Aplikasi Mikroorganisme Lokal Bonggol Pisang dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Produksi Kedelai (Glycine max L. Merrill) Varietas Baluran



Author(s): Dian Nur Aini, Bambang Sugiyanto, FNU Herlinawati
DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.13

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi kedelai (Glycine max L.) varietas Baluran dengan aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang dan pupuk kandang kambing. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 pengulangan. Faktor konsentrasi MOL (M) dengan 3 taraf meliputi: 0 ml/L air, 50 ml/L air, 100 ml/L air.  Faktor dosis Pupuk kandang kambing (K) meluputi: 0 g/plot, 4 g/plot, 6 g/plot. Analisa data menggunakan ANOVA dan diuji lanjut menggunakan DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi MOL bonggol pisang (M) memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah polong bernas persampel. Sedangkan perlakuan pupuk kandang kambing (K) yang memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan berat polong kering sawah. Interaksi antara MOL bonggol pisang (M) dan pupuk kandang kambing (P) memberikan pengaruh nyata pada parameter berat polong kering sawah persampel.

Kata Kunci


Kedelai; MOL Bonggol Pisang; Pupuk Kandang Kambing.

Download Teks Lengkap:

Referensi


Ariyanto, S. E. (2013). Perbaikan Kualitas Pupuk Kandang Sapi dan Aplikasinya Pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Sains dan Teknologi, 4(2), 164–176.

Barker, A. V, & Pilbeam, D. J. (2015). Handbook of plant nutrition. CRC press. https://doi.org/10.1201/b18458

Chairudin, C., Efendi, E., & Sabaruddin, S. (2015). Dampak Naungan Terhadap Perubahan Karakter Agronomi dan Morfo-Fisiologi Daun Pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Jurnal Floratek, 10(1), 26–35. https://doi.org/10.24815/FLORATEK.V10I1.2355

Dinariani, D., Heddy, Y. B., & Guritno, B. (2014). Kajian Penambahan Pupuk Kandang Kambing dan Kerapatan Tanaman yang Berbeda Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Produksi Tanaman, 2(2). https://doi.org/10.21176/PROTAN.V2I2.88

Djuarnani, I. N. (2005). Cara cepat membuat kompos. AgroMedia.

Hakim, N., Nyakpa, M. Y., Lubis, A. M., Nugroho, S. G., Dika, M. A., Ban, G., … Bailley. (1986). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung.

Hartatik, W., & Widowati, L. R. (2006). Pupuk kandang. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.

Kesumaningwati, R. (2015). Penggunaan Mol Bonggol Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Dekomposer Untuk Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit. Ziraa’ah Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 40(1), 40–45.

Lingga, P. (1991). Jenis dan Kandungan Hara pada Beberapa Kotoran Ternak. In Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S). Bogor: Antanan.

Novizan. (2005). Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Panudju, T. I. (2011). Pedoman Teknis Pengembangan Rumah Kompos Tahun Anggaran 2011. Jakarta: Direktorat Perluasan Dan Pengelolaan Lahan, Direktorat Jenderal Prasarana Dan SaranaPertanian Kementerian Pertanian.

Roidah, I. S. (2013). Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Bonorowo, 1(1), 30–43.

Santosa, E. (2008). Peranan Mikro Organisme Lokal dalam Budidaya Tanaman Padi Metode Sysytem of Rice Intensification. Jakarta: Departemen Pertanian.

Setianingsih, R. (2009). Kajian pemanfaatan pupuk organik cair mikroorganisme lokal (MOL) dalam priming, umur bibit dan peningkatan daya hasil tanaman padi (Oryza sativa L.)(uji coba penerapan system of rice intensification (SRI)). Universitas Negeri Sebelas Maret.

Soepardi, G. (1983). Sifat dan Ciri Tanah. Jurusan ilmu Tanah, Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Waluyo, D., & Suharto. (1990). Heritabilitas, Korelasi Genotip dan Sidik Lintas beberapa Karakter Galur-galur Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) di Dataran Rendah. Fakultas Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Zakaria, B. (2004). Aktivitas Fisiologi dan Produksi Kentang pada Berbagai Jenis Bokhasi dan Dosis Mukoriza. Buletin Pertanian, 7(2), 70–77.