Jember Jawa Timur 64117. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu lama perendaman yang terdiri dari 4 taraf, Tanpa Perendaman, direndam dengan larutan spora Trichoderma sp. selama 1 Hari, 2 Hari, dan 3 Hari. Faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu disimpan selama 0 Minggu, dan 2 Minggu. Penelitian lama perendaman Trichoderma  sp. memberikan hasil pengaruh nyata pada parameter Indeks Dormansi (ID) dan pengaruh sangat nyata pada parameter Kecepatan Tumbuh. Perlakuan perendaman selama 2 hari memberikan hasil. Sedangkan pengaruh penyimpanan (S) memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh. Perlakuan penyimpanan setelah aplikasi memberikan hasil meningkatkan nilai KcT sampai 17,58%/etmal. Interaksi antara perlakuan Lama Perendaman Tichoderma sp dan penyimpanan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh dan pada parameter Indeks Dormansi serta benih abnormal. Benih Oyong yang yang direndam menggunakan larutan Trichoderma sp. selama 2 hari tanpa disimpan memiliki Kecepatan Tumbuh diatas 17%/ etmal, yaitu 17,65%/ etmal, dengan Indeks Dormansi paling rendah yaitu 13,33%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.) memiliki dormansi fisik, serta berkulit keras dan tebal. Salah satu upaya untuk mematahkan dormansi fisik adalah menggunakan mikroorganisme Trichoderma sp dan penyimpanan. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, pada bulan Agustus hingga November 2017, bertempat di Laboratorium PT. Benih Citra Asia, Jl. Akmaludin No. 26 Jember Jawa Timur 64117. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu lama perendaman yang terdiri dari 4 taraf, Tanpa Perendaman, direndam dengan larutan spora Trichoderma sp. selama 1 Hari, 2 Hari, dan 3 Hari. Faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu disimpan selama 0 Minggu, dan 2 Minggu. Penelitian lama perendaman Trichoderma  sp. memberikan hasil pengaruh nyata pada parameter Indeks Dormansi (ID) dan pengaruh sangat nyata pada parameter Kecepatan Tumbuh. Perlakuan perendaman selama 2 hari memberikan hasil. Sedangkan pengaruh penyimpanan (S) memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh. Perlakuan penyimpanan setelah aplikasi memberikan hasil meningkatkan nilai KcT sampai 17,58%/etmal. Interaksi antara perlakuan Lama Perendaman Tichoderma sp dan penyimpanan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh dan pada parameter Indeks Dormansi serta benih abnormal. Benih Oyong yang yang direndam menggunakan larutan Trichoderma sp. selama 2 hari tanpa disimpan memiliki Kecepatan Tumbuh diatas 17%/ etmal, yaitu 17,65%/ etmal, dengan Indeks Dormansi paling rendah yaitu 13,33%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-h</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.98</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 154-162</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 154-162</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-h/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.98.g43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Dwi Rahmawati, Reni Wijayanti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/100</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:49:42Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Tujuh Genotipe Kedelai Generasi F7 Terhadap Ketahanan Serangan Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Dengan Metode IWGSR</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Uji Tujuh Genotipe Kedelai Generasi F7 Terhadap Ketahanan Serangan Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Dengan Metode IWGSR</dc:title>
	<dc:creator>Utama, Rona</dc:creator>
	<dc:creator>Sjamsijah, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Genotipe Unggul</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Metode IWGSR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karat Daun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Genotipe Unggul</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode IWGSR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karat Daun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Serangan karat daun yang disebabkan jamur Phakopsora pachyrhizi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kedelai hingga 30 – 60%. Permasalahan ini menuntut pemuliaan untuk merakit varietas unggul baru yang tahan terhadap serangan karat daun. Penelitian ini dilakukan di lahan riset Politeknik Negeri Jember dari bulan Juni – Agustus 2017 menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan 3 kali ulangan menggunakan 14 genotipe yang terseleksi dari generasi F2 sampai F6. Keempatbelas genotipe tersebut yaitu 7 genotipe hasil persilangan; P3P2, P2P3, RD, P2D, P3R, P2R, P3D, 4 genotipe tetua; Dering, Rajabasa, Polije-2 dan Polije-3, dan 3 varietas pembanding yaitu Wilis, Malabar dan Ringgit. Parameter yang diuji nilai IWGSR (Internasional Working Group Of Soybean Rust), dan 3 komponen hasil (umur panen, berat 100 biji dan hasil pertanaman). Hasil test menunjukan genotipe P3P2, P2P3, P2R, P3R, P2D, RD, dan P3D memiliki kekebalan serangan karat daun dengan notasi R (Resistance), genotipe P2P3 memiliki umur panen yang genjah yaitu 68,53 HST, dan berat 100 biji pada genotipe RD memiliki hasil yang paling besar yaitu (14,542 g) dan genotipe P3D memiliki hasil (21,24 g) biji pertanaman.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Serangan karat daun yang disebabkan jamur Phakopsora pachyrhizi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kedelai hingga 30 – 60%. Permasalahan ini menuntut pemuliaan untuk merakit varietas unggul baru yang tahan terhadap serangan karat daun. Penelitian ini dilakukan di lahan riset Politeknik Negeri Jember dari bulan Juni – Agustus 2017 menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan 3 kali ulangan menggunakan 14 genotipe yang terseleksi dari generasi F2 sampai F6. Keempatbelas genotipe tersebut yaitu 7 genotipe hasil persilangan; P3P2, P2P3, RD, P2D, P3R, P2R, P3D, 4 genotipe tetua; Dering, Rajabasa, Polije-2 dan Polije-3, dan 3 varietas pembanding yaitu Wilis, Malabar dan Ringgit. Parameter yang diuji nilai IWGSR (Internasional Working Group Of Soybean Rust), dan 3 komponen hasil (umur panen, berat 100 biji dan hasil pertanaman). Hasil test menunjukan genotipe P3P2, P2P3, P2R, P3R, P2D, RD, dan P3D memiliki kekebalan serangan karat daun dengan notasi R (Resistance), genotipe P2P3 memiliki umur panen yang genjah yaitu 68,53 HST, dan berat 100 biji pada genotipe RD memiliki hasil yang paling besar yaitu (14,542 g) dan genotipe P3D memiliki hasil (21,24 g) biji pertanaman.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 54-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 54-61</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.100.g53</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Rona Utama, Nurul Sjamsijah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/100</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:27:54Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/101</identifier>
				<datestamp>2023-04-18T11:01:30Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberian H2SO4 dan Ekstrak Bawang Merah Terhadap Uji Vigor Benih  Kopi Robusta (Coffea robustaL.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pemberian H2SO4 dan Ekstrak Bawang Merah Terhadap Uji Vigor Benih  Kopi Robusta (Coffea robustaL.)</dc:title>
	<dc:creator>Faiz, Charis Al</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyono, Nantil Bambang Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Vigor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ekstrak Bawang Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dormansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kopi Robusta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vigor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Bawang Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dormansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kopi Robusta</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fase pembibitan tanaman kopi dengan menggunakan benih, membutuhkan waktu yang lama sampai fase kepelan yang ditandai dengan tumbuhnya 2 daun lembaga mekar, membutuhkan waktu antara   2,5 – 3,0 bulan. Pemberian H2SO4 bertujuan melunakan lapisan lignin yang sangat kuat, keras dan tebal pada kulit benih serta Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dengan cara perendaman akan menstimulir perkecambahan benih karena akan memicu hormon pertumbuhan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2017 – Oktober 2017 di rumah kaca / green house dan lahan percobaan Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama terdiri dari 4 taraf yaitu (H0) tanpa pemberian H2SO4, (H1) pemberian H2SO4 10%, (H2) pemberian H2SO4 15% , (H3) pemberian H2SO4 20%. Faktor kedua terdiri dari 4 taraf, yaitu (B0) tanpa perendaman Ekstrak Bawang Merah, (B1) perendaman Ekstrak Bawang Merah 10%, (B2) perendaman Ekstrak Bawang Merah 30%, (B3) perendaman Ekstrak Bawang Merah 50%, menggunakan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukan H2SO4 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap uji vigor benih Kopi Robusta pada parameter Presentase Daya Berkecambah (%), Kecepatan Tumbuh (Kct), Potensi Tumbuh Maksimum (%) dan Indeks Vigor (%). Perendaman dengan ekstrak bawang merah memberikan pengaruhsangat nyata terhadap parameter Indeks Vigor (%),Panjang Akar (cm), Tinggi Hipokotil (cm), Rata – rata Pertambahan Tinggi Hipokotil Per-Minggu (cm) dan Waktu menjadi Kepelan (HSS).  Terdapat interaksi berbeda nyata antara kedua perlakuan pada parameter Daya Berkecambah (%).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Fase pembibitan tanaman kopi dengan menggunakan benih, membutuhkan waktu yang lama sampai fase kepelan yang ditandai dengan tumbuhnya 2 daun lembaga mekar, membutuhkan waktu antara   2,5 – 3,0 bulan. Pemberian H2SO4 bertujuan melunakan lapisan lignin yang sangat kuat, keras dan tebal pada kulit benih serta Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dengan cara perendaman akan menstimulir perkecambahan benih karena akan memicu hormon pertumbuhan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2017 – Oktober 2017 di rumah kaca / green house dan lahan percobaan Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama terdiri dari 4 taraf yaitu (H0) tanpa pemberian H2SO4, (H1) pemberian H2SO4 10%, (H2) pemberian H2SO4 15% , (H3) pemberian H2SO4 20%. Faktor kedua terdiri dari 4 taraf, yaitu (B0) tanpa perendaman Ekstrak Bawang Merah, (B1) perendaman Ekstrak Bawang Merah 10%, (B2) perendaman Ekstrak Bawang Merah 30%, (B3) perendaman Ekstrak Bawang Merah 50%, menggunakan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukan H2SO4 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap uji vigor benih Kopi Robusta pada parameter Presentase Daya Berkecambah (%), Kecepatan Tumbuh (Kct), Potensi Tumbuh Maksimum (%) dan Indeks Vigor (%). Perendaman dengan ekstrak bawang merah memberikan pengaruhsangat nyata terhadap parameter Indeks Vigor (%),Panjang Akar (cm), Tinggi Hipokotil (cm), Rata – rata Pertambahan Tinggi Hipokotil Per-Minggu (cm) dan Waktu menjadi Kepelan (HSS).  Terdapat interaksi berbeda nyata antara kedua perlakuan pada parameter Daya Berkecambah (%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 71-80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 71-80</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.101.g55</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Charis Al Faiz, Nantil Bambang Eko Sulistyono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/104</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:03:30Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efikasi Agensia Hayati Trichoderma sp. Terhadap Karat Daun (Puccinia arachidis) Pada Kacang Tanah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efikasi Agensia Hayati Trichoderma sp. Terhadap Karat Daun (Puccinia arachidis) Pada Kacang Tanah</dc:title>
	<dc:creator>Syarief, Mochamad</dc:creator>
	<dc:creator>Prahitasari, Elvirlya</dc:creator>
	<dc:creator>Wardana, Rudi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puccinia arachidis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trichoderma sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kacang tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Puccinia arachidis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Trichoderma sp.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kacang tanah (Arachis hypogeae) merupakan bahan pangan yang diminati oleh masyarakat. Kontribusi produksi kacang tanah dari Provinsi Jawa Timur terhadap produksi Nasional mengalami penurunan pada tahun 2016. Faktor penyebab rendahnya hasil panen kacang tanah di Indonesia yaitu penyakit karat daun (Puccinia arachidis). Dalam penelitian ini, pengendalian karat daun pada tanaman kacang tanah dengan jamur antagonis Trichoderma sp. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh agensia hayati Trichoderma sp. terhadap intensitas serangan penyakit karat daun, jumlah polong dan berat basah polong kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2017 hingga Maret 2018 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Politeknik Negeri Jember dan lahan di Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial terdiri dari 4 perlakuan di antaranya A0 (Tebukonazol 0,3 ml/l), A1 (Trichoderma sp. 105cfu/ml), A2 (Trichoderma sp. 106cfu/ml), A3 (Trichoderma sp. 107 cfu/ml) dengan 6 ulangan. Uji data menggunakan ANOVA (Analyze of Varians) dan uji lanjut dengan BNT 5%. Hasil dari penelitian adalah bahwa dari 4 perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat intensitas serangan karat daun, jumlah polong serta berat polong kacang tanah. Intensitas serangan Puccinia arachidis berkorelasi negatif terhadap jumlah polong dan berat basah polong.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kacang tanah (Arachis hypogeae) merupakan bahan pangan yang diminati oleh masyarakat. Kontribusi produksi kacang tanah dari Provinsi Jawa Timur terhadap produksi Nasional mengalami penurunan pada tahun 2016. Faktor penyebab rendahnya hasil panen kacang tanah di Indonesia yaitu penyakit karat daun (Puccinia arachidis). Dalam penelitian ini, pengendalian karat daun pada tanaman kacang tanah dengan jamur antagonis Trichoderma sp. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh agensia hayati Trichoderma sp. terhadap intensitas serangan penyakit karat daun, jumlah polong dan berat basah polong kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2017 hingga Maret 2018 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Politeknik Negeri Jember dan lahan di Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial terdiri dari 4 perlakuan di antaranya A0 (Tebukonazol 0,3 ml/l), A1 (Trichoderma sp. 105cfu/ml), A2 (Trichoderma sp. 106cfu/ml), A3 (Trichoderma sp. 107 cfu/ml) dengan 6 ulangan. Uji data menggunakan ANOVA (Analyze of Varians) dan uji lanjut dengan BNT 5%. Hasil dari penelitian adalah bahwa dari 4 perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat intensitas serangan karat daun, jumlah polong serta berat polong kacang tanah. Intensitas serangan Puccinia arachidis berkorelasi negatif terhadap jumlah polong dan berat basah polong.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 126-134</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 126-134</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.104.g40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Mochamad Syarief, Elvirlya Prahitasari, Rudi Wardana</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/110</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:07:17Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Tiga Ukuran Umbi dan Zat Pengatur Tumbuh (Atonik) Pada Tanaman Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penggunaan Tiga Ukuran Umbi dan Zat Pengatur Tumbuh (Atonik) Pada Tanaman Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.)</dc:title>
	<dc:creator>Rahayu, Desta</dc:creator>
	<dc:creator>Marveldani, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Andini, Siti Novridha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sedap malam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ukuran umbi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ZPT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Atonik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sedap malam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ukuran umbi dan zat pengatur tumbuh Atonik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman sedap malam diperbanyak menggunakan umbi yang merupakan batang semu yang berubah bentuk dan fungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Lampung pada bulan Mei 2017 sampai Maret 2018. Penilitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari diameter ukuran yaitu besar (1,6 - 2 cm), sedang (1,4 - 1,5 cm) dan kecil (1,3 - 1 cm). Faktor kedua terdiri dari perlakuan zat pengatur tumbuh Atonik yaitu 0 (tanpa perlakuan), 1 ml.l-1 dan 3 ml.l-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran umbi besar (1,6 cm - 2 cm) menghasilkan panjang tanaman (38,9 cm), jumlah daun (16,1 helai), lebar daun (1,9 cm) dan jumlah anakan (9,8 tunas) yang tertinggi serta menghasilkan umur tanaman mengeluarkan malai bunga (24,9 MST) dan umur mekar bunga (28,3 MST) yang lebih cepat. Ukuran umbi sedang (1,4 cm - 1,5 cm) dan kecil (1 cm - 1,3 cm) menghasilkan panjang tangkai bunga terpanjang (79,8 cm dan 86,6 cm).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tanaman sedap malam diperbanyak menggunakan umbi yang merupakan batang semu yang berubah bentuk dan fungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Lampung pada bulan Mei 2017 sampai Maret 2018. Penilitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari diameter ukuran yaitu besar (1,6 - 2 cm), sedang (1,4 - 1,5 cm) dan kecil (1,3 - 1 cm). Faktor kedua terdiri dari perlakuan zat pengatur tumbuh Atonik yaitu 0 (tanpa perlakuan), 1 ml.l-1 dan 3 ml.l-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran umbi besar (1,6 cm - 2 cm) menghasilkan panjang tanaman (38,9 cm), jumlah daun (16,1 helai), lebar daun (1,9 cm) dan jumlah anakan (9,8 tunas) yang tertinggi serta menghasilkan umur tanaman mengeluarkan malai bunga (24,9 MST) dan umur mekar bunga (28,3 MST) yang lebih cepat. Ukuran umbi sedang (1,4 cm - 1,5 cm) dan kecil (1 cm - 1,3 cm) menghasilkan panjang tangkai bunga terpanjang (79,8 cm dan 86,6 cm).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 163-170</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 163-170</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.110.g39</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Desta Rahayu, FNU Marveldani, Siti Novridha Andini</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/114</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:04:22Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Jenis Asam Amino dan Variasi Konsentrasi Sukrosa terhadap Pertumbuhan Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efektivitas Jenis Asam Amino dan Variasi Konsentrasi Sukrosa terhadap Pertumbuhan Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Maysyaroh, Qurrota A&#039;yun</dc:creator>
