Adaptasi Pertumbuhan Dua Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap Pemberian Naungan: Kajian Pengembangan Budidaya di Dataran Menengah



Author(s): Iqomatus Sa'diyyah, FNU Damanhuri, Iqbal Erdiansyah
DOI: 10.25047/agriprima.v1i2.33

Abstrak


Ekstensifikasi budidaya kentang perlu dilakukan untuk mengurangi volume impor. Salah satu caranya adalah pelaksanaan budidaya kentang di dataran menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi budidaya kentang di dataran menengah melalui pengujian dua varietas dan implementasi naungan. Penelitian berlangsung selama bulan Agustus sampai dengan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial dua faktor. Faktor pertama yakni varietas terdiri dari dua jenis yaitu Granola Kembang dan Atlantik. Faktor kedua yakni naungan terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa naungan, naungan satu lapis, dan naungan dua lapis. Data dianalisa menggunakan Analysis of Variance lalu diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi naungan memberikan pengaruh nyata (*) pada pertambahan tinggi tanaman umur 10-20 HST, jumlah daun umur 30 dan 40 HST, diameter umbi hasil, serta memberikan pengaruh sangat nyata (**) pada pertambahan tinggi tanaman umur 20-30 HST. Perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata (*) pada jumlah daun umur 20 HST, jumlah tunas, panjang umbi, serta memberikan pengaruh sangat nyata (**) terhadap tinggi tanaman umur 10 HST, pertambahan tinggi tanaman umur 10-20, 20-30, dan 30-40 HST, jumlah daun umur 30 dan 40 HST, bobot dan diameter umbi. Interaksi antara naungan dan varietas memberikan pengaruh nyata (*) pada pertambahan tinggi tanaman umur 20-30 HST.


Kata Kunci


Adaptasi pertumbuhan; Dataran medium; Solanum tuberosum L

Download Teks Lengkap:

Referensi


Afa, L. O., & Sudarsono, W. A. (2014). Pengaruh Naungan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kolesom (Talinum triangule (Jacq.) Willd). Agriplus, 24(2), 144–151.

Chairudin, Efendi, & Sabaruddin. (2015). Dampak Naungan terhadap Perubahan Karakter Agronomi dan Morfo-Fisiologi Daun pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Floratek, 10, 26–35. https://doi.org/10.24815/floratek.v10i1.2355

Djufry, F., Nurjanani, & Asaad, M. (2015). Kajian Adaptasi Varietas Unggul Kentang Tropika Produksi Tinggi dan Tahan Penyakit di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Agrotan, 1(2), 19–32.

Firmansyah, F., Anngo, T. M., & Akyas, A. M. (2009). Pengaruh Umur Pindah Tanam Bibit dan Populasi Tanaman terhadap Hasil dan Kualitas Sayuran Pakcoy ( Brassica campestris L ., Chinensis group ) yang Ditanam dalam Naungan Kasa di Dataran Medium. Agrikultura, 20(3), 216–224.

Hamdani, J. S. (2009). Pengaruh Jenis Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kentang ( Solanum tuberosum L .) yang Ditanam di Dataran Medium. Agronomi Indonesia, 37(1), 14–20. https://doi.org/10.24831/jai.v37i1.1389

Hamdani, J. S., Sumadi, Suriadinata, Y. R., & Martins, L. (2016). Pengaruh Naungan dan Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang Kultivar Atlantik di Dataran Medium. Agronomi Indonesia, 44(1), 33–39. https://doi.org/10.24831/jai.v44i1.12489

Hijmans, R. J. (2003). The Effect of Climate Change on Global Potato Production. Amer J of Potato Res, 80, 271–280. https://doi.org/10.1007/ BF02855363

Jasmi, Sulistyaningsih, E., & Indradewa, D. (2013). Pengaruh Vernalisasi Umbi terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Pembungaan Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group) di Dataran Rendah. Ilmu Pertanian, 16(1), 42–57. https://doi.org/10.22146/ipas.2525

Manik, F., Widyayanti, S., & Saragih, J. (2012). Evaluasi Enam Varietas Kentang di Dataran Tingi Karo - Sumatera Utara. Agrin, 16(2), 117–124. https://doi.org/ 10.20884/ 1.agrin.2012.16.2.133

Mursito, D. (2003). Heritabilitas dan Sidik Lintas Karakter Fenotipik Beberapa Galur Kedelai (Glycine Max. (L) Merrill). Agrosains, 6(2), 58–63.

Parman, S. (2010). Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Produksi Umbi Tanaman Lobak (Raphanus Sativus L). Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 18(2), 29–38.

Prabaningrum, L., Moekasan, T. K., Sulastrini, I., Handayani, T., Sahat, J. P., Sofiari, E., & Gunadi, N. (2014). Teknologi Budidaya Kentang di Dataran Medium (Monografi). Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Kementerian Pertanian.

Respati, E., Komalasari, W. B., Wahyuningsih, S., & Manurung, M. (2015). Buletin Triwulanan Ekspor Impor Komoditas Pertanian Volume VII No.1 Tahun 2015. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Semchenko, M., Lepik, M., Gotzenberger, L., & Zobel, K. (2012). Positive Effect of Shade on Plant Growth: Amelioration of Stress or Active Regulation of Growth Rate? Journal of Ecology, 100(2), 459–466. https://doi.org/10.1111/j.1365-2745. 2011.01936.x

Sopandie, D. (2013). Fisiologi Adaptasi Tanaman terhadap Cekaman Abiotik pada Agroekosistem Tropika. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Trustinah, & Iswanto, R. (2013). Pengaruh Interaksi Genotipe dan Lingkungan terhadap Hasil Kacang Hijau. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 32(1), 36–42. https://doi.org/10.21082/jpptp.v32n1.2013.p36-42

Wachjar, A., Setiadi, Y., & Mardhikanto, L. W. (2002). Pengaruh Pupuk Organik dan Intensitas Naungan terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffee canephora Pierre ex Froehner). Bulletin Agronomi, 30(1), 6–11. https://doi.org/10.24831/jai. v30i1.1422

Widiastuti, L., Tohari, & Sulistyaningsih, E. (2004). Pengaruh intensitas cahaya dan kadar daminosida terhadap iklim mikro dan pertumbuhan tanaman krisan dalam pot. Ilmu Pertanian, 11(2), 35–42.

Yusuf, H. (2009). Pengaruh Naungan dan Tekstur Tanah terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Sabrang (Eleutherine americana MERR.) (Skripsi). Universitas Sumatera Utara.