Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam

Authors

  • Aditya Ardianto Politeknik Negeri Jember
  • Siti Humaida Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.25047/agriprima.v4i1.323

Keywords:


Minyak Nilam, Penyulingan, Cara Pengeringan,

Abstract


Minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan tanaman nilam disebut minyak nilam. Minyak nilam berperan penting sebagai bahan baku dalam industri pewangi dan kosmetika. Indonesia setiap tahun memasok minyak nilam dari 70% - 90% kebutuhan dunia. Namun petani khawatir terhadap harga minyak nilam yang fluktuatif. Sehingga perlu upaya peningkatan rendemen minyak nilam guna menekan harga pokok produksi agar resiko kerugian dapat diminimalisir. Alternatif meningkatkan rendemen adalah dengan memperbaiki cara pengeringan nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan cara pengeringan nilam dan mengetahui perlakuan yang memberikan hasil terbaik terhadap minyak nilam. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Pengembangan PT. Tarutama Nusantara. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang digunakan yaitu perbedaan cara pengeringan dengan 6 taraf yang terdiri dari kering angin selama 9 hari (P0), kering matahari selama 1 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P1), kering matahari selama 2 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P2), kering matahari selama 3 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P3), kering matahari selama 4 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P4), kering matahari selama 5 jam diikuti kering angin selama 9 hari (P5) dan 4 ulangan menggunakan penyulingan metode uap dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berupa perbedaan durasi penjemuran bahan dengan sinar matahari berpengaruh nyata terhadap rendemen bahan dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, volume minyak, berat minyak dan rendemen minyak nilam. Minyak nilam berwarna kuning dan kadar patchuoli alkohol semua perlakuan di atas 30% sehingga sesuai dengan SNI. Perlakuan terbaik adalah metode pengeringan kering angina selama 9 hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amelia, I. (2013). Pengaruh Perbedaan Tempat Tumbuh dan Ukuran Rajangan Daun Nilam Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Nilam (Patchouli Oil.) [Skripsi, Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh].

Badan Standar Nasional. (2006). Minyak Nilam. Badan Standardisasi.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. (2013). Budidaya Tanaman Nilam. Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

International Standard. (2002). Oil of Patchouli [Pogostemon cablin (Blanco) Benth.]. The International Organization for Standardization.

Kardinan, A. (2005). Tanaman Penghasil Minyak Atsiri. Agromedia Pustaka.

Ketaren. (1985). Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Balai Pustaka.

Ma’mun. (2014). Pasca Panen Nilam. Balai Penelitian Tanaman Obat Dan Aromatik.

Nuryani, Y. (2006). Budidaya Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth.). Balai Penelitian Tanaman Rempah Dan Aromatik.

Sahwalita, & Herdiana, N. (2015). Panduan Budidaya Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dan Produksi Minyak Atsiri. Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK).

Santoso, H. B. (1990). Seri Budi Daya Nilam Bahan Industri Wewangian. Kanisius.

Sulaiman, A. (2012). Pengaruh Lama Penyulingan dan Komposisi Bahan Baku Terahadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri dari Daun dan Batang Nilam (Pogostemon cablin Benth). Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 4(2), 16. https://doi.org/10.24111/jrihh.v4i2.1204

Published

2020-03-31

How to Cite

Ardianto, A., & Humaida, S. (2020). Pengaruh Cara Pengeringan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Penyulingan Terhadap Hasil Minyak Nilam. Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences, 4(1), 34-44. https://doi.org/10.25047/agriprima.v4i1.323

Issue

Section

Articles