	<dc:creator>Ermawati, Netty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam amino</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Planlet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Asam amino</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Planlet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan planlet kentang dengan penambahan asam amino dan variasi konsentrasi sukrosa serta untuk mengetahui jenis asam amino dan konsentrasi sukrosa terbaik untuk pertumbuhan planlet kentang. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Biosain Politeknik Negeri Jember pada Agustus 2017 sampai Januari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah jenis Asam amino (A), terdiri atas: Kasein Hidrolisat 100 ppm (A1), Kasein Hidrolisat 200 ppm (A2), Glutamin 100 ppm (A3), Glutamin 200 ppm (A4), Glisin 100 ppm (A5), Glisin 200 ppm (A6).Faktor kedua konsentrasi sukrosa, terdiri atas: 20 g/L (S1), 30 g/L (S2), dan 40 g/L (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa glutamin 100 ppmmenghasilkan tanaman tertinggi. Perlakuan sukrosa terbaik adalah 30 g/L yang menghasilkan jumlah daun, jumlah ruas, bobot planlet dan tinggi tanaman tertinggi. Interaksi perlakuan terbaik pada glutamin 100 ppm dengan sukrosa 30 g/L yang memberikan bobot planlet dan tinggi optimal.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan planlet kentang dengan penambahan asam amino dan variasi konsentrasi sukrosa serta untuk mengetahui jenis asam amino dan konsentrasi sukrosa terbaik untuk pertumbuhan planlet kentang. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Biosain Politeknik Negeri Jember pada Agustus 2017 sampai Januari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah jenis Asam amino (A), terdiri atas: Kasein Hidrolisat 100 ppm (A1), Kasein Hidrolisat 200 ppm (A2), Glutamin 100 ppm (A3), Glutamin 200 ppm (A4), Glisin 100 ppm (A5), Glisin 200 ppm (A6).Faktor kedua konsentrasi sukrosa, terdiri atas: 20 g/L (S1), 30 g/L (S2), dan 40 g/L (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa glutamin 100 ppmmenghasilkan tanaman tertinggi. Perlakuan sukrosa terbaik adalah 30 g/L yang menghasilkan jumlah daun, jumlah ruas, bobot planlet dan tinggi tanaman tertinggi. Interaksi perlakuan terbaik pada glutamin 100 ppm dengan sukrosa 30 g/L yang memberikan bobot planlet dan tinggi optimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 135-143</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 135-143</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.114.g44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Qurrota A&#039;yun Maysyaroh, Netty Ermawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/118</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T12:07:48Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Multiplikasi Tunas Tanaman Kapas (Gossypium spp.) Varietas Kanesia 15 Menggunakan Kombinasi  BAP dan NAA secara In Vitro</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Multiplikasi Tunas Tanaman Kapas (Gossypium spp.) Varietas Kanesia 15 Menggunakan Kombinasi  BAP dan NAA secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Mastuti, Lilik</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Rosita Permata</dc:creator>
	<dc:creator>Asmono, Sepdian Luri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gossypium Spp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">in vitro</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NAA.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Gossypium Spp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kultur jaringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">NAA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengenai multiplikasi tunas tanaman kapas (gossypium spp.) varietas Kanesia 15 menggunakan kombinasi BAP dan NAA secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 Sampai Dengan Januari 2018 bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah BAP (B) yaitu B1= 0,00 ppm, B2= 1,50 ppm, B3= 3,00 ppm, dan B4= 4,50 ppm. Faktor kedua adalah zat pengatur tumbuh NAA (N) yaitu N1= 0,00 ppm, N2= 0,10 ppm, dan N3= 0,50 ppm. Data pengamatan yang diperoleh, diuji menggunakan Analysis of Varians (ANOVA), jika berpengaruh nyata  dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP pada media memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap kedinian tunas, jumlah tunas, dan diameter eksplan, namun memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi eksplan, jumlah ruas, jumlah akar, dan panjang akar.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengenai multiplikasi tunas tanaman kapas (gossypium spp.) varietas Kanesia 15 menggunakan kombinasi BAP dan NAA secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 Sampai Dengan Januari 2018 bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah BAP (B) yaitu B1= 0,00 ppm, B2= 1,50 ppm, B3= 3,00 ppm, dan B4= 4,50 ppm. Faktor kedua adalah zat pengatur tumbuh NAA (N) yaitu N1= 0,00 ppm, N2= 0,10 ppm, dan N3= 0,50 ppm. Data pengamatan yang diperoleh, diuji menggunakan Analysis of Varians (ANOVA), jika berpengaruh nyata  dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP pada media memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap kedinian tunas, jumlah tunas, dan diameter eksplan, namun memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi eksplan, jumlah ruas, jumlah akar, dan panjang akar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-j</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v2i2.118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 2 No. 2 (2018): SEPTEMBER; 171-181</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 2 No 2 (2018): SEPTEMBER; 171-181</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v2i2-j/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v2i2.118.g41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Lilik Mastuti, Rosita Permata Sari, Sepdian Luri Asmono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/130</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:27:54Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/130</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:46:03Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) Pada Pengendalian Hama Penghisap Polong (Riptortus linearis) Tanaman Kedelai</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Potensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) Pada Pengendalian Hama Penghisap Polong (Riptortus linearis) Tanaman Kedelai</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Reni</dc:creator>
	<dc:creator>Syarief, Mochamad</dc:creator>
	<dc:creator>Jumiatun, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Djenal, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Annona muricata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Daun Sirsak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">R.linearis.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Annona muricata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Sirsak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">R.linearis.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya produksi kedelai yaitu serangan hama penghisap polong (Riptortus linearis). Pada penelitian ini pengendalikan hama  penghisap polong pada kedelai dilakukan menggunakan pestisida nabati ekstrak daun sirsak (Annona muricata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati ekstrak daun sirsak terhadap intensitas serangan hama penghisap polong dan berat polong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2018 hingga April 2018 di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 (Deltametrin 25gr/l), Ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi : P1 (10%), P2 (30%), P3 (60%) dan P4 (90%) dengan 5 ulangan. Uji data menggunakan ANOVA (Analyze of Varians) dan uji lanjut dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 perlakuan tersebut berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan umur 63 HST dan tidak berbeda nyata pada intensitas serangan umur 56 HST,70 HST dan 77 HST dan parameter berat polong. Intensitas serangan hama penghisap polong berkorelasi negatif terhadap berat polong</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya produksi kedelai yaitu serangan hama penghisap polong (Riptortus linearis). Pada penelitian ini pengendalikan hama  penghisap polong pada kedelai dilakukan menggunakan pestisida nabati ekstrak daun sirsak (Annona muricata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati ekstrak daun sirsak terhadap intensitas serangan hama penghisap polong dan berat polong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2018 hingga April 2018 di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 (Deltametrin 25gr/l), Ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi : P1 (10%), P2 (30%), P3 (60%) dan P4 (90%) dengan 5 ulangan. Uji data menggunakan ANOVA (Analyze of Varians) dan uji lanjut dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 perlakuan tersebut berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan umur 63 HST dan tidak berbeda nyata pada intensitas serangan umur 56 HST,70 HST dan 77 HST dan parameter berat polong. Intensitas serangan hama penghisap polong berkorelasi negatif terhadap berat polong</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-c</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.130</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 22-29</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 22-29</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-c/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.130.g49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Reni Rahmawati, Mochamad Syarief, FNU Jumiatun, FNU Djenal</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/132</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:27:53Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/132</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:51:01Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Penggunaan Beberapa Stimulansia Terhadap Produksi Berberapa Klon Karet (Hevea brasilliensis Muell Arg.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Penggunaan Beberapa Stimulansia Terhadap Produksi Berberapa Klon Karet (Hevea brasilliensis Muell Arg.)</dc:title>
	<dc:creator>Renitasari, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Fatimah, Titien</dc:creator>
	<dc:creator>Madjid, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Amcotrel 10 PA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Karet Full</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stimulansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Amcotrel 10 PA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karet Full</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stimulansia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu penunjang produksi tanaman karet dalam menghasilkan getah lateks adalah pengaplikasian stimulansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara klon karet dengan stimulansia terhadap produksi tanaman karet. Penelitian ini dilakukan di PTP N XII Kebun renteng Ajung Kabupaten Jember pada 26 desember 2017 – 15 Januari 2018. Penelitian ini mengguunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah faktor klon menggunakan 4 taraf yaitu, taraf K1 (PB 260), K2 (GT 1), K3 (RRIC 100), K4 (BPM 24). Faktor kedua adalah stimulansia dengan 3 taraf yaitu, S1 (Amcotrel 10 PA), S2 (karet full), S3 (non stimulansia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang baik ditunjukkan oleh kombinasi perlakuan antara klon RRIC 100 dengan stimulansia karet full dan kombinasi perlakuan GT 1 dengan stimulansia amcotrel 10 PA. Namun, hasil produksi getah lateks menunjukkan bahwa perlakuan kontrol lebih tinggi dari semua perlakuan stimulansia.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu penunjang produksi tanaman karet dalam menghasilkan getah lateks adalah pengaplikasian stimulansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara klon karet dengan stimulansia terhadap produksi tanaman karet. Penelitian ini dilakukan di PTP N XII Kebun renteng Ajung Kabupaten Jember pada 26 desember 2017 – 15 Januari 2018. Penelitian ini mengguunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah faktor klon menggunakan 4 taraf yaitu, taraf K1 (PB 260), K2 (GT 1), K3 (RRIC 100), K4 (BPM 24). Faktor kedua adalah stimulansia dengan 3 taraf yaitu, S1 (Amcotrel 10 PA), S2 (karet full), S3 (non stimulansia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang baik ditunjukkan oleh kombinasi perlakuan antara klon RRIC 100 dengan stimulansia karet full dan kombinasi perlakuan GT 1 dengan stimulansia amcotrel 10 PA. Namun, hasil produksi getah lateks menunjukkan bahwa perlakuan kontrol lebih tinggi dari semua perlakuan stimulansia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-h</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 62-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 62-70</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-h/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.132.g54</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Eka Renitasari, Titien Fatimah, Abdul Madjid</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/136</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:45:07Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Komponen Vegetatif dan Generatif Pada Lima Aksesi Padi Hitam  (Oryza sativa L.) di Kecamatan Indihiang Tasikmalaya Jawa Barat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perbedaan Komponen Vegetatif dan Generatif Pada Lima Aksesi Padi Hitam  (Oryza sativa L.) di Kecamatan Indihiang Tasikmalaya Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Nurhidayah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Umbara, Dona Setia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">antosianin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">degeneratif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">padi beras hitam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antosianin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">degeneratif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">padi beras hitam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Padi hitam merupakan pangan fungsional yang baik dikonsumsi bagi penderita penyakit degeneratif karena kandungan antosianin dan antioksidannya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter agronomi pada 5 aksesi (PH3, PH4, PH5, PH7, dan PH8) padi hitam asal Tasikmalaya. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu aksesi padi hitam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa aksesi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, panjang daun bendera, jumlah gabah isi, dan jumlah gabah hampa. Aksesi PH5 (asal Indihiang) memiliki keragaan terbaik dari aksesi lainnya yaitu memiliki panjang daun bendera 29.9 cm, umur panen 104 hari setelah tanam dan jumlah gabah total 215 butir per malai dibandingkan dengan varietas Inpari 32 dan Situbagendit</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Padi hitam merupakan pangan fungsional yang baik dikonsumsi bagi penderita penyakit degeneratif karena kandungan antosianin dan antioksidannya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter agronomi pada 5 aksesi (PH3, PH4, PH5, PH7, dan PH8) padi hitam asal Tasikmalaya. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu aksesi padi hitam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa aksesi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, panjang daun bendera, jumlah gabah isi, dan jumlah gabah hampa. Aksesi PH5 (asal Indihiang) memiliki keragaan terbaik dari aksesi lainnya yaitu memiliki panjang daun bendera 29.9 cm, umur panen 104 hari setelah tanam dan jumlah gabah total 215 butir per malai dibandingkan dengan varietas Inpari 32 dan Situbagendit</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.136</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 15-21</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 15-21</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.136.g48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Siti Nurhidayah, Dona Setia Umbara</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/142</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:52:56Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Ektrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Insektisida Nabati Pengendali Walang Sangit  (Leptocorisa acuta) Pada Tanaman Padi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pemanfaatan Ektrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Insektisida Nabati Pengendali Walang Sangit  (Leptocorisa acuta) Pada Tanaman Padi</dc:title>
	<dc:creator>Listianti, Nafa Novika</dc:creator>
	<dc:creator>Winarno, Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Erdiansyah, Iqbal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Leptocorisa acuta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Insektisida nabati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pepaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Leptocorisa acuta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Insektisida nabati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pepaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan hama walang sangit (Leptocorisa acuta) sebagai hama utama tanaman padi menyebabkan produksi padi rendah. Pengendalian walang sangit yang biasanya menggunakan insektisida sintetik dinilai kurang efektif karena hama telah resisten terhadap insektisida sintetik. Upaya pengendalian walang sangit dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang berasal dari organ tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menekan aktivitas serangan hama walang sangit. Jalan Parangtritis, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember merupakan tempat pelaksanaan penelitian. Penelitian ini disusun dengan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Non Faktorial, menggunakan tiga perlakuan dan diulang sembilan kali. Perlakuan meliputi P0 (insektisida sintetik bahan aktif deltametrin 1 ml/L), P1 (konsentrasi ekstrak daun pepaya 55%), dan P2 (konsentrasi ekstrak daun pepaya 75 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (konsentrasi 75 % ekstrak daun pepaya) mampu menekan intensitas serangan walang sangit pada pengamatan minggu ke 3 dan ke 4 dengan rata-rata intensitas serangan 26,31 % sampai 23,17 %. Selain itu, pada perlakuan P2 (75 % ekstrak daun pepaya) berpengaruh pada persentase bulir bernas per sampel dengan rerata 38,09 % dan berat padi per sampel dengan rerata 7,11 g.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Keberadaan hama walang sangit (Leptocorisa acuta) sebagai hama utama tanaman padi menyebabkan produksi padi rendah. Pengendalian walang sangit yang biasanya menggunakan insektisida sintetik dinilai kurang efektif karena hama telah resisten terhadap insektisida sintetik. Upaya pengendalian walang sangit dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang berasal dari organ tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menekan aktivitas serangan hama walang sangit. Jalan Parangtritis, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember merupakan tempat pelaksanaan penelitian. Penelitian ini disusun dengan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Non Faktorial, menggunakan tiga perlakuan dan diulang sembilan kali. Perlakuan meliputi P0 (insektisida sintetik bahan aktif deltametrin 1 ml/L), P1 (konsentrasi ekstrak daun pepaya 55%), dan P2 (konsentrasi ekstrak daun pepaya 75 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (konsentrasi 75 % ekstrak daun pepaya) mampu menekan intensitas serangan walang sangit pada pengamatan minggu ke 3 dan ke 4 dengan rata-rata intensitas serangan 26,31 % sampai 23,17 %. Selain itu, pada perlakuan P2 (75 % ekstrak daun pepaya) berpengaruh pada persentase bulir bernas per sampel dengan rerata 38,09 % dan berat padi per sampel dengan rerata 7,11 g.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-j</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.142</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 81-85</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 81-85</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-j/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.142.g56</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Nafa Novika Listianti, Wahyu Winarno, Iqbal Erdiansyah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/142</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:27:53Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/143</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:27:53Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/143</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:47:03Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efikasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Penyakit Bercak Daun (Cercospora arachidicola)  Pada Tanaman Kacang Tanah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efikasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Penyakit Bercak Daun (Cercospora arachidicola)  Pada Tanaman Kacang Tanah</dc:title>
