Aplikasi Trichoderma sp. Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrizi) Tanaman Kedelai Edamame



Author(s): Fajar Ilham Kumara Akbar, Moch Syarief
DOI: 10.25047/agriprima.v4i1.324

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Trichoderma  spp. terhadap penyakit karat daun Phakopsora pachyrizi Syd pada tanaman kedelai Edamame. Penelitian ini dilakukan di Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, dimulai Desember 2019  sampai Maret 2020. Metode penelitian ini membandingkan dua areal tanaman Edamame dengan perlakuan berbeda dalam pengendalian penyakit karat daun. Areal pertama menggunakan Trichoderma spp. konsentrasi 108 CFU dosis 500 liter per ha, pupuk kandang kotoran sapi, dosis 5 ton per ha, mulsa jerami 5 ton per ha. Biourine 1 liter dicampur 10 liter air dengan cara disemprotkan pada tanaman. Areal kedua menggunakan fungisida berbahan aktif Metalaksil konsentrasi 2 gram/liter, dosis 500 liter per ha, Urea 150 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha., pupuk daun Gandasil D. Peubah yang diamati: daya hambat Trichoderma spp tehadap pertumbuhan P.pachyrizi, intensitas serangan, jumlah dan berat polong per rumpun. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Kesimpulan penelitian adalah: daya hambat Trichoderma spp terhadap P. a pachyrizi 106 CFU adalah 25%, 108 CFU adalah 50% dan 109 CFU adalah 75%, Intensitas serangan P. pachyrizi perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 0,70 persen, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 1,17 persen. Jumlah polong perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 20,88 polong per rumpun, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 29,76 polong per rumpun. Berat polong perlakuan fungisida Trichoderma spp adalah 41,66 gram per rumpun, lebih rendah dibanding Metalaksil yaitu 51,72 gram per rumpun.


Kata Kunci


Kedelai Edamame; Metalaksil; Phakopsora pachyrizi; Trichoderma spp.;

Download Teks Lengkap:

Referensi


Alfizar, Marlina, & Susanti, F. (2013). Kemampuan Antagonis Trichoderma sp. Terhadap Beberapa Jamur Patogen In Vitro. Jurnal Floratek, 8(1), 45–51.

Bekker, T. F., Kaiser, C., v.d. Merwe, R., & Labuschagne, N. (2006). In-Vitro Inhibition Of Mycelial Growth Of Several Phytopathogenic Fungi By Soluble Potassium Silicate. South African Journal of Plant and Soil, 23(3), 169–172.

Daniel, M. P. (2011). Pengaruh Pupuk Organik “Phosta” dan Pupuk Mineral Terhadap Produksi dan Serapan Hara Caisin Pada Latosol Darmaga. Institut Pertanian Bogor.

Maman, M., Muljowati, J. S., & Rochmatino, R. (2014). Hubungan Intensitas Penyakit Karat Dengan Produktivitas Tanaman Kedelai (

Saragih, Y. ., & Silalahi, F. H. (2006). Isolasi dan Identifikasi Spesies Fusarium Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Markisa Asam. Jurnal Hortikultura, 16(4), 336–344.

Setiawati, M. R., Sofyan, E. T., Nurbaity, A., Suryatmana, P., & Marihot, G. P. (2018). Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati, Vermikompos dan Pupuk Anorganik Terhadap Kandungan N, Populasi Azotobacter sp. dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merill) Pada Inceptisols Jatinangor. Agrologia, 6(1), 1–10.

Sumardiyono, C. (2008). Ketahanan Jamur terhadap Fungisida di Indonesia. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 14(1), 1–5.

Sumartini, S. (2016). Penyakit Karat Pada Kedelai dan Cara Pengendaliannya yang Ramah Lingkungan. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 29(3), 107–112.

Widowati, L. R., & Sukristyonubowo. (2019). Dynamics of pH, Ferrum and Mangan, and Phosphorus on Newly Opened Paddy Soil having High Soil Organic Matter on Rice Growth. Journal of Tropical Soils, 17(1).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.