Aplikasi Pupuk Biourine Terhadap Hasil dan Mutu Benih Dua Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)



Author(s): Rina Sofiana, Rahmat Ali Syaban
DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.11

Abstrak


Biourine adalah salah satu alternatif pupuk organik yang dapat meningkatkan ketersediaan dan efisiensi serapan unsur hara bagi tanaman serta dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik dan meningkatkan hasil panen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk biourine pada dua varietas kacang tanah pada hasil panen dan mutu benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dua faktor. Konsentrasi pupuk biourine sebagai faktor pertama terdiri dari 10 ml/ L (B1), 20 ml / L (B2) dan 30 ml / L (B3). Varietas kacang tanah sebagai faktor kedua terdiri dari Kelinci (V1) dan Kancil (V2). Kesimpulan penelitian ialah konsentrasi pupuk biourine memiliki pengaruh yang signifikan pada fase berbunga dengan konsentrasi terbaik adalah 30 ml / L (B1).  Penggunaan varietas unggul memiliki efek yang sangat signifikan pada semua parameter dan memiliki efek signifikan pada simultanitas pertumbuhan bibit kecuali pada tinggi tanaman di 60 HST dan varietas terbaik adalah Kancil (V2). Kombinasi pupuk biourine dan varietas unggul memiliki efek yang signifikan pada semua parameter pascapanen. Kombinasi terbaik adalah biourine pupuk 10 ml / L dan Kancil (B1V2) menghasilkan hasil panen 2,72 ton / hektar.

Kata Kunci


Biourine; Hasil Panen; Kacang Tanah; Kualitas Benih

Download Teks Lengkap:

Referensi


Adisarwanto, T. (2005). Kedelai: Budidaya dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar. Jakarta: Penebar Swadaya.

Buckman, H. O., & Brady, N. C. (1982). Ilmu tanah. Bhratara Karya Aksara.

Cahyono, B. (2007). Kedelai, Teknik Budidaya dan Anaiisis Usaha Tani. Aneka Ilmu. Semarang.

Dartius. (1990). Fisiologi Tumbuhan 2. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Kamara, E. G., Olympio, N. S., Asibuo, J. Y., & others. (2011). Effect of calcium and phosphorus fertilizer on the growth and yield of groundnut (Arachis hypogaea L.). International Research Journal of Agricultural Science and Soil Science, 1(8), 326–331.

Lingga, P., & Marsono. (2010). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pitojo, S. (2005). Benih Kacang Tanah. Yogyakarta: Kanisius.

Rizwan, M., & Medan, S. P. F. P. U. (2010). Evaluasi Pupuk NPK dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang (Arachis hypogaea L). Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu.

Sadjad, S., Murniati, E., & Ilyas, S. (1999). Parameter Pengujian Vigor Benih dari Komparatif ke Simulatif. Grasindo. Jakarta, 185.

Sari, M., Widajati, E., & Asih, P. R. (2014). Seed Coating Sebagai Pengganti Fungsi Polong pada Penyimpanan Benih Kacang Tanah. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 41(3). https://doi.org/10.24831/JAI.V41I3.8099

Semiawan, C. R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Grasindo.

Siregar, A., & Marzuki, I. (2011). Efisiensi pemupukan urea terhadap serapan n dan peningkatan produksi padi sawah (Oryza sativa. L.). Jurnal Budidaya Pertanian, 7(2), 107–112.

Sondakh, T. D., Joroh, D. N., Tulungen, A. G., Sumampow, D. M. F., Kapugu, L. B., & Mamarimbing, R. (2012). Hasil Kacang Tanah (Arachys Hypogaea L.) Pada Beberapa Jenis Pupuk Organik. Eugenia, 18(1). Retrieved from

Suprapto. (2001). Bertanam Kedelai. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sutedjo, M. M. (2008). Fertilizers and Fertilization way. Jakarta: Rineka Reserved.