	<dc:creator>Meliyana, Rosita</dc:creator>
	<dc:creator>Wardana, Rudi</dc:creator>
	<dc:creator>Syarief, Mochamad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ekstrak daun kemangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cercospora arachidicola</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kacang Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyakit Bercak daun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak daun kemangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cercospora arachidicola</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyakit Bercak daun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cercospora arachidicola merupakan patogen yang menyebabkan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah. Serangan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah dapat menurunkan hasil akibat patogen yang menyerang pada saat pengisian polong. Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian penyakit tanaman dapat menimbulkan efek residu yang membahayakan lingkungan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan upaya perlindungan tanaman dengan penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi ekstrak daun kemangi terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2017 sampai Februari 2018 di lahan percobaan Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember dan laboratorium perlindungan tanaman Politeknik Negeri Jember. Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial 5 perlakuan dengan (P0) fungisida sintetik 1 ml/liter, ekstrak daun kemangi 25 % (P1), ekstrak daun kemangi 50% (P2), ekstrak daun kemangi 75 % (P3), dan ekstrak daun kemangi 100 % (P4) . Hasil uji anova pada penelitian menunjukkan bahwa efikasi ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah tidak berbeda nyata pada parameter intensitas serangan, jumlah polong, berat basah polong, dan berat kering polong kacang tanah. Peningkatan serangan Cercospora arachidicola berdampak dalam pengurangan hasil panen kacang tanah pada uji korelasi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Cercospora arachidicola merupakan patogen yang menyebabkan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah. Serangan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah dapat menurunkan hasil akibat patogen yang menyerang pada saat pengisian polong. Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian penyakit tanaman dapat menimbulkan efek residu yang membahayakan lingkungan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan upaya perlindungan tanaman dengan penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi ekstrak daun kemangi terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2017 sampai Februari 2018 di lahan percobaan Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember dan laboratorium perlindungan tanaman Politeknik Negeri Jember. Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial 5 perlakuan dengan (P0) fungisida sintetik 1 ml/liter, ekstrak daun kemangi 25 % (P1), ekstrak daun kemangi 50% (P2), ekstrak daun kemangi 75 % (P3), dan ekstrak daun kemangi 100 % (P4) . Hasil uji anova pada penelitian menunjukkan bahwa efikasi ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah tidak berbeda nyata pada parameter intensitas serangan, jumlah polong, berat basah polong, dan berat kering polong kacang tanah. Peningkatan serangan Cercospora arachidicola berdampak dalam pengurangan hasil panen kacang tanah pada uji korelasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-d</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.143</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 30-35</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 30-35</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-d/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.143.g50</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Rosita Meliyana, Rudi Wardana, Mochamad Syarief</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/158</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:47:58Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Menggunakan Sistem Hidroponik Dengan Perbedaan Sumber Nutrisi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Menggunakan Sistem Hidroponik Dengan Perbedaan Sumber Nutrisi</dc:title>
	<dc:creator>Romalasari, Atika</dc:creator>
	<dc:creator>Sobari, Enceng</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">selada</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">nutrisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hidroponik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">silika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">abmix</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">selada</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nutrisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hidroponik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">silika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">abmix</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Selada merupakan salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat. Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalapan. Peningkatan dan potensi budidaya selada menuntut adanya teknik budidaya yang efisien. Produksi suatu tanaman dengan sistem hidroponik erat kaitanya dengan ketersediaan larutan nutrisi. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada nutrisi berbeda secara hidroponik. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu jenis larutan nutrisi yaitu larutan nutrisi AB mix 1, larutan nutrisi AB mix 2 dan larutan nutrisi silika. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa larutan perbedaan sumber nutrisi memberikan pengaruh yang sangat nyata pada pertumbuhan tanaman dilihat dari karakter tinggi tanaman dan dan pengaruh nyata pada jumlah helai daun. Adanya pengamatan pH dan TDS menggambarkan ketersediaan hara yang dapat terserap pada sumber nutrisi yang digunakan. Penggunaan larutan nutrisi AB mix 1 dan larutan nutrisi AB mix 2 dinilai lebih efisen dialam mempegaruhi produksi selada dibandingkan penggunaan larutan nutrisi silika.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Selada merupakan salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat. Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalapan. Peningkatan dan potensi budidaya selada menuntut adanya teknik budidaya yang efisien. Produksi suatu tanaman dengan sistem hidroponik erat kaitanya dengan ketersediaan larutan nutrisi. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada nutrisi berbeda secara hidroponik. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu jenis larutan nutrisi yaitu larutan nutrisi AB mix 1, larutan nutrisi AB mix 2 dan larutan nutrisi silika. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa larutan perbedaan sumber nutrisi memberikan pengaruh yang sangat nyata pada pertumbuhan tanaman dilihat dari karakter tinggi tanaman dan dan pengaruh nyata pada jumlah helai daun. Adanya pengamatan pH dan TDS menggambarkan ketersediaan hara yang dapat terserap pada sumber nutrisi yang digunakan. Penggunaan larutan nutrisi AB mix 1 dan larutan nutrisi AB mix 2 dinilai lebih efisen dialam mempegaruhi produksi selada dibandingkan penggunaan larutan nutrisi silika.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.158</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 36-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 36-41</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.158.g51</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Atika Romalasari, Enceng Sobari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/158</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:27:53Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/159</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:44:15Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman dan Sebaran Mikroba Endofit Indigenous Pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Keanekaragaman dan Sebaran Mikroba Endofit Indigenous Pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)</dc:title>
	<dc:creator>Septia, Erfan Dani</dc:creator>
	<dc:creator>Parlindo, Fitra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Endofit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mikroba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Endofit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikroba</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permintaan yang tinggi terhadap komoditas Kedelai seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada produk-produk olahannya. Kenyataan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas kedelai dalam negeri. Riniarsi (2016) melaporkan bahwa produktivitas kedelai tahun 2016 bahkan mengalami penurunan sebesar 3.95% dibandingkan tahun sebelumnya.  Faktor yang menyebabkan penurunan produksi kedelai salah satunya karena penyakit yang disebabkan oleh virus tanaman. Seiring dengan tren pengurangan bahan kimia sintetis pada praktik budidaya tanaman, aplikasi mikroba endofit indigenous menjadi solusi alternatif dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mikroba endofit indigenous pada berbagai bagian jaringan tanaman kedelai dan menguji virulensinya secara in vitro.
Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi. Hasil eksplorasi cendawan endofit indigenous berjumlah 11 isolat dan bakteri berjumlah 3 isolat. Cendawan endofit indigenous berhasil diisolasi dari seluruh jaringan tanaman, kecuali polong. Keragaman cendawan endofit indigenous tertinggi terdapat pada jaringan akar dan batang, yaitu masing-masing berjumlah 4 isolat. Identitas cendawan endofit indigenous yang berhasil diidentifikasi antara lain adalah Fusarium sp., Verticilllum sp., Alternaria sp., Aspergillus sp., dan Penicillium sp. Adapun 6 isolat lainnya tidak dapat terindentifikasi. Bakteri endofit indigenous hanya terisolasi dari jaringan polong, akar, dan tanah. Seluruh bakteri merupakan golongan bakteri Gram negatif. Berdasarkan hasil Uji Hipovirulensi, terhadap 7 isolat cendawan endofit indigenous yang masuk dalam kategori hipovirulen dan 4 isolat lainnya bersifat virulen. Sedangkan semua isolat bakteri endofit indigenous yang diuji menunjukkan kategori virulen.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Permintaan yang tinggi terhadap komoditas Kedelai seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada produk-produk olahannya. Kenyataan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas kedelai dalam negeri. Riniarsi (2016) melaporkan bahwa produktivitas kedelai tahun 2016 bahkan mengalami penurunan sebesar 3.95% dibandingkan tahun sebelumnya.  Faktor yang menyebabkan penurunan produksi kedelai salah satunya karena penyakit yang disebabkan oleh virus tanaman. Seiring dengan tren pengurangan bahan kimia sintetis pada praktik budidaya tanaman, aplikasi mikroba endofit indigenous menjadi solusi alternatif dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mikroba endofit indigenous pada berbagai bagian jaringan tanaman kedelai dan menguji virulensinya secara in vitro.
Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi. Hasil eksplorasi cendawan endofit indigenous berjumlah 11 isolat dan bakteri berjumlah 3 isolat. Cendawan endofit indigenous berhasil diisolasi dari seluruh jaringan tanaman, kecuali polong. Keragaman cendawan endofit indigenous tertinggi terdapat pada jaringan akar dan batang, yaitu masing-masing berjumlah 4 isolat. Identitas cendawan endofit indigenous yang berhasil diidentifikasi antara lain adalah Fusarium sp., Verticilllum sp., Alternaria sp., Aspergillus sp., dan Penicillium sp. Adapun 6 isolat lainnya tidak dapat terindentifikasi. Bakteri endofit indigenous hanya terisolasi dari jaringan polong, akar, dan tanah. Seluruh bakteri merupakan golongan bakteri Gram negatif. Berdasarkan hasil Uji Hipovirulensi, terhadap 7 isolat cendawan endofit indigenous yang masuk dalam kategori hipovirulen dan 4 isolat lainnya bersifat virulen. Sedangkan semua isolat bakteri endofit indigenous yang diuji menunjukkan kategori virulen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-a</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i1.159</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 1 (2019): MARCH; 1-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 1 (2019): MARET; 1-14</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i1-a/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i1.159.g47</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Erfan Dani Septia, Fitra Parlindo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/172</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:34:26Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Terhadap Tingkat Cekaman Garam NaCl dan Aplikasi Azolla</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Terhadap Tingkat Cekaman Garam NaCl dan Aplikasi Azolla</dc:title>
	<dc:creator>Krismiratsih, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Winarso, Sugeng</dc:creator>
	<dc:creator>Slameto, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Azolla</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cekaman NaCl</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Azolla</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cekaman NaCl</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Padi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada kondisi cekaman NaCl. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik jl. Parangtritis desa Antirogo kecamatan Sumbersari kab Jember dengan ketinggian 89 mdpl pada bulan oktober 2018 sampa dengan februari 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Dengan faktor I adalah empat tingkat cekaman garam NaCl yaitu 0 dS/m, 2 dS/m, 4 dS/m dan 8 dS/m. Faktor II adalah tiga cara pemberian azolla yaitu  kompos, dibenamkan dan penutup tanah. Varietas padi yang digunakan adalah Ciherang. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan bobot gabah kering per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi NaCl 2 dS/m meningkatkan jumlah anakan tanaman padi. Peningkatan pemberian cekaman garam NaCl secara umum menurunkan hasil pada setiap kompenen yang diamati. Pengaplikasian azolla sebagai pembenah tanah mampu meningkatkan bobot gabah kering per rumpun namun tidak menunjukkan hasil berbeda nyata dengan perlakuan lainnya</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada kondisi cekaman NaCl. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik jl. Parangtritis desa Antirogo kecamatan Sumbersari kab Jember dengan ketinggian 89 mdpl pada bulan oktober 2018 sampa dengan februari 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Dengan faktor I adalah empat tingkat cekaman garam NaCl yaitu 0 dS/m, 2 dS/m, 4 dS/m dan 8 dS/m. Faktor II adalah tiga cara pemberian azolla yaitu  kompos, dibenamkan dan penutup tanah. Varietas padi yang digunakan adalah Ciherang. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan bobot gabah kering per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi NaCl 2 dS/m meningkatkan jumlah anakan tanaman padi. Peningkatan pemberian cekaman garam NaCl secara umum menurunkan hasil pada setiap kompenen yang diamati. Pengaplikasian azolla sebagai pembenah tanah mampu meningkatkan bobot gabah kering per rumpun namun tidak menunjukkan hasil berbeda nyata dengan perlakuan lainnya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.172</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 11-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 11-20</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.172.g58</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Fitri Krismiratsih, Sugeng Winarso, FNU Slameto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/172</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T06:51:32Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/173</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:33:39Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran Kalium dan Kalsium Pada Peningkatan Kualitas dan Masa Simpan Tomat (Lycopersicum esculentum var. servo)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peran Kalium dan Kalsium Pada Peningkatan Kualitas dan Masa Simpan Tomat (Lycopersicum esculentum var. servo)</dc:title>
	<dc:creator>Wicaksana, Puguh Catur</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, Ketut Anom</dc:creator>
