Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal Terhadap Produksi dan Mutu Benih Mentimun (Cucumis sativus L.)



Author(s): Puguh Catur Wicaksana, Nantil Bambang Eko Sulistyono
DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.8

Abstrak


Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang ayam dan Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal terhadap Produksi dan mutu benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara Faktorial. Terdapat 2 faktor dalam penelitian yaitu, Faktor (A) Pupuk Kandang Ayam dengan dosis 20 ton/ha (A1), dosis 40 ton/ha (A2) dan dosis 60 ton/ha. Faktor (G) Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal  meliputi konsentrasi 60 ml/L (A1), konsentrasi 90 ml/L (A2) dan konsentrasi 120 ml/L (A3). Data hasil pengamatan pada setiap parameter pengamatan dianalisis dengan menggunakan rumus uji F (ANOVA) dan dilanjutkan dengan perhitungan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang sangat nyata pada parameter pengamatan Tinggi Tanaman 4 MST sebesar 153,83 cm, Jumlah Daun 2 MST sebanyak 5,33 helai, Jumlah Daun 4 MST sebanyak 28,44 helai, Jumlah Buah per Tanaman sebanyak 5,78 buah, Jumlah Biji Bernas per Buah sebanyak 207 biji, Jumlah Biji Bernas per Tanaman sebanyak 737,11 biji dan Berat 1000 biji sebesar 25,37 g. Sedangkan perlakuan MOL daun gamal memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan Jumlah Buah per Tanaman sebanyak 5,78 buah. Untuk perlakuan interaksi antara aplikasi pupuk kandang ayam dan MOL Daun gamal memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan Jumlah Daun 4 MST sebanyak 28,44 helai, Jumlah Biji Bernas per Tanaman sebanyak 737,11 biji dan Kecepatan Tumbuh Benih sebesar 27,11 %/etmal.

Kata Kunci


Mentimun; MOL Daun Gamal; Pemupukan; Pupuk Kandang Ayam; Produksi Benih

Download Teks Lengkap:

Referensi


Agustina, L. (1990). Dasar Nutrisi Tanaman. Jakarta: Rineka Cipta.

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. (2015). Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014. Jakarta.

Hajoeningtijas, O. D. (2012). Mikrobiologi Pertanian. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hanafiah, K. A. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Divisi Buku Perguruan Tinggi. Pada Lahan di Kawasan Kecamatan Wonosalam (Vol. 84). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Lakitan, B. (2000). Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Nasahi, C. (2010). Peran mikroba dalam pertanian organik. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Rosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2002). Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta: Kanisius.

Sadjad, S. (1993). Dari benih kepada benih. Grasindo, Jakarta, 143.

Sadjad, S., Murniati, E., & Ilyas, S. (1999). Parameter Pengujian Vigor Benih dari Komparatif ke Simulatif. Grasindo. Jakarta, 185.

Seni, I. A. Y., Atmaja, I. W. D., & Sutari, N. W. S. (2013). Analisis Kualitas Larutan Mol ( Mikoorganisme Lokal ) Berbasis Daun Gamal ( Gliricidia Sepium ). Agroekoteknologi Tropika, 2(2), 135–144.

Sumpena, U. (2014). Tanggap jumlah buah per pohon terhadap hasil dan kualitas benih empat galur hibrida mentimun (Cucumis sativus). Mediagro, 10(1).

Sutedjo, M. M. (2008). Fertilizers and Fertilization way. Jakarta: Rineka Reserved.

Sutopo, L. (2002). Teknologi Benih. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suwarno, Salsabila, V., Nelson, P., & Nurmi. (2013). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (cucumis sativus L.) melalui perlakuan pupuk NPK pelangi. KIM Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian, 1(1).

Widyati, E. (2013). Pentingnya Keragaman Fungsional Organisme Tanah Terhadap Produktivitas Lahan. Tekno Hutan Tanaman, 6(1), 29–37.

Wirawan, B., & Wahyuni, S. (2002). Memproduksi Benih Bersertifikat. Jakarta: Penebar Swadaya.