Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Menggunakan Sistem Hidroponik Dengan Perbedaan Sumber Nutrisi



Author(s): Atika Romalasari, Enceng Sobari
DOI: 10.25047/agriprima.v3i1.158

Abstrak


Selada merupakan salah satu sayuran daun yang digemari oleh masyarakat. Selada biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalapan. Peningkatan dan potensi budidaya selada menuntut adanya teknik budidaya yang efisien. Produksi suatu tanaman dengan sistem hidroponik erat kaitanya dengan ketersediaan larutan nutrisi. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada nutrisi berbeda secara hidroponik. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu jenis larutan nutrisi yaitu larutan nutrisi AB mix 1, larutan nutrisi AB mix 2 dan larutan nutrisi silika. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa larutan perbedaan sumber nutrisi memberikan pengaruh yang sangat nyata pada pertumbuhan tanaman dilihat dari karakter tinggi tanaman dan dan pengaruh nyata pada jumlah helai daun. Adanya pengamatan pH dan TDS menggambarkan ketersediaan hara yang dapat terserap pada sumber nutrisi yang digunakan. Penggunaan larutan nutrisi AB mix 1 dan larutan nutrisi AB mix 2 dinilai lebih efisen dialam mempegaruhi produksi selada dibandingkan penggunaan larutan nutrisi silika.


Kata Kunci


selada; nutrisi; hidroponik; silika; abmix

Download Teks Lengkap:

Referensi


Adam, C.R., K.M. Bamford, and K.M. Early. 1995. Principle of Horticulture. Butterworth Heinemang. Kondon. 278 p.

Ardian. 2007. Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada berbagai tipe emitter dan formulasi nutrisi hidroponik. Dinamika Pertanian 22 (3): 195-200.

Fitriani, H. P dan S. Haryanti. 2016. Pengaruh penggunaan pupuk nanosilika terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum) var. Bulat. Buletin Anatomi dan Fisologi. 24(1) : 34-41.

Indrawati R,D Indradewa, Sri NHU. 2012. Pengaruh komposisi media dan kadar nutrisi hidroponik terhadap hasil tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Vegetalika.(1)3: 109-119.

Jones, J. B. 2005. Hydroponics: A Practical Guide for The Soilless Grower. Second Edition. CRC Press. USA. 423 p.

Nurfinayati. 2004. Pemanfaatan berulang larutan nutrisi pada budidaya selada (Lactuca sativa L.) dengan teknologi hidroponik sistem terapung (TSHS). Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian. IPB.

Rambe, M. Y. 2013.” Penggunaan Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Media Gambut. Fak. Pertanian Univ. Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.

Setiawan, L. 2007. Optimasi konssentrasi larutan hara pada budidaya selada (Lactuca sativa L. var Grand Rapids) dengan teknologi hidroponik sistem terapung. Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian. IPB.

Silviana, I. N. 2009. Pengaruh Kombinasi Pupuk Kompos dan NPK terhadap Pertumbuhan, Jumlah

klorofil dan Kadar Air Gracilaria verrucosa. Skripsi. Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya.

Susila, A. D. dan Y. Koerniawati. 2004. Pengaruh volume dan jenis media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa) dalam teknologi hidroponik sistem terapung. Bul. Agron. 32(3):16-21.

Susila, A.D. 2015. Teknologi hidroponik sistem terapung. Sirkuler.(5): 1-5.