	<dc:creator>Soeparjono, Sigit</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tomat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Varietas Servo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Masa Simpan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tomat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas Servo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masa Simpan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tomat memiliki karakteristik mudah mengalami kerusakan. Kerusakan fisiologis pada produk buah tomat dapat disebabkan oleh kualitas dalam buah dan atribut sensorik yang kurang baik sehingga rentan terjadi kerusakan. Kehilangan produksi tomat saat panen di negara-negara berkembang mencapai 50% karena lamanya distribusi tomat. Varietas servo banyak diminati oleh petani karena memiliki beberapa keunggulan yaitu, produktivitasnya yang tinggi dan bobot buah yang besar. Kekurangan varietas servo tomat adalah umur simpan buah yang singkat, yaitu hanya 7 hari setelah panen. Umur simpan yang singkat dipengaruhi oleh ketebalan daging buah dan kelunakan buah. Dalam meningkatkan kualitas dan umur simpan tomat, nutrisi kalium (K) berperan dalam translokasi fotosintesis, memperkuat dinding sel dan terlibat dalam proses lignifikasi jaringan sklerenkim. Tomat merupakan produk yang memiliki tingkat respirasi tinggi yang dipengaruhi oleh etilen. Produksi etilen dapat dihambat oleh aplikasi kalsium (Ca) secara eksogen dengan memperkuat mekanisme dinding sel dan dapat meningkatkan sensitivitas terhadap kerusakan fisiologis. Berdasarkan perlakuan penelitian ini, kualitas dan varietas tomat meningkat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tomat memiliki karakteristik mudah mengalami kerusakan. Kerusakan fisiologis pada produk buah tomat dapat disebabkan oleh kualitas dalam buah dan atribut sensorik yang kurang baik sehingga rentan terjadi kerusakan. Kehilangan produksi tomat saat panen di negara-negara berkembang mencapai 50% karena lamanya distribusi tomat. Varietas servo banyak diminati oleh petani karena memiliki beberapa keunggulan yaitu, produktivitasnya yang tinggi dan bobot buah yang besar. Kekurangan varietas servo tomat adalah umur simpan buah yang singkat, yaitu hanya 7 hari setelah panen. Umur simpan yang singkat dipengaruhi oleh ketebalan daging buah dan kelunakan buah. Dalam meningkatkan kualitas dan umur simpan tomat, nutrisi kalium (K) berperan dalam translokasi fotosintesis, memperkuat dinding sel dan terlibat dalam proses lignifikasi jaringan sklerenkim. Tomat merupakan produk yang memiliki tingkat respirasi tinggi yang dipengaruhi oleh etilen. Produksi etilen dapat dihambat oleh aplikasi kalsium (Ca) secara eksogen dengan memperkuat mekanisme dinding sel dan dapat meningkatkan sensitivitas terhadap kerusakan fisiologis. Berdasarkan perlakuan penelitian ini, kualitas dan varietas tomat meningkat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-a</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-a/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.173.g57</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Puguh Catur Wicaksana, Ketut Anom Wijaya, Sigit Soeparjono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/184</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:35:22Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Lama Penyinaran dan Konsentrasi Sukrosa Terhadap Induksi Tunas Kentang Varietas Granola Kembang Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Lama Penyinaran dan Konsentrasi Sukrosa Terhadap Induksi Tunas Kentang Varietas Granola Kembang Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Saturi, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Djenal, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Induksi Tunas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lama Penyinaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Induksi Tunas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lama Penyinaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kentang merupakan komoditi pangan dari umbi-umbian. Stok bibit kentang semakin rendah akibat kebiasaan petani menggunakan benih yang tidak berkualitas dari hasil pertanaman kentang sebelumnya, sehingga menyebabkan produksi menurun. Maka dibutuhkan alternatif untuk menghasilkan bibit yang seragam dan bebas penyakit serta berkualitas. Penelitian ini bertujuansuntuk mengetahui respon lama penyinaran dan konsentrasi sukrosa yang tepat terhadap induksi tunas kentang varietas Granola Kembang. Penelitiann dilaksanakan di LaboratoriummKultur Jaringan tanaman, Politeknik Negeri Jember, pada bulan Oktober 2018 sampai bulan Januari 2019. Metodesyang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkaps(RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu lama penyinaran ( 12 jam, 16 jam dan 18 jam), sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi sukrosa (15 g/L; 30 g/l dan 45 g/L). Datasdianalisa menggunakannuji ANOVA dan diuji lanjut dengan DMRT taraff5%. Hasil penelitian menunjukkan lama penyinaran 18 jam dan sukrosa 45 g/L merupakan perlakuan terbaik pada parameter jumlah tunas, diameter, jumlah daun dan kedinian akar, sedangkan Sedangkan kandungan lignin pada plantlet memiliki kecenderungan tertinggi pada perlakuan 16 jam penyinaran dan sukrosa 30 g/L.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kentang merupakan komoditi pangan dari umbi-umbian. Stok bibit kentang semakin rendah akibat kebiasaan petani menggunakan benih yang tidak berkualitas dari hasil pertanaman kentang sebelumnya, sehingga menyebabkan produksi menurun. Maka dibutuhkan alternatif untuk menghasilkan bibit yang seragam dan bebas penyakit serta berkualitas. Penelitian ini bertujuansuntuk mengetahui respon lama penyinaran dan konsentrasi sukrosa yang tepat terhadap induksi tunas kentang varietas Granola Kembang. Penelitiann dilaksanakan di LaboratoriummKultur Jaringan tanaman, Politeknik Negeri Jember, pada bulan Oktober 2018 sampai bulan Januari 2019. Metodesyang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkaps(RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu lama penyinaran ( 12 jam, 16 jam dan 18 jam), sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi sukrosa (15 g/L; 30 g/l dan 45 g/L). Datasdianalisa menggunakannuji ANOVA dan diuji lanjut dengan DMRT taraff5%. Hasil penelitian menunjukkan lama penyinaran 18 jam dan sukrosa 45 g/L merupakan perlakuan terbaik pada parameter jumlah tunas, diameter, jumlah daun dan kedinian akar, sedangkan Sedangkan kandungan lignin pada plantlet memiliki kecenderungan tertinggi pada perlakuan 16 jam penyinaran dan sukrosa 30 g/L.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-c</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.184</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 21-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 21-30</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-c/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.184.g116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 FNU Saturi, FNU Djenal</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/184</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T06:51:32Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/194</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T06:51:32Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/194</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:37:30Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian Larutan Nutrisi Bahan Organik (BP-1) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bibit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian Larutan Nutrisi Bahan Organik (BP-1) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bibit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Almanfaluthy, Mohammad Rizal</dc:creator>
	<dc:creator>Bintoro, Moch. </dc:creator>
	<dc:creator>Soedomo, Prasodjo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bawang Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Interval waktu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">biopras (Bp-1)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bawang Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Interval waktu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biopras (Bp-1)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian pengaruh konsentrasi dan interval waktu pemberian larutan nutrisi bahan organik Biopras (Bp-1) terhadap pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah (Allium ascalonicum L.) bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi larutan Bp-1 yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian produksi bibit bawang merah di laksanakan pada tanggal 11 September 2018 di Dusun Dongkol, Desa Sukasari Kaler, Kec. Argapura, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Petak Terbagi (Splitplot) secara faktorial. Petak utama interval waktu penyemprotan meliputi I1= interval waktu penyemprotan Bp-1 3 hari sekali, I2= interval waktu penyemprotan Bp-1 6 hari sekali, I3= interval waktu penyemprotan Bp-1 9 hari sekali. Anak petak konsentrasi Bp-1 meliputi B0 = Tanpa Di semprot larutan Bp-1, B1 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 1 ml per liter air, B2 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 2 ml per liter air, B3 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 3 ml per liter air, B4 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 4 ml per liter air. Data pengamatan pada setiap parameter dianalisis menggunakan analisis rumus F (ANOVA) diikuti dengan uji lanjut BNT dan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interval waktu penyemprotan 3 hari sekali (I1) berpengaruh nyata pada parameter jumlah umbi per rumpun (11,51), berat basah umbi per rumpun (128,20 g), dan berat kering umbi per rumpun (80,68 g). Sedangkan konsentrasi larutan Bp-1 3 ml per liter air (B3) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 14 hari (16,88 cm) dan 28 hari setelah tanam (28,17 cm), jumlah daun umur 14 hari (9,78) dan 28 hari setelah tanam (28,37), tinggi batang semu umur 42 hari setelah tanam (6,77 cm), jumlah umbi per rumpun (11,19) dan berat basah umbi per rumpun (130, 46 g). </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian pengaruh konsentrasi dan interval waktu pemberian larutan nutrisi bahan organik Biopras (Bp-1) terhadap pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah (Allium ascalonicum L.) bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi larutan Bp-1 yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian produksi bibit bawang merah di laksanakan pada tanggal 11 September 2018 di Dusun Dongkol, Desa Sukasari Kaler, Kec. Argapura, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Petak Terbagi (Splitplot) secara faktorial. Petak utama interval waktu penyemprotan meliputi I1= interval waktu penyemprotan Bp-1 3 hari sekali, I2= interval waktu penyemprotan Bp-1 6 hari sekali, I3= interval waktu penyemprotan Bp-1 9 hari sekali. Anak petak konsentrasi Bp-1 meliputi B0 = Tanpa Di semprot larutan Bp-1, B1 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 1 ml per liter air, B2 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 2 ml per liter air, B3 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 3 ml per liter air, B4 = Di semprot larutan Bp-1 konsentrasi 4 ml per liter air. Data pengamatan pada setiap parameter dianalisis menggunakan analisis rumus F (ANOVA) diikuti dengan uji lanjut BNT dan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interval waktu penyemprotan 3 hari sekali (I1) berpengaruh nyata pada parameter jumlah umbi per rumpun (11,51), berat basah umbi per rumpun (128,20 g), dan berat kering umbi per rumpun (80,68 g). Sedangkan konsentrasi larutan Bp-1 3 ml per liter air (B3) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 14 hari (16,88 cm) dan 28 hari setelah tanam (28,17 cm), jumlah daun umur 14 hari (9,78) dan 28 hari setelah tanam (28,37), tinggi batang semu umur 42 hari setelah tanam (6,77 cm), jumlah umbi per rumpun (11,19) dan berat basah umbi per rumpun (130, 46 g). </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.194</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 51-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 51-60</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.194.g119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Mohammad Rizal Almanfaluthy, Moch. Bintoro, Prasodjo Soedomo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/207</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T06:51:32Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/207</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:36:21Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Jenis ZPT Terhadap Induksi Akar Setek 3 Varietas Krisan Pot (Dendranthema grandiflora Tzvelev Syn. Chrysanthemum morifolium Ramat)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Jenis ZPT Terhadap Induksi Akar Setek 3 Varietas Krisan Pot (Dendranthema grandiflora Tzvelev Syn. Chrysanthemum morifolium Ramat)</dc:title>
	<dc:creator>Agustin, Reshita Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Evi Dwi Sulistya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Krisan Pot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Varietas Krisan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ZPT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bunga potong</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Krisan Pot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas Krisan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ZPT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bunga potong</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman krisan tidak diimbangi dengan meningkatnya produksi tanaman ini. Salah satu kendala dalam pengembangan produksi benih krisan dari hasil perbanyakan dengan setek adalah perakaran yang lemah. Perbanyakan secara vegetatif melalui setek permasalahan pokoknya adalah pada pembentukan akar. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias Jl. Raya Ciherang, Segunung, Pacet, Cianjur, Jawa Barat 43252. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama jenis varietas krisan pot yaitu Varietas Avanthe (V1), Varietas Prita (V2) dan Varietas Naura (V3).dan faktor kedua jenis ZPT yaitu Kontrol (Z1), Rootone F (Z2) dan PGPR (Z3). Interakasi antara aplikasi jenis ZPT dan setek 3 varietas krisan pot pada pengamatan 21 HST memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap semua parameter, kecuali pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Interaksi terbaik ditunjukkan oleh perlakuan penggunaan Rootone F pada Varietas Avanthe.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman krisan tidak diimbangi dengan meningkatnya produksi tanaman ini. Salah satu kendala dalam pengembangan produksi benih krisan dari hasil perbanyakan dengan setek adalah perakaran yang lemah. Perbanyakan secara vegetatif melalui setek permasalahan pokoknya adalah pada pembentukan akar. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias Jl. Raya Ciherang, Segunung, Pacet, Cianjur, Jawa Barat 43252. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama jenis varietas krisan pot yaitu Varietas Avanthe (V1), Varietas Prita (V2) dan Varietas Naura (V3).dan faktor kedua jenis ZPT yaitu Kontrol (Z1), Rootone F (Z2) dan PGPR (Z3). Interakasi antara aplikasi jenis ZPT dan setek 3 varietas krisan pot pada pengamatan 21 HST memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap semua parameter, kecuali pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Interaksi terbaik ditunjukkan oleh perlakuan penggunaan Rootone F pada Varietas Avanthe.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-d</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.207</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 31-40</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 31-40</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-d/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.207.g117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Reshita Dwi Agustin, Evi Dwi Sulistya Nugroho</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/208</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/208</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:19:54Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Metode dan Lama Pengeringan Kotak Sari Terhadap    Pembentukan Buah dan Biji Cabai Merah Hibrida  (Capsicum annum L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Metode dan Lama Pengeringan Kotak Sari Terhadap    Pembentukan Buah dan Biji Cabai Merah Hibrida  (Capsicum annum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Indri</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistyono, Nantil Bambang Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiyono, Antonius</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Metode pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lama pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pollen cabe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Viabilitas pollen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lama pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pollen cabe</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Viabilitas pollen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi media pengeringan dan waktu pengeringan serbuk sari untuk pembentukan buah dan biji pada pemuliaan cabai. Penelitian ini dilakukan di PT. Aditya Sentana Agro, Malang. Diaplikasikan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media pengeringan dengan 3 level yaitu suhu kotak pengering suhu 30 °C (M1), suhu rumah kaca suhu 32 °C (M2) dan suhu pengeringan matahari suhu 34 °C (M3). Faktor kedua adalah waktu pengeringan, yaitu 3 jam (W1), 6 jam (W2), dan 9 jam (M3). Interaksi antara pengering kotak sebagai pengeringan sedang dan waktu pengeringan 3 jam (M1W1) dapat menghasilkan prosentase pembentukan buah hingga 98%, berat fruti 12,91 g, panjang buah 13,34 cm, diameter buah 17,47 mm , jumlah biji per buah buah 66,06, dan berat biji per buah 1,26 g per biji.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi media pengeringan dan waktu pengeringan serbuk sari untuk pembentukan buah dan biji pada pemuliaan cabai. Penelitian ini dilakukan di PT. Aditya Sentana Agro, Malang. Diaplikasikan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media pengeringan dengan 3 level yaitu suhu kotak pengering suhu 30 °C (M1), suhu rumah kaca suhu 32 °C (M2) dan suhu pengeringan matahari suhu 34 °C (M3). Faktor kedua adalah waktu pengeringan, yaitu 3 jam (W1), 6 jam (W2), dan 9 jam (M3). Interaksi antara pengering kotak sebagai pengeringan sedang dan waktu pengeringan 3 jam (M1W1) dapat menghasilkan prosentase pembentukan buah hingga 98%, berat fruti 12,91 g, panjang buah 13,34 cm, diameter buah 17,47 mm , jumlah biji per buah buah 66,06, dan berat biji per buah 1,26 g per biji.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.208</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 55-63</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 55-63</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.208.g65</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Indri Lestari, Nantil Bambang Eko Sulistyono, Antonius Dwiyono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/252</identifier>
				<datestamp>2024-08-23T20:29:03Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Isolasi dan Identifikasi Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Tiga Pusat Lokasi Tanaman Jagung di Kabupaten Jember</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Isolasi dan Identifikasi Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Tiga Pusat Lokasi Tanaman Jagung di Kabupaten Jember</dc:title>
	<dc:creator>Erdiansyah, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator>Damanhuri, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Azizah, Putri Zakiyatul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk Mengisolasi dan Mendapatkan Isolat Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Tiga Pusat Lokasi Tanaman Jagung Di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Kegiatan Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Jember dan Laboratorium Jurusan Hama Penyakit Univeristas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan 3 lokasi dan 3 kedalaman untuk pengambilan sampel yaitu Kecamatan Arjasa, Kecamatan Bangsalsari, dan Kecamatan Kencong dengan kedalaman 10 cm, 20 cm dan 30 cm dari permukaan tanah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi jenis Cendawan Mikoriza Arbuskular yang sudah di isolasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Cendawan Mikoriza Arbuskular dari rhizosfer tanaman jagung dapat di identifikasi sebagai jenis Cendawan Mikoriza dari genus Glomus sp dan Acaulospora delicata yang memiliki karakteristik warna coklat dan memiliki bentuk bulan sampai dengan lonjong. Genus Glomus sp memiliki tingkat adaptasi yang lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada kedalaman tanah 10 cm dengan jumlah spora 75. Genus Acaulospora delicata memiliki adaptasi lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada Kedalaman 20 cm dengan jumlah spora 111.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk Mengisolasi dan Mendapatkan Isolat Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Tiga Pusat Lokasi Tanaman Jagung Di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Kegiatan Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Jember dan Laboratorium Jurusan Hama Penyakit Univeristas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan 3 lokasi dan 3 kedalaman untuk pengambilan sampel yaitu Kecamatan Arjasa, Kecamatan Bangsalsari, dan Kecamatan Kencong dengan kedalaman 10 cm, 20 cm dan 30 cm dari permukaan tanah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi jenis Cendawan Mikoriza Arbuskular yang sudah di isolasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Cendawan Mikoriza Arbuskular dari rhizosfer tanaman jagung dapat di identifikasi sebagai jenis Cendawan Mikoriza dari genus Glomus sp dan Acaulospora delicata yang memiliki karakteristik warna coklat dan memiliki bentuk bulan sampai dengan lonjong. Genus Glomus sp memiliki tingkat adaptasi yang lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada kedalaman tanah 10 cm dengan jumlah spora 75. Genus Acaulospora delicata memiliki adaptasi lebih dominan di Kecamatan Arjasa pada Kedalaman 20 cm dengan jumlah spora 111.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.252</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 41-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 41-50</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.252.g118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Iqbal Erdiansyah, Damanhuri, Putri Zakiyatul Azizah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/278</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T06:51:32Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/278</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:39:20Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffeacanephorasp.) Asal Setek dengan Penambahan Pupuk Hayati Mikoriza Arbuskula</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffeacanephorasp.) Asal Setek dengan Penambahan Pupuk Hayati Mikoriza Arbuskula</dc:title>
