Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2 dengan Variasi Konsentrasi BAP secara In Vitro



Author(s): Irma Anindiyati, Dyah Nuning Erawati
DOI: 10.25047/agriprima.v4i1.340

Abstrak


Tembakau Kasturi 2 merupakan tembakau khas Jember yang memiliki produktifitas relatif tinggi. Perbanyakan secara generatif cenderung menghasilkan bibit yang kurang seragam sehingga dikembangkan dengan teknik kultur jaringan. Dalam kultur jaringan, penambahan zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ZPT BAP terhadap induksi tunas tembakau varietas Kasturi 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga Desember 2018 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 6 perlakuan yaitu penambahan BAP dengan konsentrasi 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP 2 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk induksi tunas tembakau Kasturi 2 dengan kedinian bertunas 12,17 hari setelah inokulasi, eksplan bertunas 100%, rerata jumlah tunas 47,50 buah per eksplan dan rerata tinggi tunas 1,42 cm.

Kata Kunci


BAP; Induksi tunas; Kasturi 2; Kultur tembakau;

Download Teks Lengkap:

Referensi


Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. (2014). Tembakau Kasturi. Kementerian Pertanian. http://balittas.litbang.pertanian.go.id/index.php/id/produk/varietas-unggul/tembakau/257-kasturi

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2017). Statistik Perkebunan Indonesia 2015 - 2017 : Tembakau (Tobacco). Kementerian Pertanian Indonesia.

Erawati, D. N., Fisdiana, U., & Humaida, S. (2018). Peran Benzyl Amino Purine Pada Induksi Tunas Kultur Tembakau White Burley. Jurnal Ilmiah Inovasi, 17(3), 127–131. https://doi.org/10.25047/jii.v17i3.553

Fahmi, Z. I. (2014). Kajian Pengaruh Auksin Terhadap Perkecambahan Benih dan Pertumbuhan Tanaman. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya.

Fathurrahman, Rosmawati, T., Syaifuddin, A., & Gunawan, S. (2012). Multiplikasi Tunas Pucuk Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dengan Menggunakan Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphtalene Acetic Acid (BAP) secara In Vitro. Jurnal Agroteknologi, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.31219/osf.io/j75gd

Nisak, K., Nurhidayati, T., & Purwani, K. I. (2012). Pengaruh Kombinasi Konsentrasi ZPT NAA dan BAP pada Kultur Jaringan Tembakau Nicotiana tabacum var. Prancak 95. Jurnal Sains Dan Seni Pomits, 1(1), 1–6.

Sarala, K., & Ravisankar, H. (2013). Explant Autonomy in Indian Tobacco Cultivars Under in Vitro. Access International Journal of Agricultural Sciences, 1(3), 30–36.

Sultan, I. N., A, M., Yousafzai, A., Sattar, F. A., Ahmmad, F., Ibrahim, S. M., Hassanullah, M., & Arif, B. (2011). The Effects of Different Concentrations and Combinations of Growth Regulators on the Callus Formation of Potato ( Solanum tubrosum ) Explants. Current Research Journal of Biological Sciences, 3(5), 499–503.

Tjitrosoepomo, G. (1985). Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.

Zulkarnain. (2011). Kultur Jaringan Tanaman: Solusi Perbanyakan Tanaman Budi Daya. Bumi Aksara.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.