Optimasi Pertumbuhan Plantlet Cattleya Melalui Kombinasi Kekuatan Media Murashige-Skoog dan Bahan Organik



Author(s): Rianti Latifah, Titien Suhermiatin, Netty Ermawati
DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.20

Abstrak


Salah satu teknik untuk mengoptimalkan pertumbuhan Anggrek Cattleya yaitu menggunakan kultur in vitro dengan cara menyusun isi media. Nutrisi di dalam media sangat penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media alternatif yang rendah biaya, bahan-bahan mudah ditemukan dan mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Penyusunan media dilakukan dengan kekuatan media Murashige-Skoog (MS) dan bahan organik yang berbeda seperti ekstrak wortel dan air kelapa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi media MS yang berbeda, dan faktor kedua adalah komposisi kombinasi filtrat wortel dan air kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ¼ MS dan media penuh MS tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata terhadap semua parameter. Kombinasi terbaik dan berbeda nyata ditunjukkan ½ MS + 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa yang menghasilkan interaksi yang sangat berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah akar berbeda secara nyata pada 16 minggu setelah tanam. Selain itu, bahan organik dengan 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa menghasilkan tinggi tanaman yang berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

Kata Kunci


Filtrat Wortel; Anggrek Cattleya; Air kelapa; Kekuatan media; In Vitro

Download Teks Lengkap:

Referensi


Bey, Y., Syafii, W., & Sutrisna. (2006). Pengaruh pemberian giberelin (GA3) dan air kelapa terhadap perkecambahan bahan biji anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis BL) secara in vitro. Jurnal Biogenesis, 2(2), 41–46.

Darmono, D. W. (2004). Permasalahan anggrek dan solusinya. Jakarta: PT. Penebar Swadaya.

Direktorat Jenderal Hortikultura. (2015). Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Fithriyandini, A., Maghfoer, M. D., & Wardiyati, T. (2015). Pengaruh Media Dasar dan 6-Benzylaminopurine (Bap) Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Nodus Tangkai Bunga Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) Dalam Perbanyakan Secara In Vitro. Jurnal Produksi Tanaman, 3(1). https://doi.org/10.21176/PROTAN.V3I1.167

Gunawan, L. W. (2002). Budidaya anggrek (Vol. 41). Niaga Swadaya.

Hartmann, H. T., & Kester, D. E. (1975). Plant propagation: principles and practices. 3rd edition. Plant Propagation: Principles and Practices. 3rd Edition.

Hendaryono, D. P. S. (2000). Pembibitan anggrek dalam botol. Kanisius.

Hendaryono, D. P. S., & Wijayani, A. (1994). Teknik Kultur Jaringan, Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman secara Vegetatif-Modern. Kanisius.

Islam, M. O., Rahman, A. R. M. M., & Matsui, S. (2003). Effects of complex organic extracts on callus growth and PLB regeneration through embryogenesis in the Doritaenopsis orchid. Japan Agricultural Research Quarterly: JARQ, 37(4), 229–235. https://doi.org/10.6090/jarq.37.229

Lakitan, B. (2000). Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Maera, Z. (2014). Respon Pertumbuhan Planlet Anggrek Phalaenopsis Hibrida Terhadap Pemberian Dua Jenis Pupuk Daun Dan Benziladenin Selama Aklimatisasi. Enviagro: Jurnal Pertanian Dan Lingkungan, 7(2).

Murashige, T., & Skoog, F. (1962). A revised medium for rapid growth and bio assays with tobacco tissue cultures. Physiologia Plantarum, 15(3), 473–497. https://doi.org/10.1111/j.1399-3054.1962.tb08052 .x

Pappu, R., Quester, P. G., & Cooksey, R. W. (2005). Consumer-based brand equity: improving the measurement–empirical evidence. Journal of Product & Brand Management, 14(3), 143–154. https://doi.org/10.1108/10610420510601012

Parera, D. F. (1997). Pengaruh tingkat konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan perbanyakan tanaman anggrek Dendrobium spp. melalui teknik kultur jaringan. Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Universitas Patimura, 2, 57–64.

Puchooa, D., & Ramburn, R. (2004). A Study on the use of carrot juice in the tissue culture of Daucus carota. African Journal of Biotechnology, 3(4), 248–252. https://doi.org/10.5897/AJB2004.000-2045

Tjionger’s, M. (2002). Pentingnya menjaga keseimbangan unsur hara makro dan mikro untuk tanaman. Abdi Tani-Wahana Informasi Pertanian (Vol. 3). PT Abdi Tani.

Wetter, L. R., & Constabel, F. (1991). Metode Kultur Jaringan Tanaman. Widianto MB, Penerjemah. Bandung (ID): ITB Pr. Terjemahan Dari: Plant Tissue Culture Methods.

Widiastoety, D. (2010). Pengaruh Suplemen Nonsintetik terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Vanda. Jurnal Hortikultura, 20(1). https://doi.org/10.21082/jhort.v20n1.2010.p%p

Widiastoety, D., & Bahar, F. A. (1995). Pengaruh berbagai sumber dan kadar karbohidrat terhadap pertumbuhan plantlet anggrek dendrobium. J. Hort, 5(3), 76–80.

Yong, J. W. H., Ge, L., Ng, Y. F., & Tan, S. N. (2009). The chemical composition and biological properties of coconut (Cocos nucifera L.) water. Molecules, 14(12), 5144–5164. https://doi.org/ 10.3390/ molecules14125144

Yusnita. (2004). Kultur Jaringan. Cara Memperbanyak Tanaman secara Efisien. Jakarta.: Agromedia Pustaka.