Perbedaan Pencacahan Daun Cengkeh Varietas Zanzibar (Syzgium aromaticum L.) Terhadap Hasil Minyak Atsiri



Author(s): Rochmathul Ummah, Lilik Mastuti, Siti Humaidah
DOI: 10.25047/agriprima.v4i1.322

Abstrak


Limbah daun cengkeh berlimpah dan telah dimanfaatkan menjadi minyak. Minyak daun cengkeh adalah salah satu produk minyak atsiri unggulan di Indonesia dan kebutuhan minyak daun cengkeh terus meningkat setiap tahun. Tetapi seringkali rendemen minyak yang dihasilkan rendah. Perbedaan pencacahan daun cengkeh merupakan alternatif untuk meningkatkan rendemen minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari perbedaan pencacahan daun cengkeh terhadap hasil minyak atsiri dan mencari perlakuan terbaik dalam menghasilkan rendemen minyak tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Pakan dan Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Politeknik Negeri Jember. Dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu perbedaan pencacahan dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari daun utuh (P1), cacahan besar (P2), cacahan kecil (P3) dan 9 ulangan menggunakan penyulingan uap dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan pencacahan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil minyak atsiri pada parameter kuantitatif. Pada parameter kualitatif, perbedaan pencacahan menghasilkan rendemen bahan tertinggi yaitu cacahan kecil, warna minyak yang banyak dihasilkan adalah cokelat kekuningan dan kuning kecokelatan, serta kadar eugenol semua perlakuan sesuai SNI. Eugenol tertinggi adalah perlakuan daun utuh. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan rendemen minyak tertinggi adalah perlakuan dengan cacahan kecil.


Kata Kunci


Minyak atsiri; Pencacahan daun; Varietas zanzibar;

Download Teks Lengkap:

Referensi


Bustaman, S. (2011). Potensi Pengembangan Minyak Daun Cengkeh sebagai Komoditas Ekspor Maluku. Jurnal Litbang Pertanian, 30(4), 132–139. https://doi.org/10.21082/jp3.v30n4.2011.p132-139

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2016). Statistik Perkebunan Indonesia (2015-2017 Cengkeh).

Guenther. (1990). Minyak Atsiri Jilid IVB. Jakarta: UI-Press.

Guenther, E. (2011). Minyak Atsiri Jilid 1. Jakarta: UI-Press.

Jailani, A., Sulaeman, R., & Sribudiani, E. (2015). Karakteristik Minyak Atsiri Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Ness & Th.Ness)). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 2(2).

Ketaren. (1985). Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Jakarta: Balai Pustaka.

Khasanah, L. U., Kawiji, Utami, R., & Aji, Y. M. (2015). Pengaruh Perlakuan Pendahuluan Terhadap Karakteristik Mutu Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 4(2), 48–55.

Marwati, T., Rusli, M. S., & Mulyono, E. (2007). Pemucatan Minyak Daun Cengkeh Dengan Metode Khelasi Menggunakan Asam Sitrat. Jurnal of Agroindustrial Technology, 17(2), 61–68.

Perdana, Musthofa, & Yusuf. (2015). Uji Performansi Unit Penyulingan Uap Daun Cengkeh Skala Laboratorium dengan Pretreatment Pencacahan Daun. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 3(3), 295–302.

Rukmana, R., & Yudirachman, H. (2016). Untung Selangit dari Agribisnis Cengkeh. Yogyakarta: Lily Publisher.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.