Korelasi Tingkat Naungan dan Cekaman Air Terhadap Variabel Laju Pertumbuhan Relatif Tumbuhan Ageratum conyzoides Linn.



Author(s): Riski Busaifi
DOI: 10.25047/agriprima.v1i2.44

Abstrak


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi tingkat naungan dan cekaman air pada laju pertumbuhan relatif tumbuhan Ageratum conyzoides Linn. Penelitian dilaksanakan di Lahan PPPPTK Pertanian Cianjur yang berlangsung pada bulan Desember 2012 sampai Februari 2013. percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat naungan sebagai petak utama yang terdiri dari naungan 0%, 25%, 45%, dan 55%, sebagai anak petak cekaman kekeringan (% Kapasitas Lapang) terdiri dari 100%, 80%, 60%, dan 40% Kapasitas Lapang (KL). terdapat 16 Kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan . setiap satuan perlakuan terdapat 4 tumbuhan yang seluruhny diamati. hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat naungan dan cekaman kekeringan berkorelasi positif terhadap Laju Pertumbuhan Relatif, bobot segar, bobot kering dan luas daun tumbuhan Ageratum conyzoides Linn.

 


Kata Kunci


Ageratum conyzoides Linn., naungan, cekaman air, Laju pertumbuhan relatif

Download Teks Lengkap:

Referensi


Awad, M. A., Wagenmakers, P. S., & de Jager, A. (2001). Effects of Light on Flavonoid and Chlorogenic Acid Levels in The Skin of “Jonagold” Apples. Scientia Horticulturae, 88(4), 289–298.

Dainy, N. C. (2006). Produksi Kandungan Flavonoid Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens [Lour]. Merr) pada Berbagai Tingkat Naungan dan Umur Pemangkasan (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.

Khaerana, Ghulamahdi, M., & Purwakusumah, E. D. (2008). Pengaruh Cekaman Kekeringan dan Umur Panen Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Xanthorrhizol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb.). Jurnal Agronomi Indonesia, 36(3), 241–247.

Lam, S. L., & Leopold, A. C. (1966). Role of Leaves in Photoperiodism. Plant Physiol, 41(5), 847–851.

Mariani, S. M., & Junaedi, A. (2010). Pengaruh Intensitas Naungan dan Kombinasi Pemupukan dan P terhadap Pertumbuhan Produksi Simplisia serta Kandungan Andrographolida pada Sambiloto (Andrographis Paniculata)(Makalah Seminar) (Makalah Seminar). Institute Pertanian Bogor.

Ming, L. C. (1999). Ageratum conyzoides: A tropical source of medicinal and agricultural products. Perspectives on New Crops and New Uses, 469–473.

Ningsih, T. U., Kurniawati, A., & Widodo, W. D. (2010). Pengaruh Radiasi UV-C dan Periode Penyiraman Terhadap Kandungan Flavonoid Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens L.) (Makalah Seminar). Institue Pertanian Bogor.

Nurkhasanah, N., Wicaksono, K. P., & Widaryanto, E. (2013). Studi Pemberian Air dan Tingkat Naungan Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Cabe Jamu (Piper retrofractum Vahl.). Jurnal Produksi Tanaman, 1(4), 325–332.

Palupi, E. R., & Dedywiryanto, Y. (2008). Kajian karakter ketahanan terhadap cekaman kekeringan pada beberapa genotipe bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 36(1), 24–32. https://doi.org/10.24831/jai.v36i1.1341

Permanasari, I., & Kastono, D. (2012). Pertumbuhan tumpangsari jagung dan kedelai pada perbedaan waktu tanam dan pemangkasan jagung. Jurnal Agroteknologi, 3(1), 13–21. https://doi.org/10.24014/ja.v3i1.90

Prasetyo, P. (2004). Budidaya Kapulaga Sebagai Tanaman Sela Pada Tegakan Sengon. JIPI, 6(1), 22–31.

Salisbury, F. B., & Ross, C. W. (1995). Fisiologi tumbuhan. (D. R. Lukman & Sumaryono, Eds.) (Terjemahan). Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Taiz, L., & Zeiger, E. (2002). Plant physiology (3rd ed.). Sunderland: Sinauer Associates.

Vickery, M. L., & Vickery, B. (1981). Secondary plant metabolism. London: Macmillan Press.

Widiastuti, L., Tohari, & Sulistyaningsih, E. (2004). Pengaruh intensitas cahaya dan kadar daminosida terhadap iklim mikro dan pertumbuhan tanaman krisan dalam pot. Ilmu Pertanian, 11(2), 35–42.