	<dc:creator>Indrastiti, Arini</dc:creator>
	<dc:creator>Setyoko, Ujang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pupuk hayati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kopi robusta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Mikoriza Arbuskula</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk hayati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kopi robusta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikoriza Arbuskula</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kopi merupakan komoditi penting dalam dunia perkebunan. Tanaman kopi yang baik dapat menghasilkan biji kopi terbaik. Pemberian perlakuan pupuk hayati Mikoriza Arbuskula diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kopi pada lahan kering. Penelitian ini dilakukan untuk mencari dosis terbaik dan yang paling efektif dalam pertumbuhan bibit tanaman kopi dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2018 hingga Februari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang digunakan yaitu perbedaan dosis pupuk hayati Mikoriza Arbuskula 5 g/tanaman (P1), 10 g/tanaman (P2), 15 g/tanaman (P3), dan kontrol (P0), dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk hayati Mikoriza Arbuskula pada bibit kopi Robusta tidak berbeda nyata pada seluruh parameter pengamatan. Hal tersebut dapat terjadi karena Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dapat bekerja secara optimal pada media yang kering dan miskin hara, sedangkan pada penelitian ini media yang digunakan cukup air dan kandungan hara.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kopi merupakan komoditi penting dalam dunia perkebunan. Tanaman kopi yang baik dapat menghasilkan biji kopi terbaik. Pemberian perlakuan pupuk hayati Mikoriza Arbuskula diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kopi pada lahan kering. Penelitian ini dilakukan untuk mencari dosis terbaik dan yang paling efektif dalam pertumbuhan bibit tanaman kopi dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Politeknik Negeri Jember pada bulan September 2018 hingga Februari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang digunakan yaitu perbedaan dosis pupuk hayati Mikoriza Arbuskula 5 g/tanaman (P1), 10 g/tanaman (P2), 15 g/tanaman (P3), dan kontrol (P0), dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk hayati Mikoriza Arbuskula pada bibit kopi Robusta tidak berbeda nyata pada seluruh parameter pengamatan. Hal tersebut dapat terjadi karena Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dapat bekerja secara optimal pada media yang kering dan miskin hara, sedangkan pada penelitian ini media yang digunakan cukup air dan kandungan hara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.278</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 71-80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 71-80</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.278.g120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Arini Indrastiti, Ujang Setyoko</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/313</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:40:21Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Induksi Tunas Kultur Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Var. H-382 Dengan Variasi Konsentrasi Kinetin</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Induksi Tunas Kultur Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Var. H-382 Dengan Variasi Konsentrasi Kinetin</dc:title>
	<dc:creator>Suryaningsih, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Induksi tunas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kinetin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kultur tembakau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Induksi tunas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kinetin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kultur tembakau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh berbagai konsentrasi kinetin pada kultur tunas induksi Tembakau. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2018, di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan faktor variasi konsentrasi Kinetin pada media MS yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu 0 ppm (P1), 1 ppm (P2), 2 ppm (P3), 3 ppm (P4), 4 ppm (P5), 5 ppm (P6). Data hasil pengamatan penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA), apabila berbeda nyata maka dapat diuji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range test (DMRT) taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Kinetin berpengaruh nyata pada konsentrasi 3-5 ppm, dengan konsentrasi terbaik untuk kedinian tunas pada perlakuan 4 ppm dan 5 ppm yaitu 12.8 hari – 13.2 hari setelah inokulasi (HSI), eksplan bertunas 100%, tingkat kontaminasi 0%, rerata tinggi tunas 1.15 cm, dan rerata jumlah tunas 108 tunas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh berbagai konsentrasi kinetin pada kultur tunas induksi Tembakau. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2018, di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan faktor variasi konsentrasi Kinetin pada media MS yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu 0 ppm (P1), 1 ppm (P2), 2 ppm (P3), 3 ppm (P4), 4 ppm (P5), 5 ppm (P6). Data hasil pengamatan penelitian dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA), apabila berbeda nyata maka dapat diuji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range test (DMRT) taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Kinetin berpengaruh nyata pada konsentrasi 3-5 ppm, dengan konsentrasi terbaik untuk kedinian tunas pada perlakuan 4 ppm dan 5 ppm yaitu 12.8 hari – 13.2 hari setelah inokulasi (HSI), eksplan bertunas 100%, tingkat kontaminasi 0%, rerata tinggi tunas 1.15 cm, dan rerata jumlah tunas 108 tunas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-h</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.313</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 81-90</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 81-90</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-h/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.313.g121</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 FNU Suryaningsih </dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/313</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T06:51:32Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/319</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:18:56Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Sukrosa pada Media Cair terhadap Pembentukan Umbi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Optimasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Sukrosa pada Media Cair terhadap Pembentukan Umbi</dc:title>
	<dc:creator>Wati, Dewi Widhia</dc:creator>
	<dc:creator>Djenal, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ammonium nitrate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Umbi mikro</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ammonium nitrate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Umbi mikro</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan konsentrasi Ammonium nitrat dan sukrosa yang optimal untuk menghasilkan umbi mikro yang besar dengan waktu pembentukan umbi yang lebih cepat dan berat basah umbi mikro tinggi. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari Januari  hingga April 2019 di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, 9 perlakuan dan 3 ulangan. Taraf faktor N yaitu 825 mg/L, 1650 mg/L dan 2475 mg/L, sedangkan taraf faktor S yaitu 60 g/L, 75 g/L dan 90 g/L dengan perlakuan kombinasi N1S1, N1S2, N1S3, N2S1, N2S2, N2S3, N3S1, N3S2, N3S3. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan kemudian diuji lebih lanjut dengan menggunakan DMRT 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter kedinian umbi dan jumlah umbi yaitu 825 mg/L, sedangkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter tinggi tanaman, diameter umbi dan bobot umbi adalah 1650 mg/L. Konsentrasi sukrosa terbaik untuk kedinian umbi mikro yaitu 75 g/L. Interaksi nitrogen dan sukrosa yang terbaik untuk parameter kedinian umbi mikro adalah perlakuan 825 mg/L NH4NO3 dan 75 g/L sukrosa.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan konsentrasi Ammonium nitrat dan sukrosa yang optimal untuk menghasilkan umbi mikro yang besar dengan waktu pembentukan umbi yang lebih cepat dan berat basah umbi mikro tinggi. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari Januari  hingga April 2019 di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, 9 perlakuan dan 3 ulangan. Taraf faktor N yaitu 825 mg/L, 1650 mg/L dan 2475 mg/L, sedangkan taraf faktor S yaitu 60 g/L, 75 g/L dan 90 g/L dengan perlakuan kombinasi N1S1, N1S2, N1S3, N2S1, N2S2, N2S3, N3S1, N3S2, N3S3. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan kemudian diuji lebih lanjut dengan menggunakan DMRT 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter kedinian umbi dan jumlah umbi yaitu 825 mg/L, sedangkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter tinggi tanaman, diameter umbi dan bobot umbi adalah 1650 mg/L. Konsentrasi sukrosa terbaik untuk kedinian umbi mikro yaitu 75 g/L. Interaksi nitrogen dan sukrosa yang terbaik untuk parameter kedinian umbi mikro adalah perlakuan 825 mg/L NH4NO3 dan 75 g/L sukrosa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.319</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 45-54</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 45-54</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.319.g64</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dewi Widhia Wati, FNU Djenal</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/319</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/322</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:22:23Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Pencacahan Daun Cengkeh Varietas Zanzibar  (Syzgium aromaticum L.) Terhadap Hasil Minyak Atsiri</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perbedaan Pencacahan Daun Cengkeh Varietas Zanzibar  (Syzgium aromaticum L.) Terhadap Hasil Minyak Atsiri</dc:title>
	<dc:creator>Ummah, Rochmathul</dc:creator>
	<dc:creator>Mastuti, Lilik</dc:creator>
	<dc:creator>Humaidah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Minyak atsiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pencacahan daun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Varietas zanzibar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak atsiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencacahan daun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas zanzibar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah daun cengkeh berlimpah dan telah dimanfaatkan menjadi minyak. Minyak daun cengkeh adalah salah satu produk minyak atsiri unggulan di Indonesia dan kebutuhan minyak daun cengkeh terus meningkat setiap tahun. Tetapi seringkali rendemen minyak yang dihasilkan rendah. Perbedaan pencacahan daun cengkeh merupakan alternatif untuk meningkatkan rendemen minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari perbedaan pencacahan daun cengkeh terhadap hasil minyak atsiri dan mencari perlakuan terbaik dalam menghasilkan rendemen minyak tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Pakan dan Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Politeknik Negeri Jember. Dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu perbedaan pencacahan dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari daun utuh (P1), cacahan besar (P2), cacahan kecil (P3) dan 9 ulangan menggunakan penyulingan uap dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan pencacahan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil minyak atsiri pada parameter kuantitatif. Pada parameter kualitatif, perbedaan pencacahan menghasilkan rendemen bahan tertinggi yaitu cacahan kecil, warna minyak yang banyak dihasilkan adalah cokelat kekuningan dan kuning kecokelatan, serta kadar eugenol semua perlakuan sesuai SNI. Eugenol tertinggi adalah perlakuan daun utuh. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan rendemen minyak tertinggi adalah perlakuan dengan cacahan kecil.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Limbah daun cengkeh berlimpah dan telah dimanfaatkan menjadi minyak. Minyak daun cengkeh adalah salah satu produk minyak atsiri unggulan di Indonesia dan kebutuhan minyak daun cengkeh terus meningkat setiap tahun. Tetapi seringkali rendemen minyak yang dihasilkan rendah. Perbedaan pencacahan daun cengkeh merupakan alternatif untuk meningkatkan rendemen minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari perbedaan pencacahan daun cengkeh terhadap hasil minyak atsiri dan mencari perlakuan terbaik dalam menghasilkan rendemen minyak tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Pakan dan Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Politeknik Negeri Jember. Dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu perbedaan pencacahan dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari daun utuh (P1), cacahan besar (P2), cacahan kecil (P3) dan 9 ulangan menggunakan penyulingan uap dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan pencacahan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil minyak atsiri pada parameter kuantitatif. Pada parameter kualitatif, perbedaan pencacahan menghasilkan rendemen bahan tertinggi yaitu cacahan kecil, warna minyak yang banyak dihasilkan adalah cokelat kekuningan dan kuning kecokelatan, serta kadar eugenol semua perlakuan sesuai SNI. Eugenol tertinggi adalah perlakuan daun utuh. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan rendemen minyak tertinggi adalah perlakuan dengan cacahan kecil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.322</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 71-82</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 71-82</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.322.g67</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rochmathul Ummah, Lilik Mastuti, Siti Humaidah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/322</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/323</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:17:59Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam</dc:title>
	<dc:creator>Ardianto, Aditya</dc:creator>
	<dc:creator>Humaida, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Minyak Nilam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyulingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cara Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak Nilam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyulingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cara Pengeringan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan tanaman nilam disebut minyak nilam. Minyak nilam berperan penting sebagai bahan baku dalam industri pewangi dan kosmetika. Indonesia setiap tahun memasok minyak nilam dari 70% - 90% kebutuhan dunia. Namun petani khawatir terhadap harga minyak nilam yang fluktuatif. Sehingga perlu upaya peningkatan rendemen minyak nilam guna menekan harga pokok produksi agar resiko kerugian dapat diminimalisir. Alternatif meningkatkan rendemen adalah dengan memperbaiki cara pengeringan nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan cara pengeringan nilam dan mengetahui perlakuan yang memberikan hasil terbaik terhadap minyak nilam. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Pengembangan PT. Tarutama Nusantara. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu perbedaan cara pengeringan dengan 6 taraf yang terdiri dari kering angin selama 9 hari (P0), kering matahari selama 1 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P1), kering matahari selama 2 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P2), kering matahari selama 3 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P3), kering matahari selama 4 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P4), kering matahari selama 5 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P5) dan 4 ulangan menggunakan penyulingan metode uap dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berupa perbedaan durasi penjemuran bahan dengan sinar matahari berpengaruh nyata terhadap rendemen bahan dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, volume minyak, berat minyak dan rendemen minyak nilam. Minyak nilam berwarna kuning dan kadar patchuoli alkohol semua perlakuan di atas 30% sehingga sesuai dengan SNI. Perlakuan terbaik adalah metode pengeringan kering angina selama 9 hari.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan tanaman nilam disebut minyak nilam. Minyak nilam berperan penting sebagai bahan baku dalam industri pewangi dan kosmetika. Indonesia setiap tahun memasok minyak nilam dari 70% - 90% kebutuhan dunia. Namun petani khawatir terhadap harga minyak nilam yang fluktuatif. Sehingga perlu upaya peningkatan rendemen minyak nilam guna menekan harga pokok produksi agar resiko kerugian dapat diminimalisir. Alternatif meningkatkan rendemen adalah dengan memperbaiki cara pengeringan nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan cara pengeringan nilam dan mengetahui perlakuan yang memberikan hasil terbaik terhadap minyak nilam. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Pengembangan PT. Tarutama Nusantara. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu perbedaan cara pengeringan dengan 6 taraf yang terdiri dari kering angin selama 9 hari (P0), kering matahari selama 1 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P1), kering matahari selama 2 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P2), kering matahari selama 3 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P3), kering matahari selama 4 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P4), kering matahari selama 5 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P5) dan 4 ulangan menggunakan penyulingan metode uap dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berupa perbedaan durasi penjemuran bahan dengan sinar matahari berpengaruh nyata terhadap rendemen bahan dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, volume minyak, berat minyak dan rendemen minyak nilam. Minyak nilam berwarna kuning dan kadar patchuoli alkohol semua perlakuan di atas 30% sehingga sesuai dengan SNI. Perlakuan terbaik adalah metode pengeringan kering angina selama 9 hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.323</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 34-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 34-44</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.323.g63</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Aditya Ardianto, Siti Humaida</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/323</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/324</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/324</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:21:28Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Trichoderma sp. Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrizi) Tanaman Kedelai Edamame</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Trichoderma sp. Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrizi) Tanaman Kedelai Edamame</dc:title>
