Efektivitas Re-Cycle Polinasi Melalui Teknik Pemangkasan dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Produksi dan Mutu Benih Terung (Solanum melongena L.)



Author(s): Fatimatus Sahro, Dwi Rahmawati, FNU Suharjono
DOI: 10.25047/agriprima.v1i2.32

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan mutu benih terung menggunakan teknologi Re-cycle polinasi melalui teknik pemangkasan dan dosis pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Desember 2016 di Desa Jatiagung, Kabupaten Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah teknik pemangkasan dengan menyisakan 2 ruas di atas cabang Y (T1) dan pemangkasan dengan menyisakan 3 ruas di atas cabang Y (T2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK: 120 g/tanaman (P1) 170 g/tanaman (P2), dan 220 g/tanaman (P3). Parameter pengamatan yang diamati adalah jumlah tunas, umur berbunga saat 80%, umur panen saat 80%, jumlah buah, jumlah biji bernas per buah, jumlah biji hampa per buah, jumlah biji per buah, produksi benih per hektar, uji daya kecambah benih, keserempakan tumbuh benih dan kecepatan tumbuh benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik pemangkasan hanya memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas.  Pemangkasan dengan menyisakan 3 ruas diatas cabang Y (T2) menghasilkan 11,83 tunas. Perlakuan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh nyata (*) terhadap parameter jumlah buah, bobot 1000 butir dan produksi benih per hektar, serta memberikan pengaruh yang sangat nyata (**) pada parameter pengamatan jumlah tunas, umur berbunga 80%, umur panen 80%, jumlah biji hampa perbuah dan daya kecambah benih. Dosis pupuk NPK 170 g/tanaman (P2) menghasilkan produksi tetinggi yaitu 2,7148 kw/ha.Secara bersama-sama dua perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati.


Kata Kunci


Dosis pupuk NPK; Teknik pemangkasan; Re-cycle polinasi

Download Teks Lengkap:

Referensi


Astuti, D. N. (2010). Pengaruh Sistem Pengairan Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Beberapa Varietas Padi Sawah (Oryza Sativa L.) (Thesis). Institut Pertanian Bogor.

Bukhari. (2013). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik dan Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.). Sains Riset, 3(1), 1–8.

Cahyono, E. A., Ardian, & Silvina, F. (2014). Pengaruh Pemberian Beberapa Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Berbagai Sumber Tunas Tanaman Nanas (Ananas comosus L. Merr) yang Ditanam Antara Tanaman Sawit Belum Menghasilkan di Lahan Gambut. Jom Faperta, 1(2), 1–13.

Darjanto, & Satifah, S. (1984). Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. Jakarta: Gramedia.

Direktorat Jenderal Hortikultura. (2015). Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Feleafel, M. N., & Mirdad, Z. M. (2013). Optimizing the nitrogen, phosphorus and potash fertigation rates and frequency for eggplant in arid regions. International Journal of Agriculture and Biology, 15(4).

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (2017). Physiology of Crop Plants. Scientific publishers.

Hamidah. (2013). Efek Penggunaan Pupuk Daun Bayfolan dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Varietas Action 434. Agrifor, 12(2), 148–155. https://doi.org/10.31293/ af.v12i2.344

Huruna, B., & Maruapey, A. (2015). Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Limbah Biogas Kotoran Sapi. Agroforesti, 10(3), 218–226.

Ichsan, C. N. (2006). Uji Viabilitas dan Vigor Benih Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) yang Diproduksi pada Temperatur yang Berbeda Selama Kemasakan. Floratek, 2(1), 37–42. https://doi.org/10.24815/ floratek.v2i1.70

Ismunadji, M., Prataharjana, S., Syamdan, M., & Wdjono, A. (1988). Padi. Bogor: Pusat Penellitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Lingga, P., & Marsono. (2010). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Mugnisjah, W. Q., & Setiawan, A. (1990). Pengantar Produksi Benih. Bogor: Rajawali Pers.

Pujisiswanto, H., & Pangaribuan, D. (2008). Pengaruh dosis kompos pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II (pp. 17–18). Universitas Lampung.

Raden, I., Purwoko, B. S., Hariyadi, Ghulamahdi, M., & Santosa, E. (2009). Pengaruh Tinggi Pangkasan Batang Utama dan Jumlah Cabang Primer yang Dipelihara terhadap Produksi Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas L.). Jurnal Agronomi Indonesia, 37(2), 159–166. https://doi.org/10.24831/jai. v37i2.1409

Rina, D. (2015). Manfaat Unsur N, P dan K Bagi Tanaman. Retrieved from http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=707&Itemid=59

Seran, R. N. (2016). Effect of pruning of lateral budding and flower on eggplant (Solanum melongena L.) growth and yield. Savana Cendana, 1(02), 93–97. https://doi.org/ 10.32938/sc.v1i02.20

Sholeh, M., & Djumali. (2008). Pengaruh kerapatan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.). In Lokakarya Nasional III Inovasi Teknologi Jarak Pagar untuk Mendukung Program Desa Mandiri Energi (pp. 219–223). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Soetasad, A. A., & Muryanti, S. (2000). Budidaya Terung Lokal dan Terung Jepang. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sutopo, L. (2002). Teknologi Benih. Jakarta: Raja Grafindo Persada.