Aplikasi Jenis Pupuk Organik Padat dan MOL (Mikro Organisme Lokal) Bonggol Pisang Terhadap Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima-1



Author(s): Liliek Dwi Soelaksini, Vivin Apria Yesi, FNU Herlinawati
DOI: 10.25047/agriprima.v2i2.65

Abstrak


Penelitian aplikasi jenis pupuk organik padat dan MOL (Mikro Organisme Lokal) bonggol pisang bertujuan mengetahui respon produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima-1. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, mulai dari bulan oktober 2016 sampai febuari 2017 di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial. Faktor pertama pemberian jenis pupuk organik padat (J) : tanpa pupuk kandang (J0), pupuk kandang ayam 2 kg/plot (J1), pupuk kandang kambing 2 kg/plot (J2). Faktor kedua pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang : tanpa pemberian mol (M0), 100 ml/l air (M1), 200 ml/l air (M2), 300 ml/l air (M3), yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik padat terutama pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 15 HST, 30 HST dan berat kering polong per sampel dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji per sampel dan berat 100 biji. Perlakuan konsentrasi MOL bonggol pisang memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter jumlah cabang produktif. Interaksi jenis pupuk organik padat dan MOL bonggol pisang tidak memberikan pengaruh (non significant) terhadap semua parameter

Kata Kunci


Kacang hijau varietas Vima-1; MOL bonggol pisang; Pupuk organik padat

Download Teks Lengkap:

Referensi


Andayani, & Sarido, L. (2013). Uji Empat Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annum L.). Jurnal Agrifor, 12(1), 22–29.

Budiyani, N. K., Soniari, N. N., & Sutari, N. W. S. (2016). Analisis Kualitas Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 5(1), 63–72.

Hajoetingtijas, O. D. (2012). Mikrobiologi Pertanian. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Harjoso, T., Taufik, T. T., & others. (2016). Aplikasi Pupuk Organik Terhadap Hasil Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Di Ultisol. Kultivasi, 15(3), 159–163.

Kesumaningwati, R. (2015). Penggunaan MOL Bonggol Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Dekomposer Untuk Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Vol. 40).

Latuamury, N. (2015). Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Agroforestri, 10(2), 210–216.

Lestari, D., Nurbaiti, & Khoiri, M. A. (2014). Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang Pada Pengomposan Jerami Padi Yang Diaplikasikan Untuk Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas PB-42 dengan Metode SRI. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian, 1(2), 1–10.

Novizan. (2002). Penggunaan Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Nuryani, S., Haji, M., & Nasih Widya, Y. (2010). Serapan Hara N, P, K Pada Tanaman Padi Dengan Berbagai Lama penggunaan Pupuk Organik Pada Vertisol Sragen. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 10(1), 1–13.

Roidah, I. S. (2013). Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO, 1(1), 30–42.

Suhastyo, A. A., Anas, I., Santosa, D. A., & Lestari, Y. (2013). Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal (MOL) yang Digunakan pada Budidaya Padi Metode SRI (System of Rice Intensification). SAINTEKS, 10(2), 29–39.

Surya, R. E., & Suyono. (2013). Pengaruh Pengomposan Terhadap Rasio C/N Kotoran Ayam Dan Kadar Hara NPK Tersedia Serta Kapasitas Tukar Kation Tanah (Composting Effect Of Chicken Manure Towards C/N Ratio And Availabe NPK Nutrient And Soil Cation Exchange Capacity). UNESA Journal of Chemistry, 2(1), 137–144.

Sutedjo, M. M. (2008). pupuk dan cara pemupukan. Jakarta: Rineka Ciipta.