	<dc:creator>Akbar, Fajar Ilham Kumara</dc:creator>
	<dc:creator>Syarief, Moch</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kedelai Edamame</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Metalaksil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Phakopsora pachyrizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Trichoderma spp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai Edamame</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metalaksil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Phakopsora pachyrizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trichoderma spp.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Trichoderma  spp. terhadap penyakit karat daun Phakopsora pachyrizi Syd pada tanaman kedelai Edamame. Penelitian ini dilakukan di Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, dimulai Desember 2019  sampai Maret 2020. Metode penelitian ini membandingkan dua areal tanaman Edamame dengan perlakuan berbeda dalam pengendalian penyakit karat daun. Areal pertama menggunakan Trichoderma spp. konsentrasi 108 CFU dosis 500 liter per ha, pupuk kandang kotoran sapi, dosis 5 ton per ha, mulsa jerami 5 ton per ha. Biourine 1 liter dicampur 10 liter air dengan cara disemprotkan pada tanaman. Areal kedua menggunakan fungisida berbahan aktif Metalaksil konsentrasi 2 gram/liter, dosis 500 liter per ha, Urea 150 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha., pupuk daun Gandasil D. Peubah yang diamati: daya hambat Trichoderma spp tehadap pertumbuhan P.pachyrizi, intensitas serangan, jumlah dan berat polong per rumpun. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Kesimpulan penelitian adalah: daya hambat Trichoderma spp terhadap P. a pachyrizi 106 CFU adalah 25%, 108 CFU adalah 50% dan 109 CFU adalah 75%, Intensitas serangan P. pachyrizi perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 0,70 persen, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 1,17 persen. Jumlah polong perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 20,88 polong per rumpun, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 29,76 polong per rumpun. Berat polong perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 41,66 gram per rumpun, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 51,72 gram per rumpun.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Trichoderma  spp. terhadap penyakit karat daun Phakopsora pachyrizi Syd pada tanaman kedelai Edamame. Penelitian ini dilakukan di Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, dimulai Desember 2019  sampai Maret 2020. Metode penelitian ini membandingkan dua areal tanaman Edamame dengan perlakuan berbeda dalam pengendalian penyakit karat daun. Areal pertama menggunakan Trichoderma spp. konsentrasi 108 CFU dosis 500 liter per ha, pupuk kandang kotoran sapi, dosis 5 ton per ha, mulsa jerami 5 ton per ha. Biourine 1 liter dicampur 10 liter air dengan cara disemprotkan pada tanaman. Areal kedua menggunakan fungisida berbahan aktif Metalaksil konsentrasi 2 gram/liter, dosis 500 liter per ha, Urea 150 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha., pupuk daun Gandasil D. Peubah yang diamati: daya hambat Trichoderma spp tehadap pertumbuhan P.pachyrizi, intensitas serangan, jumlah dan berat polong per rumpun. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Kesimpulan penelitian adalah: daya hambat Trichoderma spp terhadap P. a pachyrizi 106 CFU adalah 25%, 108 CFU adalah 50% dan 109 CFU adalah 75%, Intensitas serangan P. pachyrizi perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 0,70 persen, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 1,17 persen. Jumlah polong perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 20,88 polong per rumpun, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 29,76 polong per rumpun. Berat polong perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 41,66 gram per rumpun, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 51,72 gram per rumpun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-h</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.324</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 64-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 64-70</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-h/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.324.g66</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fajar Ilham Kumara Akbar, Moch Syarief</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/328</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:41:58Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Pertumbuhan Eksplan Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) PRANCAK-95 Pada Beberapa Konsentrasi Sukrosa dan BAP Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Pertumbuhan Eksplan Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) PRANCAK-95 Pada Beberapa Konsentrasi Sukrosa dan BAP Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Rahayu, Eka Murni</dc:creator>
	<dc:creator>Asmono, Sepdian Luri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Eksplan Tembakau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konsentrasi BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konsentrasi Sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eksplan Tembakau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsentrasi BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsentrasi Sukrosa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kombinasi antara sukrosa dan BAP, terhadap pertumbuhan tembakau (Nicotiana tabacum L.)  Prancak-95 secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang tersusun atas 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I adalah Sukrosa yang terdiri dari  3 taraf yaitu 20 gr/l, 30 gr/l dan 40 gr/l. Faktor II adalah BAP yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2 ppm, 3 ppm dan 4 ppm. Penelitian tersebut dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember pada bulan Agustus 2018 - Desember 2018. Data yang didapat kemudian dianalisis memakai Analysis Of Variance (ANOVA) dan dilteruskan dengan DMRT taraf 5%. Parameter pengamatan meliputi kedinian kalus, berat basah kalus, tekstur kalus, kedinian tunas, berat basah tunas, tinggi tunas dan jumlah tunas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh konsentrasi sukrosa 20 gram/liter berbeda nyata tehadap parameter tinggi tunas. Pengaruh konsentrasi BAP 4 ppm berbeda nyata terhadap parameter kedinian tunas, tinggi tunas dan berat basah kalus. Selain itu pengaruh konsentrasi BAP 3 ppm berbeda nyata terhadap parameter berat basah tunas, dan jumlah tunas.  Pengaruh konsentrasi sukrosa 20 gram/liter dan BAP 4 ppm berbeda nyata terhadap parameter berat basah tunas. Selain itu pengaruh konsentrasi sukrosa 30 gram/liter dan BAP 3 ppm berbeda nyata terhadap parameter jumlah tunas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kombinasi antara sukrosa dan BAP, terhadap pertumbuhan tembakau (Nicotiana tabacum L.)  Prancak-95 secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang tersusun atas 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I adalah Sukrosa yang terdiri dari  3 taraf yaitu 20 gr/l, 30 gr/l dan 40 gr/l. Faktor II adalah BAP yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2 ppm, 3 ppm dan 4 ppm. Penelitian tersebut dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember pada bulan Agustus 2018 - Desember 2018. Data yang didapat kemudian dianalisis memakai Analysis Of Variance (ANOVA) dan dilteruskan dengan DMRT taraf 5%. Parameter pengamatan meliputi kedinian kalus, berat basah kalus, tekstur kalus, kedinian tunas, berat basah tunas, tinggi tunas dan jumlah tunas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh konsentrasi sukrosa 20 gram/liter berbeda nyata tehadap parameter tinggi tunas. Pengaruh konsentrasi BAP 4 ppm berbeda nyata terhadap parameter kedinian tunas, tinggi tunas dan berat basah kalus. Selain itu pengaruh konsentrasi BAP 3 ppm berbeda nyata terhadap parameter berat basah tunas, dan jumlah tunas.  Pengaruh konsentrasi sukrosa 20 gram/liter dan BAP 4 ppm berbeda nyata terhadap parameter berat basah tunas. Selain itu pengaruh konsentrasi sukrosa 30 gram/liter dan BAP 3 ppm berbeda nyata terhadap parameter jumlah tunas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2019-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v3i2.328</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 3 No. 2 (2019): SEPTEMBER; 91-100</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 3 No 2 (2019): SEPTEMBER; 91-100</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v3i2-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v3i2.328.g122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Eka Murni Rahayu, Sepdian Luri Asmono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/328</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T06:51:32Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/340</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/340</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:16:11Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2  dengan Variasi Konsentrasi BAP secara In Vitro</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2  dengan Variasi Konsentrasi BAP secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Anindiyati, Irma</dc:creator>
	<dc:creator>Erawati, Dyah Nuning</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Induksi tunas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kasturi 2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kultur tembakau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Induksi tunas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kasturi 2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kultur tembakau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tembakau Kasturi 2 merupakan tembakau khas Jember yang memiliki produktifitas relatif tinggi. Perbanyakan secara generatif cenderung menghasilkan bibit yang kurang seragam sehingga dikembangkan dengan teknik kultur jaringan. Dalam kultur jaringan, penambahan zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ZPT BAP terhadap induksi tunas tembakau varietas Kasturi 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga Desember 2018 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 6 perlakuan yaitu penambahan BAP dengan konsentrasi 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP 2 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk induksi tunas tembakau Kasturi 2 dengan kedinian bertunas 12,17 hari setelah inokulasi, eksplan bertunas 100%, rerata jumlah tunas 47,50 buah per eksplan dan rerata tinggi tunas 1,42 cm.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tembakau Kasturi 2 merupakan tembakau khas Jember yang memiliki produktifitas relatif tinggi. Perbanyakan secara generatif cenderung menghasilkan bibit yang kurang seragam sehingga dikembangkan dengan teknik kultur jaringan. Dalam kultur jaringan, penambahan zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ZPT BAP terhadap induksi tunas tembakau varietas Kasturi 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga Desember 2018 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 6 perlakuan yaitu penambahan BAP dengan konsentrasi 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP 2 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk induksi tunas tembakau Kasturi 2 dengan kedinian bertunas 12,17 hari setelah inokulasi, eksplan bertunas 100%, rerata jumlah tunas 47,50 buah per eksplan dan rerata tinggi tunas 1,42 cm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-c</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.340</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 18-25</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 18-25</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-c/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.340.g61</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Irma Anindiyati, Dyah Nuning Erawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/347</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/347</identifier>
				<datestamp>2021-12-14T16:25:34Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Survei Hama Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan  Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Survei Hama Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan  Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya</dc:title>
	<dc:creator>Nurhasnita, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Yaherwandi, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Efendi, Siska</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hama utama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kelapa sawit rakyat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kecamatan Sembilan Koto</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Survei</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hama utama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelapa sawit rakyat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kecamatan Sembilan Koto</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Survei</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelapa sawit adalah salah satu komoditas pertanian yang mempunyai peran penting dalam subsektor perkebunan di Indonesia. Tanaman kelapa sawit dapat diserang oleh berbagai hama dimulai dari pembibitan hingga tanaman yang telah dibudidayakan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari hama utama pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya. Penelitian dilaksanakan di Nagari Koto IV Nan Dibawah, Silago dan Banai selama 3 bulan yaitu dari bulan September sampai November 2018. Penelitian dilakukan menggunakan metode Porposive Random Sampling di kebun kelapa sawit rakyat umur 2-5 tahun dengan luas areal ± 1 ha. Pengambilan serangga dilakukan dengan koleksi secara langsung. Pengamatan hama dilakukan satu kali dua minggu. Serangga yang didapat dipisahkan berdasarkan fungsionalnnya. Serangga yang tergolong hama diidentifikasi dilaboratorium Bioekologi Serangga Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas dan Laboratorium Tanah dan Tanaman Kampus III Unand Dharmasraya. Serangga hama yang ditemukan pada penelitian sebanyak 20 spesies, 9 famili dan 4 ordo. Hama paling banyak ditemukan adalah Bothrogonia ferugenia. Persentase serangan tertinggi terdapat di Nagari Silago dengan kerusakan serangan sebesar 88,33%, dan Intensitas kerusakan hama yaitu 9,60 %.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kelapa sawit adalah salah satu komoditas pertanian yang mempunyai peran penting dalam subsektor perkebunan di Indonesia. Tanaman kelapa sawit dapat diserang oleh berbagai hama dimulai dari pembibitan hingga tanaman yang telah dibudidayakan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari hama utama pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya. Penelitian dilaksanakan di Nagari Koto IV Nan Dibawah, Silago dan Banai selama 3 bulan yaitu dari bulan September sampai November 2018. Penelitian dilakukan menggunakan metode Porposive Random Sampling di kebun kelapa sawit rakyat umur 2-5 tahun dengan luas areal ± 1 ha. Pengambilan serangga dilakukan dengan koleksi secara langsung. Pengamatan hama dilakukan satu kali dua minggu. Serangga yang didapat dipisahkan berdasarkan fungsionalnnya. Serangga yang tergolong hama diidentifikasi dilaboratorium Bioekologi Serangga Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas dan Laboratorium Tanah dan Tanaman Kampus III Unand Dharmasraya. Serangga hama yang ditemukan pada penelitian sebanyak 20 spesies, 9 famili dan 4 ordo. Hama paling banyak ditemukan adalah Bothrogonia ferugenia. Persentase serangan tertinggi terdapat di Nagari Silago dengan kerusakan serangan sebesar 88,33%, dan Intensitas kerusakan hama yaitu 9,60 %.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.347</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 6-17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 6-17</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.347.g60</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 FNU Nurhasnita, FNU Yaherwandi, Siska Efendi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/349</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:13:46Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Penggunaan Nano Kalsium Terhadap Produksi Tomat  (Lycopersicum esculentum Mill)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Penggunaan Nano Kalsium Terhadap Produksi Tomat  (Lycopersicum esculentum Mill)</dc:title>
	<dc:creator>Izzah, Aqidatul</dc:creator>
	<dc:creator>Iswahyudi, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Sukma, Kelik Perdana Windra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aragonit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kalsit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nano kalsium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaterit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tomat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aragonit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kalsit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Nano kalsium</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Vaterit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tomat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman tomat membutuhkan hara untuk pertumbuhannya, salah satunya kalsium. Kalsium merupakan makronutrien penting untuk petumbuhan sel dan buah. Pada penelitian ini pupuk kalsium yang diaplikasikan pada tanaman tomat dalam bentuk nano-kalsium dengan 3 fasa yang berbeda, yaitu aragonit, kalsit dan vaterit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian dari ketiga fasa tersebut dan konsentrasi nano kalsium yang berbeda terhadap produksi tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kadur Kabupaten Pamekasan. Tanaman tomat ditanam pada polibag dan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari penggunaan tiga fasa nano kalsium (Aragonit, Kalsit dan Vaterit) dan dosis penggunaan (0,25; 0,5; dan 0,75 gram/tanaman). Masing-masing perlakuan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas indeks daun dan berat total buah. Data di analisis menggunakan Anova dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan fasa nano kalsium, dosis dan interaksi keduanya menurunkan jumlah daun dan indeks luas daun.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tanaman tomat membutuhkan hara untuk pertumbuhannya, salah satunya kalsium. Kalsium merupakan makronutrien penting untuk petumbuhan sel dan buah. Pada penelitian ini pupuk kalsium yang diaplikasikan pada tanaman tomat dalam bentuk nano-kalsium dengan 3 fasa yang berbeda, yaitu aragonit, kalsit dan vaterit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian dari ketiga fasa tersebut dan konsentrasi nano kalsium yang berbeda terhadap produksi tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kadur Kabupaten Pamekasan. Tanaman tomat ditanam pada polibag dan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari penggunaan tiga fasa nano kalsium (Aragonit, Kalsit dan Vaterit) dan dosis penggunaan (0,25; 0,5; dan 0,75 gram/tanaman). Masing-masing perlakuan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas indeks daun dan berat total buah. Data di analisis menggunakan Anova dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan fasa nano kalsium, dosis dan interaksi keduanya menurunkan jumlah daun dan indeks luas daun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-a</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.349</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 1-5</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 1-5</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-a/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.349.g59</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Aqidatul Izzah, FNU Iswahyudi, Kelik Perdana Windra Sukma</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/349</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/350</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:00:46Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Interaksi Antar Spesies Hama Pascapanen pada Gandum</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Interaksi Antar Spesies Hama Pascapanen pada Gandum</dc:title>
