Efikasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Penyakit Bercak Daun (Cercospora arachidicola) Pada Tanaman Kacang Tanah



Author(s): Rosita Meliyana, Rudi Wardana, Mochamad Syarief
DOI: 10.25047/agriprima.v3i1.143

Abstrak


Cercospora arachidicola merupakan patogen yang menyebabkan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah. Serangan penyakit bercak daun pada tanaman kacang tanah dapat menurunkan hasil akibat patogen yang menyerang pada saat pengisian polong. Penggunaan pestisida sintetik dalam pengendalian penyakit tanaman dapat menimbulkan efek residu yang membahayakan lingkungan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan upaya perlindungan tanaman dengan penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi ekstrak daun kemangi terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2017 sampai Februari 2018 di lahan percobaan Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember dan laboratorium perlindungan tanaman Politeknik Negeri Jember. Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial 5 perlakuan dengan (P0) fungisida sintetik 1 ml/liter, ekstrak daun kemangi 25 % (P1), ekstrak daun kemangi 50% (P2), ekstrak daun kemangi 75 % (P3), dan ekstrak daun kemangi 100 % (P4) . Hasil uji anova pada penelitian menunjukkan bahwa efikasi ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap penyakit bercak daun (Cercospora arachidicola) pada tanaman kacang tanah tidak berbeda nyata pada parameter intensitas serangan, jumlah polong, berat basah polong, dan berat kering polong kacang tanah. Peningkatan serangan Cercospora arachidicola berdampak dalam pengurangan hasil panen kacang tanah pada uji korelasi.


Download Teks Lengkap:

Referensi


Buge, V.E., A.E. Tarore, and A.M. Lumingkewas. 2017. Masa Tanam Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Berdasarkan Neraca Air Di Kecamatan Kakas Barat. Cocos, 1(4). pp.1–9.

Fitriana, J., K.K. Pukan, and L. Herlina. 2009. Aktivitas Enzim Nitrat Reduktase Kedelai Kultivar Burangrang akibat Variasi Kadar Air Tanah pada Awal Pengisian Polong. Biosaintivika, 1(1).

Inayati, A. and E. Yusnawan. 2016. Tanggap Genotipe Kacang Tanah Terhadap Penyakit Bercak Daun Cercospora Dan Karat Daun Puccinia. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 12(1). pp.9–18.

Kardinan, A. 2011. Penggunaan Pestisida Nabati Sebagai Kearifan Lokal dalam Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik. Pengembangan Inovasi Pertanian, 4(4). pp.262–278.

Safitri, N., I.R. Sastrahidayat, and A. Muhibuddin. 2015. Pemanfaatan Bahan Nabati Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum bacilicum L), Daun Sirih (Piper bettle Linn) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum), Dalam Pencegahan Serangan Penyakit Karat (Phakospora pachyrhizi Sydow) Pada Tanaman Kedelai (Glycine max L). Jurnal HPT, 3(3). pp.52–62.

Saleh, N. 2002. Strategi Optimalisasi Pengendalian Penyakit Bercak Daun dan Karat pada Kacang Tanah. Buletin Palawija, (3). pp.37–47.

Saleh, N. and M. Hadi. 2011. Pengendalian Kimiawi Penyakit Bercak Daun Coklat Cercospora henningsii Pada Ubi Kayu. In Proceedings: Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2011. pp.610–620.

Semangun, H. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan Di Indonesia. (ed. Edisi Kedu). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suhardi. 2007. Efektivitas Fungisida Untuk Pengendalian Penyakit Berdasarkan Curah Hujan Pada Mawar. Jurnal Hortikultura, 17(4). pp.355–364.

Sumartini. 2008. Bioekologi dan Pengendalian Penyakit Bercak Daun Pada Kacang Tanah. Buletin Palawija, (16). pp.18–26.

Utomo, S.D., E. Setiowati, and H.M. Akin. 2005. Ketahanan Terhadap Penyakit Bercak Daun Lambat ( Cercosporidium personatum ) Dan Karakter Agronomi Kacang Tanah Famili F5 Keturunan Persilangan Kelinci x Southern Runner. Jurnal HPT Tropika, 5(2). pp.104–112.

Wahyudin, A., T. Nurmala, and R.D. Rahmawati. 2015. Pengaruh Dosis Pupuk Fosfor dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau ( Vigna radiata L .) Pada Ultisol Jatinangor. Jurnal Kultivasi, 14(2). pp.16–22.

Zahra, S. and Y. Iskandar. 2017. Kandungan Senyawa Kimia Dan Bioaktivitas Ocimum basilicum L. Farmaka, 15(3). pp.143–152.