Pengaruh Insektisida Campuran Daun Kenikir (Cosmos caudatus) dan Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Terhadap Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Pada Budidaya Tanaman Kedelai Edamame



Author(s): Kaamaliaa Anisya Sari Utami, FNU Damanhuri
DOI: 10.25047/agriprima.v4i1.353

Abstrak


Bemisia tabaci merupakan hama utama kedelai Edamame. Pestisida nabati berpotensi mengendalikan Bemisia tabaci  berbahan aktif  flovonoid, polifenol, tanin, saponin, citronella, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Efektifitas Insektisida, Populasi, Intensitas Serangan Bemisia tabaci, Berat polong dan Jumlah polong Edamame. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 di desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember dengan membandingkan lahan Konversi Organik dan Konvensional. Data dianalisis menggunakan uji non parametrik menggunkan SPSS 15. Berdasarkan hasil uji efikasi insektisida terhadap Bemisia sp., diperoleh hasil bahwa konsentrasi insektisida kombinasi 15% memberikan hasil terbaik dengan kematian rataan 83,33%. Populasi pada perlakuan konversi organik yaitu 4,887 ekor per rumpun dan populasi pada perlakuan konvensional yaitu 2,364 per rumpun. Intensitas serangan pada perlakuan konversi organik yaitu 0,054% dan pada perlakuan konvensional yaitu 0,055%. Pada teknik budidaya konversi organik berat polong yaitu 46,96 g per rumpun dengan jumlah polong 26,50 buah dan pada teknik budidaya konvensional berat polong yaitu 52,72 g per rumpun dengan jumlah polong 30,02 buah.


Kata Kunci


Bemisia tabaci Genn, pestisida nabati kombinasi, budidaya konversi organik.

Download Teks Lengkap:

Referensi


Arfianto, F. (2018). Pengendalian Hama Kutu Putih (Bemisa Tabaci) pada Buah Sirsak dengan Menggunakan Pestisida Nabati Ektrak Serai (Cymbopogon Nardus L.). Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian Dan Kehutanan, 5(1), 17–26. https://doi.org/10.33084/daun.v5i1.321

Arumingtiyas, W. I., Fajriani, S., & Santosa, M. (2014). Pengaruh Aplikasi Biourine Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi. Jurnal Produksi Tanaman, 2(8), 620–628.

Astriani, D. (2012). Kajian Bioaktivitas Formulasi Akar Wangi dan Sereh Wangi Terhadap Hama Bubuk Jagung Sitophilus Spp. Pada Penyimpanan Benih Jagung. Jurnal AgriSains, 3(4), 44–52.

Badan Pusat Statistik. (2017). Kabupaten Jember Dalam Angka 2017. BPS Kabupaten Jember.

Budiyanto, M. A. K. (2016). Cara Membuat Insektisida Organik. Universitas Muhammadiyah Malang.

Hery, H., Sarjan, M., & Muthahanas, I. (2018). Pemanfaatan Insektisida Nabati dan Hayati Untuk Mengendalikan Hama Tanaman Tomat Yang Dibudidayakan Secara Organik. Crop Agro : Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian, 53(9), 1689–1699.

Idrus, M. I., Haerul, & Nassa, E. (2018). Pengendalian Hama Thrips (Thysanoptera : Thripidae) Dengan Menggunakan Ekstrakdaun Kenikir (Cosmos caudatus) Pada Tanaman Cabai Merah. Jurnal Agrotan, 4(1), 46–56.

Marwoto, & A., I. (2011). Kutu Kebul: Hama Kedelai yang Pengendaliannya Kurang Mendapat Perhatian. Iptek Tanaman Pangan, 6(1), 87–98.

Nasir, S., & Yuliantoro, B. (2006). Penyakit Cowpea Mild Mottle Virus Pada Kedelai dan Strategi Pengendaliannya. Buletin Palawija, 11, 7–14.

Rahayu, M., Pakki, T., & Saputri, R. (2012). Uji Konsentrasi Cairan Perasan Daun Kenikir (Tagetes patula Juss) Terhadap Mortalitas Ulat Penggulung Daun (Lamprosema indica) Pada Tanaman Ubi Jalar. Jurnal Agtoteknos, 2(1), 36–40.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.