	<dc:creator>Hendrival, FNU</dc:creator>
	<dc:creator>Rangkuti, Ricky Ridwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rhyzoperta dominica</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sitophilus oryzae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tribolium castaneum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Gandum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kompetisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rhyzoperta dominica</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sitophilus oryzae</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tribolium castaneum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gandum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kompetisi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sitophilus oryzae L., Rhyzoperta dominica (F.), dan Tribolium castaneum (Herbst) merupakan hama pascapanen yang berasosiasi dengan gandum selama penyimpanan. Interaksi antar individu dari ketiga spesies tersebut dapat mempengaruhi populasi dan kerusakan gandum. Penelitian bertujuan mempelajari interaksi antara spesies hama pascapanen terhadap populasi dan kerusakan gandum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan interaksi intraspesifik dan interspesifik spesies hama pascapanen. Sebanyak 30 imago diinfestasikan ke dalam stoples plastik yang berisikan 150 g gandum dengan mengikuti kombinasi berikut 30 imago S. oryzae, 30 imago R. dominica, 30 imago T. castaneum, 15 imago S. oryzae + 15 imago R. dominica, 15 imago S. oryzae + 15 imago T. castaneum, 15 imago R. dominica + 15 imago T. castaneum, 10 imago S. oryzae + 10 imago R. dominica + 10 imago T. castaneum. Parameter pengamatan meliputi jumlah imago dan persentase susut berat. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetisi interspesifik antara spesies S. oryzae, R. dominica, dan T. castaneum secara nyata dapat mengurangi populasi ketiga spesies tersebut. Kompetisi intraspesifik antara spesies hama spesies S. oryzae, R. dominica, dan T. castaneum tidak mengurangi pertumbuhan populasi, namun dapat meningkatkan kerusakan gandum. Kerusakan gandum lebih banyak terjadi pada kompetisi intraspesifik antar individu S. oryzae dibandingkan antar R. dominica atau T. castaneum. Pengetahuan tentang asosiasi antar spesies S. oryzae, R. dominica, dan T. castaneum sebagai acuan kegiatan pemantauan untuk mengevaluasi tindakan pengendalian yang dilakukan terhadap hama tersebut di penyimpanan gandum</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sitophilus oryzae L., Rhyzoperta dominica (F.), dan Tribolium castaneum (Herbst) merupakan hama pascapanen yang berasosiasi dengan gandum selama penyimpanan. Interaksi antar individu dari ketiga spesies tersebut dapat mempengaruhi populasi dan kerusakan gandum. Penelitian bertujuan mempelajari interaksi antara spesies hama pascapanen terhadap populasi dan kerusakan gandum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan interaksi intraspesifik dan interspesifik spesies hama pascapanen. Sebanyak 30 imago diinfestasikan ke dalam stoples plastik yang berisikan 150 g gandum dengan mengikuti kombinasi berikut 30 imago S. oryzae, 30 imago R. dominica, 30 imago T. castaneum, 15 imago S. oryzae + 15 imago R. dominica, 15 imago S. oryzae + 15 imago T. castaneum, 15 imago R. dominica + 15 imago T. castaneum, 10 imago S. oryzae + 10 imago R. dominica + 10 imago T. castaneum. Parameter pengamatan meliputi jumlah imago dan persentase susut berat. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetisi interspesifik antara spesies S. oryzae, R. dominica, dan T. castaneum secara nyata dapat mengurangi populasi ketiga spesies tersebut. Kompetisi intraspesifik antara spesies hama spesies S. oryzae, R. dominica, dan T. castaneum tidak mengurangi pertumbuhan populasi, namun dapat meningkatkan kerusakan gandum. Kerusakan gandum lebih banyak terjadi pada kompetisi intraspesifik antar individu S. oryzae dibandingkan antar R. dominica atau T. castaneum. Pengetahuan tentang asosiasi antar spesies S. oryzae, R. dominica, dan T. castaneum sebagai acuan kegiatan pemantauan untuk mengevaluasi tindakan pengendalian yang dilakukan terhadap hama tersebut di penyimpanan gandum</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-e</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i2.350</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 2 (2020): SEPTEMBER; 136-145</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER; 136-145</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-e/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i2.350.g137</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 FNU Hendrival, Ricky Ridwan Rangkuti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/352</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:57:48Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Teknik Budidaya Konversi Organik dan Konvensional Terhadap Keanekaragaman Arthropoda Herbivora dan Predator Tanaman Kedelai Edamame</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Teknik Budidaya Konversi Organik dan Konvensional Terhadap Keanekaragaman Arthropoda Herbivora dan Predator Tanaman Kedelai Edamame</dc:title>
	<dc:creator>Aningrum, Liska</dc:creator>
	<dc:creator>Herlinawati, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Budidaya konversi organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Herbivor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Konvensional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Predator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budidaya konversi organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Herbivor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konvensional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Predator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keanekaragaman arthropoda merupakan hal penting dalam pengelolaan hama, karena didalamnya mencakup herbivore, predator, dan parasioid yang menentukan teknik pengelolaan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekargaman arthropoda herbivor dan predator tanaman kedelai Edamame pada teknik budidaya konversi organik dan konvensional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2019 di desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember dengan membandingkan dua lokasi berbeda. Lokasi pertama yaitu budidaya kedelai Edamame konversi organik yang menggunakan pestisida nabati kombinasi, pupuk organik padatan. Lokasi kedua yaitu lahan teknik budidaya konvensional menggunakan pupuk anorganik dan pestisida sintetik. Analisa data menggunakan uji non parametrik statistik menggunakan perangkat lunak SPPS versi 25,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbivora pada budidaya konversi organik terdapat 4 ordo, 9 famili, 14 spesies, 2426 individu dan predator 6 ordo, 8 famili, 8 spesies, 831 individu, Indeks Diversitas (H’) yaitu 1,18, Indeks Dominansi (C) yaitu 0,53, jumlah polong 26,500, dan untuk berat polong yaitu 46,960 g. Sedangkan pada budidaya konvensional menunjukkan herbivora terdapat 4 ordo, 9 famili, 15 spesies, 1622 individu, dan predator 6 ordo, 10 famili, 11 spesies, 730 individu, Indeks Diveritas (H’) yaitu 1,52, Indeks Dominansi (C) yaitu 0,38, jumlah polong 30,020, dan berat polong yaitu 52,720 g.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Keanekaragaman arthropoda merupakan hal penting dalam pengelolaan hama, karena didalamnya mencakup herbivore, predator, dan parasioid yang menentukan teknik pengelolaan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekargaman arthropoda herbivor dan predator tanaman kedelai Edamame pada teknik budidaya konversi organik dan konvensional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2019 di desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember dengan membandingkan dua lokasi berbeda. Lokasi pertama yaitu budidaya kedelai Edamame konversi organik yang menggunakan pestisida nabati kombinasi, pupuk organik padatan. Lokasi kedua yaitu lahan teknik budidaya konvensional menggunakan pupuk anorganik dan pestisida sintetik. Analisa data menggunakan uji non parametrik statistik menggunakan perangkat lunak SPPS versi 25,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbivora pada budidaya konversi organik terdapat 4 ordo, 9 famili, 14 spesies, 2426 individu dan predator 6 ordo, 8 famili, 8 spesies, 831 individu, Indeks Diversitas (H’) yaitu 1,18, Indeks Dominansi (C) yaitu 0,53, jumlah polong 26,500, dan untuk berat polong yaitu 46,960 g. Sedangkan pada budidaya konvensional menunjukkan herbivora terdapat 4 ordo, 9 famili, 15 spesies, 1622 individu, dan predator 6 ordo, 10 famili, 11 spesies, 730 individu, Indeks Diveritas (H’) yaitu 1,52, Indeks Dominansi (C) yaitu 0,38, jumlah polong 30,020, dan berat polong yaitu 52,720 g.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-j</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.352</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 83-93</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 83-93</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-j/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.352.g68</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Liska Aningrum, FNU Herlinawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/352</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/353</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:17:10Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Insektisida Campuran Daun Kenikir (Cosmos caudatus) dan Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Terhadap Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Pada Budidaya Tanaman Kedelai Edamame</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Insektisida Campuran Daun Kenikir (Cosmos caudatus) dan Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Terhadap Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Pada Budidaya Tanaman Kedelai Edamame</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Kaamaliaa Anisya Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Damanhuri, FNU</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bemisia tabaci Genn</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pestisida nabati kombinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">budidaya konversi organik.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bemisia tabaci Genn</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pestisida nabati kombinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">budidaya konversi organik.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bemisia tabaci merupakan hama utama kedelai Edamame. Pestisida nabati berpotensi mengendalikan Bemisia tabaci  berbahan aktif  flovonoid, polifenol, tanin, saponin, citronella, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Efektifitas Insektisida, Populasi, Intensitas Serangan Bemisia tabaci, Berat polong dan Jumlah polong Edamame. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember dengan membandingkan lahan Konversi Organik dan Konvensional. Data dianalisis menggunakan uji non parametrik menggunkan SPSS 15. Berdasarkan hasil uji efikasi insektisida terhadap Bemisia sp., diperoleh hasil bahwa konsentrasi insektisida kombinasi 15% memberikan hasil terbaik dengan kematian rataan 83,33%. Populasi pada perlakuan konversi organik yaitu 4,887 ekor per rumpun dan populasi pada perlakuan konvensional yaitu 2,364 per rumpun. Intensitas serangan pada perlakuan konversi organik yaitu 0,054% dan pada perlakuan konvensional yaitu 0,055%. Pada teknik budidaya konversi organik berat polong yaitu 46,96 g per rumpun dengan jumlah polong 26,50 buah dan pada teknik budidaya konvensional berat polong yaitu 52,72 g per rumpun dengan jumlah polong 30,02 buah.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bemisia tabaci merupakan hama utama kedelai Edamame. Pestisida nabati berpotensi mengendalikan Bemisia tabaci  berbahan aktif  flovonoid, polifenol, tanin, saponin, citronella, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Efektifitas Insektisida, Populasi, Intensitas Serangan Bemisia tabaci, Berat polong dan Jumlah polong Edamame. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember dengan membandingkan lahan Konversi Organik dan Konvensional. Data dianalisis menggunakan uji non parametrik menggunkan SPSS 15. Berdasarkan hasil uji efikasi insektisida terhadap Bemisia sp., diperoleh hasil bahwa konsentrasi insektisida kombinasi 15% memberikan hasil terbaik dengan kematian rataan 83,33%. Populasi pada perlakuan konversi organik yaitu 4,887 ekor per rumpun dan populasi pada perlakuan konvensional yaitu 2,364 per rumpun. Intensitas serangan pada perlakuan konversi organik yaitu 0,054% dan pada perlakuan konvensional yaitu 0,055%. Pada teknik budidaya konversi organik berat polong yaitu 46,96 g per rumpun dengan jumlah polong 26,50 buah dan pada teknik budidaya konvensional berat polong yaitu 52,72 g per rumpun dengan jumlah polong 30,02 buah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-d</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i1.353</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 1 (2020): MARCH; 26-33</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 1 (2020): MARET; 26-33</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i1-d/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i1.353.g62</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Kaamaliaa Anisya Sari Utami, FNU Damanhuri</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/353</identifier>
				<datestamp>2020-08-19T07:34:40Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/358</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T10:55:30Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Mutu Benih Botani Bawang Merah (Allium cepa var.    ascalonicum) Melalui Aplikasi Pupuk Fosfor dan Kalium di Daerah Dataran Rendah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Mutu Benih Botani Bawang Merah (Allium cepa var.    ascalonicum) Melalui Aplikasi Pupuk Fosfor dan Kalium di Daerah Dataran Rendah</dc:title>
	<dc:creator>Kurniasari, Leli</dc:creator>
	<dc:creator>Palupi, Endah Retno </dc:creator>
	<dc:creator>Hilman, Yusdar</dc:creator>
	<dc:creator>Rosliani, Rini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Bima</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Daya berkecambah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Indeks vigor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Jumlah bunga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">TSS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bima</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daya berkecambah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indeks vigor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jumlah bunga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TSS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan true shallot seed (TSS) sebagai bahan tanam masih rendah karena ketersediaannya sedikit dan teknik budidaya belum dikembangkan. Produksi TSS di dataran rendah menjadi alternatif karena sebagian besar bawang merah di Indonesia diproduksi di dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu TSS di dataran rendah. Penelitian dilakukan di dataran rendah Subang (100 mdpl) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Institut Pertanian Bogor. Bahan tanaman yang diperlukan adalah umbi bawang merah varietas Bima yang divernalisasi tiga minggu pada suhu 10°C. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor yang diulang empat kali. Faktor pertama adalah dosis P2O5 (0, 100, 200, 300, 400 kg ha-1) dan faktor kedua adalah dosis K2O5 (0, 50, 100, 150, 200 kg.ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian P dengan dosis 400 kg ha-1 mampu meningkatkan  daya berkecambah, indeks vigor dan potensi tumbuh maksimum TSS.  Peningkatan pupuk K tidak berpengaruh terhadap semua parameter pembungaan kecuali jumlah bunga per tanaman dan persentase pembentukan kapsul. Pemberian 50 Kg K2O ha-1 mampu meningkatkan jumlah bunga per tanaman hingga 70.9 kuntum, sementara pemberian 200 kg K2O ha-1 mampu meningkatkan  persentase pembentukan kapsul sebesar 54.82%. Kombinasi pemberian dosis 400 kg P2O5 ha-1 dan K 200 Kg ha-1 mampu meningkatkan daya berkecambah sebesar 74.7 % dan indeks vigor dengan nilai maksimum sebesar 92%, sedangkan dosis 200 Kg P2O5 ha-1 mampu meningkatkan potensi tumbuh maksimum TSS sebesar 64%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penggunaan true shallot seed (TSS) sebagai bahan tanam masih rendah karena ketersediaannya sedikit dan teknik budidaya belum dikembangkan. Produksi TSS di dataran rendah menjadi alternatif karena sebagian besar bawang merah di Indonesia diproduksi di dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu TSS di dataran rendah. Penelitian dilakukan di dataran rendah Subang (100 mdpl) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Institut Pertanian Bogor. Bahan tanaman yang diperlukan adalah umbi bawang merah varietas Bima yang divernalisasi tiga minggu pada suhu 10°C. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor yang diulang empat kali. Faktor pertama adalah dosis P2O5 (0, 100, 200, 300, 400 kg ha-1) dan faktor kedua adalah dosis K2O5 (0, 50, 100, 150, 200 kg.ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian P dengan dosis 400 kg ha-1 mampu meningkatkan  daya berkecambah, indeks vigor dan potensi tumbuh maksimum TSS.  Peningkatan pupuk K tidak berpengaruh terhadap semua parameter pembungaan kecuali jumlah bunga per tanaman dan persentase pembentukan kapsul. Pemberian 50 Kg K2O ha-1 mampu meningkatkan jumlah bunga per tanaman hingga 70.9 kuntum, sementara pemberian 200 kg K2O ha-1 mampu meningkatkan  persentase pembentukan kapsul sebesar 54.82%. Kombinasi pemberian dosis 400 kg P2O5 ha-1 dan K 200 Kg ha-1 mampu meningkatkan daya berkecambah sebesar 74.7 % dan indeks vigor dengan nilai maksimum sebesar 92%, sedangkan dosis 200 Kg P2O5 ha-1 mampu meningkatkan potensi tumbuh maksimum TSS sebesar 64%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-b</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i2.358</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 2 (2020): SEPTEMBER; 106-118</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER; 106-118</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-b/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i2.358.g134</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Leli Kurniasari, Endah Retno  Palupi, Yusdar Hilman, Rini Rosliani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/360</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:03:53Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Produksi dan Kualitas Benih Okra (Abelmoschus esculantus L. Moench) Menggunakan Aplikasi Fosfor dan GA3</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Produksi dan Kualitas Benih Okra (Abelmoschus esculantus L. Moench) Menggunakan Aplikasi Fosfor dan GA3</dc:title>
