Pengaruh Penggunaan Beberapa Stimulansia Terhadap Produksi Berberapa Klon Karet (Hevea brasilliensis Muell Arg.)



Author(s): Eka Renitasari, Titien Fatimah, Abdul Madjid
DOI: 10.25047/agriprima.v3i1.132

Abstrak


Salah satu penunjang produksi tanaman karet dalam menghasilkan getah lateks adalah pengaplikasian stimulansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara klon karet dengan stimulansia terhadap produksi tanaman karet. Penelitian ini dilakukan di PTP N XII Kebun renteng Ajung Kabupaten Jember pada 26 desember 2017 – 15 Januari 2018. Penelitian ini mengguunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah faktor klon menggunakan 4 taraf yaitu, taraf K1 (PB 260), K2 (GT 1), K3 (RRIC 100), K4 (BPM 24). Faktor kedua adalah stimulansia dengan 3 taraf yaitu, S1 (Amcotrel 10 PA), S2 (karet full), S3 (non stimulansia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang baik ditunjukkan oleh kombinasi perlakuan antara klon RRIC 100 dengan stimulansia karet full dan kombinasi perlakuan GT 1 dengan stimulansia amcotrel 10 PA. Namun, hasil produksi getah lateks menunjukkan bahwa perlakuan kontrol lebih tinggi dari semua perlakuan stimulansia.

Kata Kunci


Kata kunci :Amcotrel 10 PA, Karet, Karet Full, Stimulansia

Download Teks Lengkap:

Referensi


Agustina, D.S. and E. Herlinawati. 2017. Komparasi kelayakan investasi klon karet gt 1 dan pb 260 pada berbagai tingkat harga dan umur ekonomis. Jurnal Penelitian Karet, 35(1). pp.83–92.

Heru, D.S. and A. Andoko. 2008. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. Jakarta: Agromedia Pustaka.

PT. Perkebunan Nusantara XII. 2013. Standard Opersional Procedure (SOP) Pengelolaan Budidaya Tanaman Karet. Surabaya.

Purbaya, M., S.T. Indah, C. ayu Saputri, and M.T. Fajriaty. 2011. Pengaruh Beberapa Jenis Bahan Penggumpal Lateks Dan Hubungannya Dengan Susut Bobot, Kadar Karet Kering Dan Plastisitas. In Proceedings: Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3, 2011. Palembang: Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, pp.26–27.

Purwaningrum, Y., J. Napitupulu, C. Hanum, and T. Siregar. 2016. Pengaruh Sistem Eksploitasi Terhadap Produksi Karet Pada Klon PB260. Pertanian Tropik, 3(1). pp.62–69.

Sayurandi, D. Wirnas, and S. Woelan. 2016. Analisis Daya Hasil Lateks Dan Heritabilitas Karakter Kuantitatif Dari Beberapa Genotipe Karet PP/07/04. Jurnal Penelitian Karet, 34(1). pp.1–12.

Siregar, T. and I. Suhendry. 2013. Budidaya dan Teknologi Karet. Jakarta: Penebar Swadaya.

Siregar, T.H.S. 2014. Pola Musiman Produksi dan Gugur Daun pada Klon PB 260 dan RRIC 100. Jurnal Penelitian Karet, 32(2). pp.88 – 97.

Southorn, W.A. 1969. Physiology of Hevea (Latex Flow). Jurnal Rubber Res. Inst. Malaya, 21(4). pp.494–512.

Statistika, B.P. 2015. Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman, 2000-2013 [Online]. Available at: https://www.bps.go.id/statictable/2013/12/31/1669/luas-areal-tanaman-perkebunan-rakyat-menurut-jenis-tanaman-2000-2015-.html.

Suwarto. 2010. Budi Daya 12 Tanaman Perkebunan Unggulan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wiguna, H. and Supojatno. 2015. Manajemen Penyadapan Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Perkebunan Karet di Simalungun, Sumatera, Utara. Buletin Agrohorti, 3(2). pp.232–244.