	<dc:creator>Arifiana, Nisa Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Soeparjono, Sigit</dc:creator>
	<dc:creator>Avivi, Sholeh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Okra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Produksi Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kualitas Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Okra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produksi Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas Benih</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman Okra menjadi salah satu komoditas yang masih belum besar di Indonesia, namun memiliki jumlah permintaan yang terus bertambah.  Produksi Okra dalam negeri masih fluktuatif sehingga belum memenuhi kebutuhan nasional. Kurangnya produksi polong okra salah satunya disebabkan oleh ketersediaan benih yang masih terbatas. Upaya meningkatkan produksi dan kualitas benih okra melalui aplikasi pupuk fosfor dan GA3. Pupuk fosfor dapat membantu dalam proses metabolisme pertumbuhan tanaman dan sebagai sumber energi untuk pembelahan dan pembesaran sel dalam pembentukan bunga, buah dan biji. Aplikasi GA3 juga mampu meningkatkan sistem metabolisme dan menghasilkan akumulasi fotosistat sehinggamenghasilkan presentase daya tumbuh benih lebih baik.  Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok dua faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk Fosfor yaitu, P1 (75kg/ha SP-36), P2 (100kg/ha SP-36), P3 (125kg/ha SP-36) dan P4 (150kg/ha SP-36). Faktor kedua konsentrasi GA3 yaitu, G0 (tanpa aplikasi GA3), G1 (50 mg/l), G2 (100mg/l), dan G3 (150mg/l). Sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan ulangan 3 kali. Data dianalisis menggunakan uji lanjut jarak berganda duncan (α,5%) dan uji beda nyata terkecil (α,5%). Hasil penelitian aplikasi GA3 50 mg/l dapat meningkatkan berat biji per polong 3,77 gram, berat biji per tanaman 49,2 gram dan produksi benih 1,98 ton/ha. Kualitas benih pada presentase benih bernas dapat meningkat hingga 96% pada aplikasi konsentrasi GA3 100 mg/l. Pemberian fosfor 75kg/ha SP-36 dan konsentrasi GA3 50mg/l memberikan interaksi pada daya berkecambah benih 90% dan karbohidrat benih 42%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tanaman Okra menjadi salah satu komoditas yang masih belum besar di Indonesia, namun memiliki jumlah permintaan yang terus bertambah.  Produksi Okra dalam negeri masih fluktuatif sehingga belum memenuhi kebutuhan nasional. Kurangnya produksi polong okra salah satunya disebabkan oleh ketersediaan benih yang masih terbatas. Upaya meningkatkan produksi dan kualitas benih okra melalui aplikasi pupuk fosfor dan GA3. Pupuk fosfor dapat membantu dalam proses metabolisme pertumbuhan tanaman dan sebagai sumber energi untuk pembelahan dan pembesaran sel dalam pembentukan bunga, buah dan biji. Aplikasi GA3 juga mampu meningkatkan sistem metabolisme dan menghasilkan akumulasi fotosistat sehinggamenghasilkan presentase daya tumbuh benih lebih baik.  Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok dua faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk Fosfor yaitu, P1 (75kg/ha SP-36), P2 (100kg/ha SP-36), P3 (125kg/ha SP-36) dan P4 (150kg/ha SP-36). Faktor kedua konsentrasi GA3 yaitu, G0 (tanpa aplikasi GA3), G1 (50 mg/l), G2 (100mg/l), dan G3 (150mg/l). Sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan ulangan 3 kali. Data dianalisis menggunakan uji lanjut jarak berganda duncan (α,5%) dan uji beda nyata terkecil (α,5%). Hasil penelitian aplikasi GA3 50 mg/l dapat meningkatkan berat biji per polong 3,77 gram, berat biji per tanaman 49,2 gram dan produksi benih 1,98 ton/ha. Kualitas benih pada presentase benih bernas dapat meningkat hingga 96% pada aplikasi konsentrasi GA3 100 mg/l. Pemberian fosfor 75kg/ha SP-36 dan konsentrasi GA3 50mg/l memberikan interaksi pada daya berkecambah benih 90% dan karbohidrat benih 42%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-g</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i2.360</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 2 (2020): SEPTEMBER; 154-163</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER; 154-163</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-g/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i2.360.g139</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Nisa Budi Arifiana, Sigit Soeparjono, Sholeh Avivi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/362</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:02:11Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Eksplan Vanili (Vanilla planifolia) dengan Stimulasi BAP dan NAA Melalui Teknik Mikropropagasi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Eksplan Vanili (Vanilla planifolia) dengan Stimulasi BAP dan NAA Melalui Teknik Mikropropagasi</dc:title>
	<dc:creator>Erawati, Dyah Nuning</dc:creator>
	<dc:creator>Fisdiana, Usken</dc:creator>
	<dc:creator>Kadafi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">eksplan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">NAA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">mikropropagasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">vanili</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BAP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">eksplan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NAA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mikropropagasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">vanili</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan tanaman vanili dengan perbanyakan vegetatif secara konvensional memiliki keterbatasan tanaman induk sebagai bahan setek sehingga vanili berpotensi dikembangkan melalui teknik mikropropagasi. Kemampuan eksplan vanili dalam beregenerasi dan berdiferensiasi untuk membentuk tunas dan akar secara in vitro  perlu dikontrol melalui pengaturan auksin dan sitokinin. Tujuan dalam penelitian adalah: 1) menganalisis respon eksplan vanili dengan stimulasi BAP; 2) menganalisis respon eksplan vanili dengan stimulasi NAA dan 3) menganalisis interaksi stimulasi BAP dan NAA terhadap respon eksplan vanili melalui teknik mikropropagasi. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor 1 adalah stimulasi BAP pada level konsentrasi 0.0, 1.0, 3.0 mg/L dan faktor 2 adalah stimulasi NAA pada level konsentrasi 0.0, 0.5 mg/L. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa stimulasi BAP secara tunggal mempengaruhi multiplikasi tunas vanili dengan rerata jumlah tunas terbanyak 6.8 tunas/ eksplan pada stimulasi BAP 1 mg/L dan  stimulasi NAA secara tunggal menginduksi pembentukan akar dengan rerata jumlah akar terbanyak 3.0 akar/eksplan pada stimulasi NAA 0.5 mg/L.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pengembangan tanaman vanili dengan perbanyakan vegetatif secara konvensional memiliki keterbatasan tanaman induk sebagai bahan setek sehingga vanili berpotensi dikembangkan melalui teknik mikropropagasi. Kemampuan eksplan vanili dalam beregenerasi dan berdiferensiasi untuk membentuk tunas dan akar secara in vitro  perlu dikontrol melalui pengaturan auksin dan sitokinin. Tujuan dalam penelitian adalah: 1) menganalisis respon eksplan vanili dengan stimulasi BAP; 2) menganalisis respon eksplan vanili dengan stimulasi NAA dan 3) menganalisis interaksi stimulasi BAP dan NAA terhadap respon eksplan vanili melalui teknik mikropropagasi. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor 1 adalah stimulasi BAP pada level konsentrasi 0.0, 1.0, 3.0 mg/L dan faktor 2 adalah stimulasi NAA pada level konsentrasi 0.0, 0.5 mg/L. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa stimulasi BAP secara tunggal mempengaruhi multiplikasi tunas vanili dengan rerata jumlah tunas terbanyak 6.8 tunas/ eksplan pada stimulasi BAP 1 mg/L dan  stimulasi NAA secara tunggal menginduksi pembentukan akar dengan rerata jumlah akar terbanyak 3.0 akar/eksplan pada stimulasi NAA 0.5 mg/L.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-f</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i2.362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 2 (2020): SEPTEMBER; 146-153</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER; 146-153</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-f/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i2.362.g138</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dyah Nuning Erawati, Usken Fisdiana, Muhammad Kadafi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/363</identifier>
				<datestamp>2021-05-12T16:03:54Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Isolasi Cendawan Aspergillus sp. pada Tanaman Padi Organik</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Isolasi Cendawan Aspergillus sp. pada Tanaman Padi Organik</dc:title>
	<dc:creator>Mawarni, Nor Imama Iga</dc:creator>
	<dc:creator>Erdiansyah, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator>Wardana, Rudi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Aspergillus sp.;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">level kedalaman  pengambilan  sampel tanah;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lokasi pengambilan  sampel tanah;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aspergillus sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">level kedalaman pengambilan sampel tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lokasi pengambilan sampel tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan agar dapat mengidentifikasi karakteristik cendawan Aspergillus sp. secara makroskopis, jumlah koloni, kecepatan tumbuh cendawan dan kepadatan spora cendawan Aspergillus sp. yang telah diisolasi dari dua lokasi berbeda. Penelitian ini dilakukan dari September 2019 hingga November 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan membandingkan cendawan Aspergillus sp yang dapat diisolasi dari 2 lahan yang berbeda. Data dari hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kedua lokasi pengambilan sampel tanah pada lokasi pertama jamur Aspergillus sp. dapat diisolasi pada kedalaman 20-25 cm dari permukaan tanah. Sedangkan di lokasi kedua, jamur Aspergillus sp. dapat diisolasi pada kedalaman 10-15 cm dan 20-25 cm dari permukaan tanah dan memiliki karakteristik morfologi berupa koloni berwarna hitam, hifa bersekat, konidia bulat, konidiofor tegak dan tidak bercabang serta vesikel yang berbentuk bulat. Kemudian untuk jumlah koloni cendawan Aspergillus sp. yang dapat diisolasi dari Desa Lombok Kulon dan Desa Sulek menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Sedangkan untuk kecepatan pertumbuhan dan nilai kepadatan spora cendawan Aspergillus sp. dari kedua lokasi menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian bertujuan agar dapat mengidentifikasi karakteristik cendawan Aspergillus sp. secara makroskopis, jumlah koloni, kecepatan tumbuh cendawan dan kepadatan spora cendawan Aspergillus sp. yang telah diisolasi dari dua lokasi berbeda. Penelitian ini dilakukan dari September 2019 hingga November 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan membandingkan cendawan Aspergillus sp yang dapat diisolasi dari 2 lahan yang berbeda. Data dari hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kedua lokasi pengambilan sampel tanah pada lokasi pertama jamur Aspergillus sp. dapat diisolasi pada kedalaman 20-25 cm dari permukaan tanah. Sedangkan di lokasi kedua, jamur Aspergillus sp. dapat diisolasi pada kedalaman 10-15 cm dan 20-25 cm dari permukaan tanah dan memiliki karakteristik morfologi berupa koloni berwarna hitam, hifa bersekat, konidia bulat, konidiofor tegak dan tidak bercabang serta vesikel yang berbentuk bulat. Kemudian untuk jumlah koloni cendawan Aspergillus sp. yang dapat diisolasi dari Desa Lombok Kulon dan Desa Sulek menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Sedangkan untuk kecepatan pertumbuhan dan nilai kepadatan spora cendawan Aspergillus sp. dari kedua lokasi menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v5i1-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v5i1.363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 5 No. 1 (2021): MARCH; 68-74</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 5 No 1 (2021): MARET; 68-74</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v5i1-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v5i1.363.g153</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Nor Imama Iga Mawarni, Iqbal Erdiansyah, Rudi Wardana</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.agriprima.polije.ac.id:article/367</identifier>
				<datestamp>2021-05-15T11:06:17Z</datestamp>
				<setSpec>journal:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Alap-Alap Sebagai Teknologi Artificial Intelegence Untuk Pemetaan Lahan Pertanian Produktif</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Potensi Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Alap-Alap Sebagai Teknologi Artificial Intelegence Untuk Pemetaan Lahan Pertanian Produktif</dc:title>
	<dc:creator>Guno, Yomi</dc:creator>
	<dc:creator>Wahdiyat, Aditya Inzani</dc:creator>
	<dc:creator>Nawfetrias, Winda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Alap-Alap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Indraja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lahan pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">PUNA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemetaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alap-Alap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indraja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lahan pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PUNA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemetaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Informasi sumber daya lahan berupa data digital merupakan salah satu data yang menjadi pertimbangan utama pembuat kebijakan dalam menentukan arah pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai negara agraris, pelayanan informasi mengenai produktivitas lahan yang cepat dan akurat diperlukan untuk memantau pemanfaatan lahan di Indonesia. Salah satu upaya penyediaan informasi produktivitas lahan adalah melalui implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian. Artificial intelligence (AI) merupakan teknologi utama yang mendukung implementasi teknologi 4.0. Keberadaan AI dinilai sangat potensial dan prospektif untuk memantau lahan pertanian produktif di Indonesia. Pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Alap-Alap yang dilengkapi dengan muatan sensor kamera berpotensi diaplikasikan sebagai teknologi AI untuk pemetaan lahan pertanian produktif. Sensor kamera PUNA Alap-Alap berkemampuan 24 Mega Pixel mampu mendapatkan data kondisi lahan pertanian bahkan kondisi tanaman atau vegetasi yang tumbuh di lahan pertanian. Penggunaan sensor kamera mempunyai kelebihan dibandingkan sensor satelit yaitu tidak terkendala tutupan awan, data yang diperoleh realtime dan mempunyai akurasi yang sangat baik. PUNA Alap-Alap menawarkan solusi alternatif untuk melakukan indraja dalam mendukung kegiatan pertanian. Salah satu kelebihan teknologi ini adalah biaya operasional relatif murah dan pengaturan operasi fleksibel sesuai dengan kebutuhan, sehingga operasional PUNA Alap-Alap untuk menghasilkan gambar orthopoto di lahan pertanian produktif cukup efesien. Data akurasi yang dihasilkan oleh PUNA Alap-Alap yaitu Ground Sampling Distance (GSD) 10 cm/pixel dengan sapuan pengambilan data pemetaan 1700 Ha per jam pada ketinggian terbang 1500 ft. Kelebihan lain adalah PUNA Alap-Alap mampu terbang secara mandiri selama 6 jam tanpa henti, hal ini memungkinkan data pemetaan yang diperoleh mempunyai kualitas dan kuantitas yang baik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Informasi sumber daya lahan berupa data digital merupakan salah satu data yang menjadi pertimbangan utama pembuat kebijakan dalam menentukan arah pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai negara agraris, pelayanan informasi mengenai produktivitas lahan yang cepat dan akurat diperlukan untuk memantau pemanfaatan lahan di Indonesia. Salah satu upaya penyediaan informasi produktivitas lahan adalah melalui implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian. Artificial intelligence (AI) merupakan teknologi utama yang mendukung implementasi teknologi 4.0. Keberadaan AI dinilai sangat potensial dan prospektif untuk memantau lahan pertanian produktif di Indonesia. Pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Alap-Alap yang dilengkapi dengan muatan sensor kamera berpotensi diaplikasikan sebagai teknologi AI untuk pemetaan lahan pertanian produktif. Sensor kamera PUNA Alap-Alap berkemampuan 24 Mega Pixel mampu mendapatkan data kondisi lahan pertanian bahkan kondisi tanaman atau vegetasi yang tumbuh di lahan pertanian. Penggunaan sensor kamera mempunyai kelebihan dibandingkan sensor satelit yaitu tidak terkendala tutupan awan, data yang diperoleh realtime dan mempunyai akurasi yang sangat baik. PUNA Alap-Alap menawarkan solusi alternatif untuk melakukan indraja dalam mendukung kegiatan pertanian. Salah satu kelebihan teknologi ini adalah biaya operasional relatif murah dan pengaturan operasi fleksibel sesuai dengan kebutuhan, sehingga operasional PUNA Alap-Alap untuk menghasilkan gambar orthopoto di lahan pertanian produktif cukup efesien. Data akurasi yang dihasilkan oleh PUNA Alap-Alap yaitu Ground Sampling Distance (GSD) 10 cm/pixel dengan sapuan pengambilan data pemetaan 1700 Ha per jam pada ketinggian terbang 1500 ft. Kelebihan lain adalah PUNA Alap-Alap mampu terbang secara mandiri selama 6 jam tanpa henti, hal ini memungkinkan data pemetaan yang diperoleh mempunyai kualitas dan kuantitas yang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Negeri Jember</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:type xml:lang="id-ID">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-i</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25047/agriprima.v4i2.367</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol. 4 No. 2 (2020): SEPTEMBER; 171-177</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences; Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER; 171-177</dc:source>
	<dc:source>2549-2942</dc:source>
	<dc:source>2549-2934</dc:source>
	<dc:source>10.25047/agriprima.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://agriprima.polije.ac.id/index.php/journal/article/view/v4i2-i/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.25047/agriprima.v4i2.367.g141</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yomi Guno, Aditya Inzani Wahdiyat, Winda Nawfetrias</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-05T08:56:22Z"
			completeListSize="201"
			cursor="0">b743b27f80f75668c2fdc1cfe8b13bf7</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
